Lima Puluh Tiga

81.9K 9.1K 1.8K
                                        

Tes ombak dolo,

-o0o-

Sesuai janji, Eka dan Bela sudah berada di rumah milik Kakek dan Nenek Araya. Jam menunjukkan angka delapan malam, menandakan bahwa malam baru saja di mulai. Ketiga anak gadis itu sudah bersiap akan pergi karena ingin berbelanja mempersiapkan diri untuk hari senin nanti alias beberapa hari dari sekarang.

Atas segala bujukan akhirnya Araya memilih ikut, lelah juga mendengar ocehan kedua temannya.

Alhasil sekarang mereka sedang bersiap untuk berpamitan. Araya duluan menyalimi tangan Hala, Josh dan terakhir Viano, "Aya pergi dulu Pa, mau titip sesuatu ga?" Pamitnya.

Viano menggeleng, mengusap lembut rambut Araya, "Hati-hati, pulang jangan terlalu larut." Pesannya.

Bela menelan salivanya, gila, jika Mamanya di tanyain ingin titip maka permintaan wanita itu akan lebih banyak dari pada barang yang ingin Bela beli. Tadi mereka berdua sudah mendengar cerita lengkap dari Araya perihal orang tua kandungnya, Bela sih terlihat iya-iya saja seperti sudah menduga hal tersebut.

Memasuki mobil hitam milik Viano, ketiga anak remaja itu saling menatap satu sama lain, Araya melemparkan kunci mobil kepada Bela dan langsung mengambil duduk di depan.

Bela menerima kunci lantas ingin melemparkan kepada Eka tetapi sialnya Eka sudah masuk duluan ke pintu belakang.

"Gue jadi supir kalian gitu?" Tanya Bela kesal.

"Buruan ya, gue udah laper juga."

Bela memelototi Araya, dia memakai sabuk pengaman sebelum menyalakan kendaraan roda empat tersebut.

Ketika mobil sudah berjalan, Eka sibuk dengan ponselnya, begitu pula Araya sibuk memandangi jalanan sedangkan Bela fokus melihat ke depan.

Suasana hening, hanya suara klakson kendaraan terdengar dari luar. Tangan Araya iseng untuk menyambungkan koneksi bluetoothnya, sesudah tersambung; Araya membuka aplikasi musik online dan mencari lagu yang sesuai suasana hatinya.

Memilih untuk mendengarkan lagu dari penyanyi Indonesia, Araya menekan Sisa Rasa dari Mahalini.

Ketika lagu mulai terputar, baik Eka atau Araya langsung menghayati tidak dengan Bela, dia harus fokus pada jalanan atau nanti mereka akan bertemu di tempat yang luar biasa.

"Mengapa masih ada
Sisa rasa di dada
Di saat kau pergi begitu saja

Mampukah ku bertahan
Tanpa hadirmu sayang
Tugan sampaikan
Rinduku untuknya...."

Bela semakin kesal akibat nyanyian dua remaja itu, sial, Araya sedang menyindirnya atau bagaimana 'sih!

Bisa-bisanya dia menyanyikan lagu ini setelah Bela merasa di campakkan. Sialan,

"Kalian anjing, gue tabrak ke pembatas jalan nih!"

Akhirnya Bela mengamuk, otomatis Araya tertawa kencang, dia akhirnya bisa menjahili Bela. Araya tau mengapa akhir-akhir ini Bela sedikit sensitif, apa lagi kalau bukan karena patah hati.

Sedari awal memang Araya sudah tak yakin dengan teman Niko, wajahnya terlalu bangsat. Jadi wajar saja Bela merasa tersakiti, lagu masih terus berputar berhasil memporak porandakan hati Bela. Memasuki  reff kedua,  Bela jadinya ikut bernyanyi bersama dua temannya itu.

Kurang ajar, awalnya Bela tidak mau!

Air matanya sedikit menetes, lihat saja Jefri bajingan itu! Akan Bela tusuk perutnya menggunakan linggis.

Araya melihat Bela akhirnya meluapkan emosi hanya bisa tersenyum, ya rencananya untuk membuat plong hati Bela akhirnya terwujud.

Eka di belakang ikut peka, bukan tanpa alasan Araya melakukan hal tersebut, ternyata ia peka akan perasaan sahabatnya. Eka iri, beruntung sekali Bela memiliki Araya di sampingnya sebagai sahabat.

Hei, Araya! [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang