5.1 | Jalan sama gue, mau?

9.1K 844 444
                                        

HALOOO!

GIMANA HARI KALIAN?

RATE UNTUK TANZIRA :

KOREKSI TYPO

SELAMAT MEMBACA ♡♥♡

******

"Gue mau cium lo, boleh?"

Kepala Rora menggeleng takut, dia berusaha mundur namun tangan Tanzil semakin kencang menarik pinggangnya mendekat. Wajah Rora sangat kentara was-was, cowok itu juga merasakan detak jantung Rora yang berpacu lebih cepat.

"Katanya mau buat gue senang?"

"Tap--tapi Ror---"

Cup.

Tanpa permisi Tanzil lebih dulu mendaratkan bibirnya pada hidung Rora. Tubuh Rora membeku, dia masih berusaha mencerna kejadian apa yang terjadi.

"Nggak usah takut," ucap cowok itu lagi, seraya tangannya beralih mengusak surai gadis itu.

Bugh, "Tanzill! Nyebelin!" Rora memukul-mukul pundak Tanzil kesal.

Sedangkan cowok itu hanya tertawa kecil melihat tingkah Rora yang menggemaskan itu. Rora berhenti, dia menatap Tanzil yang tengah tertawa dengan tatapan takjub.

"Ketawa Tanzil candu banget..." ungkapnya jujur.

Tanzil menarik tubuh Rora ke dalam pelukannya erat, dia sangat gemas dengan gadis itu. Masih dengan merangkul, tangan kanan Tanzil merapikan rambut kecil Rora yang menutupi mata gadis itu.

"Cuma lo yang boleh liat itu,"

"Oh ya? Kenapa?"

"Karna cuma lo yang bisa."

Rora berpikir sejenak, "Bisa apa?"

Mata Tanzil menatap manik mata Rora lekat, dengan senyum setitik. "Buat gue sejatuh itu."

Cukup. Sudah cukup hati Rora menerima semua gombalan maut itu. Rasanya ingin berteriak kencang di depan Tanzil mengatakan jika dia salah tingkah.

"Tanzil sekarang makin berbahaya."

"Kenapa?" tanya Tanzil bingung.

"Iya, bahaya. Soalnya buat Rora makin jatuh cinta."

Tanzil hanya menggeleng kepala, pasrah dengan semua ucapan gadis itu. Menggemaskan, benar-benar hanya Rora yang bisa membuat suasana hatinya kembali baik.

Lagi-lagi cowok itu memeluk tubuh Rora, seolah tak ingin melepas walau hanya sedetik lamanya. Rora bersandar pada dada Tanzil, dengan kepala yang sedikit di dongakan. Matanya dan mata Tanzil saling menatap satu sama lain, sama-sama diam menikmati kedekatan mereka.

"Tanzil udah makan belum?"

"Belum,"

"Ih kenapa? Mau Rora bikinin?" tawar Rora.

Tanzil menggeleng, "Nggak usah aneh-aneh."

Rora menampilkan raut tak sukanya, "Nggak aneh, ayo Rora masakin."

TANZIRA [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang