⛔WAJIB VOTE DAN COMENT⛔
***
"RORAAAA! ANJIR LO! JANGAN LARI!!"
Inggit berlarian mengejar Rora di koridor sekolah. Jangan salahkan Inggit, tapi ini semua dia lakukan karna Rora yang meledeknya secara terus-terusan.
Boy! Semua ini gara-gara cowok itu. Bisa-bisanya dia berani mencium pipi Inggit di depan seluruh siswa yang berada di kantin, dan yang lebih mengesalkan adalah Rora membawa hp berisikan video itu.
"Wleeeee! Nggak akan ketangkep wlee!" ledek Rora menengok ke arah belakang sebentar lalu kembali fokus ke depan.
Inggit semakin mempercepat langkah berlarinya. "Rora! Berhenti atau gue beneran marah sama lo?!"
"Biarin!" Rora sama sekali tidak peduli, enak aja gitu ngeledek Inggit.
Bruk
Tubuh Rora tersandung kaki seseorang, menyebabkannya jatuh tersungkur dengan sangat tidak elit. "Awsh..." ringisnya.
Dia tidak langsung bangkit, kakinya benar-benar terasa begitu sakit. Inggit yang melihat itu refleks membantu Rora meski perempuan itu terus meringis kesakitan.
"Inggit... Sakit..." rengek Rora dengan posisi badannya yang di papah. "Lo sih! Gue bilang jangan lari nggak nurut." omel Inggit dengan wajah sirat kekhawatiran.
"Sorry, gara-gara gue lo jadi jatuh."
Inggit melirik sinis orang yang membuat Rora terjatuh tadi. "Jelas! Lo harus tanggung jawab ya! Gue nggak mau temen gue ini kenapa-kenapa." semprotnya.
"Terus gue harus gimana?"
"Gendong nih Rora, gue mana kuat." jawab Inggit ketus. Rora menatap Inggit memelas, lalu berkata, "Inggit... Jangan." tolaknya.
"Gapapa Ra, ayo naik. Gue gendong sampai kelas."
"Mau pulang aja, sakit."
Orang itu terkekeh. "Yaudah ayo gue anterin."
Dengan isyarat mata, Inggit menyuruh Rora untuk menerima ajakan itu. Lagian si Tanzil tidak ada, kalaupun ada juga belum tentu mau mengantar perempuan ini pulang. Bukannya Inggit membiarkan Rora diantar orang asing, tapi ini dia dan Rora kenal kok.
Meski sedikit ragu, namun Rora akhirnya melingkarkan tangannya pada leher orang itu, dan berada dalam gendongannya.
"Sana pulang, biar nanti gue yang bilangin ke guru." titah Inggit.
Kepala Rora mengangguk. "Bilangin Tanzil juga ya,"
"Hm." jawab Inggit malas.
"Bilang apa coba?" pancing Rora karna takut jika Inggit justru berkata hal lain. "Ck! Iya gue bilangin ke dia lo abis jatuh jadi pulang duluan." jawab Inggit.
Rora mengacungkan jempolnya pada Inggit , lalu mulai melangkah menjauh dari cewek itu.
***
Rasanya Rora sangat bingung harus melakukan apa, kini dia sedang berada di dalam mobil bersama orang yang menabraknya tadi.
"Raja, maaf ya gue ngrepotin lo." cicit Rora seraya memainkan jarinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TANZIRA [SELESAI]
Teen Fiction[Follow dulu oke.] #9 in wattpad indonesia Spin of Asterlio Bagi Aurora, Tanzil adalah segalanya. Tidak ada alasan apapun yang bisa menghentikan semangatnya untuk mengejar cinta cowok itu. Bagi Tanzil, Aurora pun segalanya. Namun ada banyak yang m...
![TANZIRA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/256026238-64-k902848.jpg)