Ditemani Seolhee, Sojung menyandarkan tubuhnya pada kursi telur yang begitu nyaman di balkon vila yang mereka sewa. Pada posisi mereka, keduanya bisa menikmati langit oranye menjelang malam, melihat ombak yang datang sesekali mengikis pantai, hingga kapal yang berlalu di ujung laut sana.
Seolhee menoleh ke arah Ibunya. Dia ikut tersenyum melihat Ibunya yang menikmati waktu ini. Dia mencoba melempar tatapannya ke arah laut, mengikuti apa yang Ibunya lakukan. Saat melakukan itu, akhirnya dia paham kalau apa yang sedang Ibunya lakukan adalah hal yang paling menenangkan.
Karena terlalu tenang, dan merasa bersyukur, Seolhee tiba-tiba merasa penasaran. Dia kembali menatap Ibunya dan segera bertanya. "Eomma ... apa aku boleh bertanya sesuatu?"
Sojung segera menoleh. "Tentu saja. Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Kenapa eomma mengadopsiku, dan begitu menyayangiku seolah aku adalah anak kandungmu?"
Sojung merasa terkejut mendapat pertanyaan seperti itu, namun dia tidak menunjukkannya. Dia diam sejenak, memikirkan jawaban yang tepat, karena khawatir kalau jawabannya salah, akan membuat Seolhee kecewa. "Itu karena Seolhee tersenyum pada eomma."
Seolhee menelengkan kepala, seolah meminta penjelasan Sojung lebih rinci lagi. "Maksud eomma?"
"Apa Seolhee ingat, hari Seolhee lulus dari TK? Seolhee meraih tangan eomma, menggenggamnya dengan erat, dan memberikan eomma senyum termanis dan yang paling terang di antara anak-anak lain," ujar Sojung. "Saat itu, adalah masa-masa dimana eomma mencoba banyak pengalaman di Negara Jepang. Eomma adalah guru magang yang hanya bertahan tiga bulan di sekolahmu. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya, tapi saat itu eomma berkesempatan untuk menemani anak-anak di hari kelulusan masa prasekolah mereka. Saat anak-anak peraih penghargaan maju bersama orang tua mereka, Seolhee hanya maju sendiri. Tadinya, eomma hanya ingin berdiri di samping Seolhee sebagai guru. Ingin mendampingimu, agar tidak benar-benar sendiri."
"Tapi begitu Seolhee meraih tangan eomma, menggenggamnya, dan Seolhee tersenyum pada eomma ... rasanya seperti eomma sudah jatuh hati padamu. Setelah hari itu, eomma mencari segala informasi tentangmu. Eomma berusaha agar bisa lebih dekat mengenalmu. Saat tahu kalau kedua orang tuamu sudah tidak ada, saat itu juga keinginan menjadi orang tua asuhmu menggebu. Seolhee menunjukkan pada eomma, betapa tangguhnya anak perempuan berdiri di depan banyak orang, sendirian, dan menyembunyikan kesedihannya di depan banyak orang."
Sojung meraih tangan Seolhee, dia mengusapnya perlahan. "Apa itu sudah menjawab rasa penasaranmu?"
Seolhee mengangguk, walaupun tidak langsung.
"Kalau begitu, boleh eomma tahu, kenapa Seolhee tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Aku hanya merasa bersyukur. Banyak anak perempuan lain yang sama sepertiku, tapi dia tidak punya orang tua asuh seperti Eomma, atau seperti Appa," jawab Seolhee. "Ada sedikit kekhawatiran juga, sebenarnya. Sebelum Eomma dan Appa menjadi orang tua asuhku, kalian berdua belum punya anak kandung. Tapi saat ini, adik kembar akan segera lahir. Aku merasa penasaran, akankah kasih sayang kalian tetap sama untukku? ... atau justru, kalian akan segera berpaling."
Sojung berusaha memahami kekhawatiran putrinya. Dia menangkup sebelah pipi Seolhee, mengusapnya, dan mengatakan sesuatu, hal yang Sojung harapkan bisa meyakinkan Seolhee. "Seolhee-ya ...," panggil Sojung. "Kim Seolhee," katanya, sekali lagi.
"Bagaimana menurutmu? Mengenai nama barumu," tanya Sojung.
"Kim ...," lirih Seolhee. "Nama keluarga."
"Tepat," sahut Sojung. "Kim Seolhee ... kau sudah menjadi keluarga kami. Kau milikku dan suamiku. Seolhee tidak akan kekurangan segalanya, Appa dan Eomma tidak akan berpaling. Bahkan sebelum Appa menjadi Ayah Asuhmu, dia sudah menjamin bahwa kau akan tumbuh besar dengan kasih sayang yang cukup. Jadi kau tidak perlu khawatir, Kim Seolhee."
KAMU SEDANG MEMBACA
Unspoken
Fanfiction#1 ― bangchin #1 ― politik Im Sojung, adalah putri tunggal dari pasangan Im Sohyeong dan Jeong Namra. Im Sohyeong sendiri adalah pimpinan perusahaan penyiaran nomor satu di Korea Selatan. Im Sohyeong juga merupakan putra pertama orang nomor satu di...
