halo sayang-sayangnya aku!
kalo ada typo bantu koreksi ya, makasii cantik
SELAMAT MEMBACA ♥♥♥
*****
"Kalian harus maksimalkan belajar, ujian sekolah sebentar lagi akan dimulai. Mengerti?"
"Mengerti, Pak!"
Suara lantang para siswa dan siswi yang menjawab ucapan dari gurunya. Tepatnya di dalam kelas Tanzil kali ini, pelajaran matematika tengah berlangsung. Kegiatan belajar mengajar pun berjalan mulus, namun sial dua makhluk di belakang bangkunya serta satu makhluk lagi di sampingnya persis terus menerus menyerocos.
Apakah mulut itu tidak pegal? Tanzil heran, terbuat dari apa mulut ketiga karibnya itu. Tidak ada kata lelah, terus menerus bersuara.
"Saran aja sih, kita harus les privat." celetuk Gahar.
"Ngapain? Telat anying, ujiannya bentar lagi." seru Varez menimpali.
Gahar menatap Varez kurang setuju, "Tidak ada kata terlambat untuk belajar, wahai anak muda."
Pletak
Varez melemparkan bolpoint yang tengah ia genggam ke arah Gahar, membuat cowok itu menggerutu karna sakit.
"Anying, kenapa sih?!"
"Gapapa, pengen aja."
"Aneh!" damprat Gahar kesal.
Boy membalikkan badan menghadap Gahar dan Varez, "Ikut dong,"
Gahar dan Varez saling pandang kemduian serentak menjawab, "Apa?" Boy menyengir hingga giginya terlihat jelas. "Les privat, siapa tau dapet guru muda cantik." ucapnya tanpa dosa.
Keduanya bergidik, ternyata sifat playboy cowok itu masih ada. "Gue aduin Inggit mampus lo!" ancam Varez.
"Gue aduin balik ke Ghea kalo kemaren lo godain adik kelas." balas Boy meledek.
"Kalian bertiga!"
Ketiganya serentak menghadap ke arah depan, ketika sang guru memanggil seraya menunjuk ketiganya.
"Kalian dengarkan bapak atau tidak?"
"Dengar pak, tapi dikit." jawab Boy lantang.
Mendengar jawaban itu tentu saja guru yang tengah mengajar itu emosi, "Keluar dari kelas, bersihkan toilet."
"Siapa Pak?" tanya Boy lagi.
"Kalian bertiga!"
"Iya tiga itu siapa aja, Pak?"
Guru itu memijit pelipisnya frustasi, memghadapi murid modelan Boy memang butuh tenaga ekstra. "Kamu, Gahar dan Varez." ucapnya.
"Tanzil nggak Pak?"
"Kok gue?!" Tanzil yang sedaritadi diam protes karna merasa dia tidak ikut andil.
KAMU SEDANG MEMBACA
TANZIRA [SELESAI]
Teen Fiction[Follow dulu oke.] #9 in wattpad indonesia Spin of Asterlio Bagi Aurora, Tanzil adalah segalanya. Tidak ada alasan apapun yang bisa menghentikan semangatnya untuk mengejar cinta cowok itu. Bagi Tanzil, Aurora pun segalanya. Namun ada banyak yang m...
![TANZIRA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/256026238-64-k902848.jpg)