Im Sojung menekuk lututnya untuk mengambil tangkai bunga yang jatuh karena kecerobohannya. Dia lalu kembali memasukkannya ke dalam wadah bunga yang berisi air, lalu meletakkan bunga-bunga itu di samping foto pernikahannya dengan Kim Seokjin, di atas nakas.
Belum lama ini, keduanya melangsungkan pernikahan secara tertutup. Walau begitu, KBC tetap membagikan banyak foto mereka di akun media sosialnya. Foto-foto indah mereka yang diambil oleh photographer andal sempat menjadi topik hangat selama beberapa hari. Banyak yang menyambut pernikahannya dengan kebahagiaan, tapi tak sedikit juga masyarakat yang menyambut kabar pernikahan mereka dengan negatif. Beberapa ada yang mengungkit kesalahan yang Sojung lakukan belum lama ini, sementara yang lain berkata bahwa Sojung tak seharusnya menikah secepat ini―mengingat dia adalah putri nasional yang dicintai hampir seluruh rakyat Korea Selatan.
"Kau sudah makan siang?" Seokjin bertanya begitu dia masuk dari luar. Mereka hanya tinggal berdua di sini, di apartemen Sojung yang sebelumnya kosong beberapa bulan sebab dia kembali tinggal di istana.
"Sudah." Sojung langsung menyambar coat-nya dan meraih kunci mobil. Dia berniat akan pergi untuk makan siang, sebab dia berbohong pada Seokjin mengenai jawabannya tadi. Selama menikah, Im Sojung memang tidak pernah duduk satu meja makan dengan Seokjin, apalagi menikmati makanan bersama. Sojung hanya mengonsumsi kopi untuk sarapan, lebih banyak menghabiskan waktu makan siang di kantor bersama pegawainya, lalu mereka tidak pernah bertemu saat waktu makan malam tiba. Ini akhir pekan pertama yang mereka lewati bersama, tapi Sojung memilih untuk tidak makan bersama Seokjin, seperti biasanya.
Pria itu benar-benar menatap kepergian Sojung dengan kekecewaan. Hari ini adalah hari ulang tahunnya, tapi istrinya tidak mengucapkan apapun padanya. Sojung masih konsisten, dia tidak membuka dirinya untuk Seokjin, bahkan setelah pernikahan mereka.
"Bukankah aku terlalu berharap, jika kupikir, aku akan mendapatkan ucapan selamat ulang tahun darimu?" Seokjin menunjukkan senyum getirnya. "Aku juga tahu, Im Sojung, kau mau menikah denganku demi mempertahankan KBC. Tapi bukankah hubungan kita terlalu jauh dan begitu dingin sebagai pasangan suami istri yang tinggal satu atap? Kita tidak saling mengenal awalnya, tapi apa kau tidak pernah berpikir bahwa kau harus mengenalku? Kau benar-benar menikahi orang asing, kalau begitu."
Meski begitu, Kim Seokjin menolak untuk lebih dalam merasakan kekecewaan di hari miliknya. Dia memilih untuk melupakannya dan bergegas segera pergi untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-tigapuluh bersama kakak perempuannya―berhubung Soojin masih di Korea dan belum kembali ke Jepang.
―Unspoken―
Sambil menunggu pesanannya datang, Im Sojung melihat-lihat katalog salah satu toko online. Ini kali pertama dia melihat katalog di toko online sendiri, tanpa bantuan sekretarisnya, jadi Sojung sedikit merasa bingung. Terlebih, sesuatu yang akan Sojung beli kali ini, bukan untuk dirinya sendiri. Sojung tidak tahu betul bagaimana seleranya.
Sojungie. Apa kau sibuk hari ini?
Sojung mengangkat sebelah alisnya secara spontan, ketika mendapat pesan dari kakak iparnya. Satu lagi orang yang bertukar kontak dengan Sojung secara pribadi, Kim Soojin―kakak perempuan suaminya.
You
Ani. Wae?
Soojin eonnie
Seokjin ulang tahun hari ini.
Aku tahu kau tidak begitu dekat dengannya,
tapi ini ulang tahun pertamanya
setelah menjadi suami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unspoken
Fanfiction#1 ― bangchin #1 ― politik Im Sojung, adalah putri tunggal dari pasangan Im Sohyeong dan Jeong Namra. Im Sohyeong sendiri adalah pimpinan perusahaan penyiaran nomor satu di Korea Selatan. Im Sohyeong juga merupakan putra pertama orang nomor satu di...
