Unspoken: Fifty Four ― 54

186 31 35
                                        

Sesuai dengan apa yang Seokjin katakan kemarin, pria itu mengumumkan hari pelepasan jabatannya sekaligus menyangkal skandal perselingkuhan yang belakangan membuat namanya ramai dibicarakan, pada PERS hari ini. "Sampai saat ini, Kim Seokjin. Terima kasih untuk semuanya dan sampai jumpa di lain kesempatan."

Meski bukan dalam suasana hebat yang seharusnya dirayakan, para wartawan yang hadir dalam PERS menunjukkan tepuk tangan mereka untuk memberi sinyal dukungan kekuatan pada Seokjin yang saat ini mungkin tidak baik-baik saja. Pria itu baru saja membuktikan kalau skandal yang beredar belakangan adalah skandal palsu, tapi hari ini juga ... dia memutuskan untuk tidak melanjutkan hari-harinya sebagai Kepala Pimpinan di KBC. Kim Seokjin pasti sempat mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan yang seberat ini.

Seokjin turun dari podium dan langsung menghampiri istrinya―yang ternyata ikut hadir walau hanya bisa duduk di kursi roda. Dia memeluk istrinya dengan badan yang membungkuk, lalu mengeluarkan air mata tanpa dia sadari.

"Jarhaesseo, Yeobo," bisik Sojung di telinga suaminya. "Selama ini, yang kau lakukan untuk KBC adalah yang terbaik. Seolhee pasti bangga punya Ayah sehebat dirimu."

"Aku menjadi begitu emosional saat ini. Rasanya belum lama aku merasakan momen ini, walau dengan suasana yang berbeda. Saat itu kau baik-baik saja dan datang dengan senyuman yang begitu lebar. Kau juga membawa sebuket bunga besar saat itu." Seokjin membicarakan hari saat dimana dia menang dari Seowoo. Saat dirinya yang berhasil terpilih menjadi Kepala Pimpinan di KBC, alih-alih sepupu istrinya itu.

"Itu juga benar," kata Sojung. "Aku datang hari ini, karena saat hari itu aku juga datang menghampirimu. Aku ingin menemanimu di masa sukamu, aku juga ingin terus menemanimu di masa seperti ini. Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian, tidak akan membuatmu menghadapi semuanya sendiri, Kim Seokjin."

"Gomawo, Yeobo." Seokjin merenggangkan pelukannya untuk menatap istrinya. Dia dan Sojung saling melempar senyuman, tiada sadar kalau sorot kamera, sejak tadi menangkap setiap momen yang mereka tunjukkan.

Rasanya begitu hangat, hingga mungkin momen ini juga akan menjadi berita baru. Keduanya mungkin saja akan mendapat dukungan kembali, buah dari apa yang mereka lakukan saat ini.

Unspoken

Selama seminggu setelah resmi mengembalikan posisinya pada Ayah Mertuanya lagi, Seokjin benar-benar menggeluti kasus kematian misterius Yoon Seungho. Tim Forensik jelas mengatakan kalau itu bukan kasus bunuh diri, tapi Polisi dan Detektif kesulitan mencari bukti-buktinya, jadi Seokjin memutuskan untuk ikut membantu.

Hari ini bahkan Seokjin mendapatkan surel anonim yang mengaku sebagai anak dari Yoon Seungho. Anonim itu juga mengatakan seperti apa yang Tim Forensik duga, kalau kematian Ayah dari Anonim itu merupakan kasus pembunuhan. Di surelnya bahkan Anonim itu menyertakan bukti foto, yang diduga sebagai jejak yang tidak sengaja ditinggalkan pelaku.

Ada rambut yang dibungkus dengan plastik kecil di dalam fotonya. Anonim mengatakan kalau itu mungkin adalah rambut pelaku, karena Yoon Seungho adalah pria dengan rambut ikal sementara rambut yang ditemukan adalah rambut lurus. Anonim sendiri mengaku kalau itu bukan rambutnya, karena dia sedang menjalani wajib militer, jadi dia tidak memiliki rambut sepanjang yang dia temukan. Anonim menemukan rambut itu saat dia pulang ke rumah setelah mengambil cuti wajib militer untuk menjenguk Ayahnya yang sudah tiada.

Ditemani Sekretaris Kang, Seokjin langsung bergerak menemui Anonim dan langsung menyerahkan buktinya pada Kepolisian. Polisi membantu Seokjin lagi untuk menemui Tim Forensik. Ternyata, di kuku Yoon Seungho, terdapat goresan kulit orang lain yang mungkin adalah pelaku pembunuhannya.

Yoon Seungho diduga melawan dan sempat mencakar pelaku, lalu kulit pelaku yang tergores, tertinggal di kuku Yoon Seungho. Tim Forensik melakukan pemeriksaan DNA rambut dan kulit yang ditemukan itu. Butuh beberapa hari, untuk Seokjin tahu siapa orang dibalik DNA rambut dan kulit itu.

UnspokenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang