Buat yang ga paham:
Di sini tuh perpindahan jiwa, Rana tuh sekarang udah jadi Araya. Nah untuk kemana jiwa Araya novel? Bakal di bahas di pertengahan alur.
Rana kenapa bisa masuk novel? Ya karna do'a dia dan kebetulan raganya Araya tuh lagi kosong. Kenapa kosong? Ya gatau, liat aja entar hehe
Udahh ngerti ga sih? Oh dan kenapa Rana cepat beradaptasi? Cuz dia memang mau ngubah jalan hidup Araya karna dia juga udah jadi Araya, sapa yang mau mati konyol gegara rebutin cowo coba?
***
Araya melipat tangannya, menatap seorang pria yang tertidur di atas kasur luasnya. Tadi Araya membawa pria yang tergeletak di gang tersebut ke rumah dengan bantuan sopir pribadinya, Araya tidak tega membiarkan seseorang mati di hadapannya; terlepas dari pemeran utama kedua.
Rasa kemanusiaannya tersentil jika membiarkan sebagaimana di novel.
Arum memasuki kamar, membawa kaos milik Regan.
"Yakin kamu yang ganti? Minta tolong ke Arga aja."
Araya menerima kaos berwarna hitam polos tersebut, "Emang dia di rumah?"
"Ck, anak satu itu..." decak Arum.
Segera Arum keluar, barulah Araya berjalan mendekat; berusaha membuka setiap kancing kemeja pria itu tanpa membangunkan. Namun Araya hendak membuka kancing terakhir, tangan pria itu segera menahan tangan Araya kasar membuat cewek itu jatuh ke atas tubuh Niko; pemeran utama kedua dan antagonis pria.
"Siapa lo?" Suara berat Niko terdengar tepat di telinga Araya, nafas hangatnya menerpa kulit lehernya, bulu halus Araya lantas meremang.
Tubuh Araya masih berada di atas Niko, jantungnya berdetak cepat, jika boleh jujur Rana maupun Araya baru pertama kali sedekat ini dengan lawan jenis. Aroma maskulin menguar lembut dari Niko.
Niko juga dapat menghirup aroma lembut dari tubuh Araya. Mereka sama-sama terdiam sampai Niko sadar bahwa dia berada di kamar asing, mata Niko melirik ke arah nakas dan menemukan figura foto gadis yang berada di atasnya.
Araya berdehem canggung, segera bangkir berdiri. Melemparkan kaos dari Arum kepada Niko, "Gue bukan mesum, cuman baju lo kotor makanya mau gue ganti." Jelas Araya, tidak mau dia di sangka mesum oleh pria ini.
"K--kalau gitu gue keluar."
Wajah Araya memerah melihat penampilan setengah telanjang Niko. Niko sendiri dapat melihat telinga merah cewek itu sebelum dia menghilang tertelan pintu.
Langkah Araya membawanya ke dapur, mengambil segelas air; meneguknya hingga habis sembari mengatur suhu wajahnya. Niko memiliki fitur wajah luar biasa membuat jantung Araya berdetak kencang jadi wajar saja dia seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hei, Araya! [End]
Roman pour AdolescentsYang engga vote, durhaka kalian...masuk neraka jalur vvip🙏 [Chapter lengkap] __________________ Selesai mengerjakan skripsi, Rana merebahkan tubuh di atas kasur sederhananya. Sebelum dia terlelap merehatkan tubuh; Rana menyempatkan diri untuk memba...
![Hei, Araya! [End]](https://img.wattpad.com/cover/212899113-64-k696027.jpg)