Entah bagaimana ceritanya, Araya sekarang merasakan banyak mata memandang kagum dirinya. Terutama para anggota inti TheBlood yang secara terang-terangan mengangguminya.
Bukan, bukan karena paras atau apa pun itu melainkan pelaku utamanya adalah pemuda yang sibuk memeluk dan mengelus tangannya lembut. Siapa lagi yang berani melakukan hal tersebut sekalin Niko sialan Alandra bangsat Gionino?
Ya, lupakan umpatan di sela setiap nama Niko.
Tadi saat pulang sekolah, Niko tiba-tiba saja sudah duduk di atas motornya kemudian ia tak segan menyeret Araya menjauh dari area sekolah, tadi Araya sudah menolak namun anak nakal itu tidak akan diam saja jika di bantah bukan?
Niko diam saja sambil tersenyum, mengikat jaketnya lalu menggendong Araya untuk naik ke atas motornya, bahkan saat di perjalanan pun tangan Niko tidak bisa berhenti untuk menarik tangan Araya agar memeluk pinganggnya.
Araya malu, mengapa juga dia jatuh hati kepada pria tak waras seperti Niko?
"Araya gue kasian sama lo," kilah Haikal memakan kuaci dari atas meja, Araya mengernyit meminta penjelasan lebih lanjut, "Diem aja deh Kal, ga usah kompor." Galih menyahut sinis, mana mau ia jika sifat asli Bosnya ketahuan oleh Ibu negara.
Haikal tidak tau malu malah menoyor kepala Galih, "Lo yang diem setan, omongan lo ga ada benernya."
"Berisik," desis Niko kesal, matanya menajam. Sangat hapal akan kelakuan kedua temannya---dapat di pastikan mereka berdua akan baku hantam jika tidak segera di hentikan. Tetapi berhubung Araya suka keributan, ia menyikut perut Niko, "Lo diem....Haikal lanjutin," suruhnya.
Tersenyum kemenangan, Haikal dengan berani melempar kulit kuaci ke arah Niko. Sontak saja hal tersebut mendapat pelototan dari si korban. Araya melirik, "Mata lo jaga nanti gue colok ya!"
Haikal semakin senang di bela, Galih sendiri menjadi kebingungan, sebentar....bukannya Araya lembut? T--tapi omongannya kok agak kasar?
Haikal berdehem bangga, merubah ekspresinya agar terlihat sangat plus serius; ia menyatukan kedua jemarinya membentuk sebuah kepalan. Niko sendiri memberikan tatapan laser untuk Haikal agar tidak mengatakan hal aneh kepada Araya yang nantinya akan merusak citra seorang Niko ganteng keren Alandra kaya raya Gionino.
Jefri sudah pusing, di kelilingi orang-orang idiot cukup membuat otaknya hampir ikutan korslet. "Niko itu penjahat kelamin!" Pekik Haikal.
Tentu saja Araya kaget, melebarkan matanya dan segera berdiri, memeluk dirinya sendiri, "Anjing fitnah!"
"DIA TADI BILANG MAU NGEHAMILIN LO ARAYA!"
Bangkit dari duduknya, Niko ingin menghajar wajah tak bersalah milik Haikal segera, "Apaan Nik, kok berdiri, hehe..."
Niko tak menjawab, pemuda itu bergerak untuk melepaskan seragamnya agar tidak rusak saat menghajar Haikal nanti.
Melihat hal tersebut Araya hanya bisa tersenyum tipis, "Anjir, ngapain lo buka baju?!" Haikal sudah mulai gelisah, ia ikut bangkit hendak menjauh tetapi Niko sudah memegang pundaknya---menahan agar dia tidak bisa kabur.
"Mau kemana?" Tanya Niko.
Haikal memelas, melihat satu persatu teman-temannya; meminta bantuan namun mereka mengalihkan pandangan darinya, Jefri saja pura-pura sibuk pada ponselnya.
"Sialan, pengkhianat kalian semua."
Araya terkekeh, Haikak asik juga.
"Niko mau pulang, anterin." Pinta Araya saat melihat Niko hendak menyeret Haikal ke luar markas. Kepala pemuda itu menoleh, tersenyum cerah dan mengangguk, melemparkan tubuh Haikal ke samping agar tak menganggu penglihatannya, berjalan menuju Araya dan memakai kembali seragam yang tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hei, Araya! [End]
Fiksi RemajaYang engga vote, durhaka kalian...masuk neraka jalur vvip🙏 [Chapter lengkap] __________________ Selesai mengerjakan skripsi, Rana merebahkan tubuh di atas kasur sederhananya. Sebelum dia terlelap merehatkan tubuh; Rana menyempatkan diri untuk memba...
![Hei, Araya! [End]](https://img.wattpad.com/cover/212899113-64-k696027.jpg)