Aku kembali loh, ada yang kangen nggak sih?
Jangan lupa vote, coment, and share ya😍 karna itu buat aku makin semangat.
Absen pakai emot 🐻:
Siap buat ramein?
***
Pagi yang cerah datang menyapa, dengan semangat Rora berjalan turun dari lantai atas rumahnya. Menuju meja makan yang sudah diisi oleh Altas, Acha, dan juga Aster. Mereka tengah menikmati sarapan seraya mengobrol ringan tentang apa saja.
"Pagi......" sapanya, segera mendekat pada Altas dan mencium pipi pria itu singkat.
"Pagi sayang, gimana sekolah barunya seneng?"
Rora mengangguk dengan antusias, tentu saja senang. "Seneng dong, kan ini keinginan Rora."
"Sekolah ganti mulu! Lo niat sekolah atau ngontrak doang sih?!"
Altas terkekeh mendengar gerutuan Aster, ya tidak salah juga. Karna memang ini kali ketiga Rora pindah sekolah, tapi buat anak kesayangan apa sih yang enggak.
"Ya biarin wlee! Lagian yang bayarin gue sekolah 'kan Daddy bukan lo." jawab Rora sinis, menjulurkan lidah meledek adiknya itu.
"Gak usah melet, mirip anjing!"
SRASH!
Pria yang tengah damai memakan sepotong roti tiba-tiba menatap tajam, dengan sebuah pisau yang sudah digunakan untuk memberikan hadiah kecil pada lengan sang putra.
"Mulutmu itu, mau Daddy cincang?"
Suaranya terdengar santai namun menusuk. Ya, jangan berani menyenggol Rora di depannya. "Enggak," jawab Aster dengan nada malas.
"Minta maaf." titah Altas. "Maaf."
"Yang bener."
Aster menggerutu pelan, menyebalkan sekali Daddy nya ini. "Aurora Quenni Derandra, saya meminta maaf." ucapnya dengan suara agak keras.
"Beliin donat baru dapet maaf."
Inilah yang dinamakan mencuri kesempatan dalam kesempitan, Rora memanfaatkan kesempatan ini supaya Aster membelikan donat kesukaannya.
Acha yang sudah terbiasa dengan kelakuan absurd anaknya hanya bisa menggeleng pelan. "Nanti biar bunda yang beliin kamu donat, sekarang makan dulu ya.." ujar wanita itu.
Dengan bibir bawah yang sengaja dimajukan, Rora menggeleng tanda tak setuju. "No! Aster tau 'kan donat kesukaan Rora beli dimana? Tau 'kan?"
"Hm."
"Pulang sekolah Rora mau donat itu udah ada di kamar Rora, titik."
"Bodo."
Setelah merespon ucapan kakaknya itu, Aster berlalu bangkit lebih dulu. Meninggalkan Rora yang berteriak kesal memanggilnya, bahkan sampai merengek bak anak kecil yang tidak diberi lolipop.
***
Rora mengedarkan pandangannya, mencari dimana keberadaan Tanzil. Ia mengintip dari celah pintu, berharap yang dicari segera ditemukan.
"Ih mana sih?!" gerutunya kesal.
Ia menghela nafasnya panjang, berbalik kemudian menyandar pada pintu. Menatap koridor barangkali Tanzil tengah berjalan ke arahnya.
Gedubrak!
Tubuh Rora terhuyung ke belakang, —ahh sial sekali dia hari ini. Bisa-bisanya seseorang membuka pintu tanpa permisi, kini tubuhnya sudah jatuh tepat didepan seluruh teman-teman Tanzil!
KAMU SEDANG MEMBACA
TANZIRA [SELESAI]
Ficção Adolescente[Follow dulu oke.] #9 in wattpad indonesia Spin of Asterlio Bagi Aurora, Tanzil adalah segalanya. Tidak ada alasan apapun yang bisa menghentikan semangatnya untuk mengejar cinta cowok itu. Bagi Tanzil, Aurora pun segalanya. Namun ada banyak yang m...
![TANZIRA [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/256026238-64-k902848.jpg)