Sejak awal, Seokjin sudah mendapatkan banyak kilat kamera yang mengarah padanya. Itu terus terjadi meski dirinya belum naik ke atas podium dan menyampaikan keterangannya―sebagai Kepala Pimpinan KBC.
Begitu dia naik dan akan bersiap memulai konferensi untuk rumor yang menyeret nama istrinya, kilatan kamera seolah semakin merundungnya. Kim Seokjin sedikit gugup, namun dia berusaha untuk mengendalikan dirinya. Dia akan berusaha menjalani konferensi ini dengan kebijaksanaannya sebagai Kepala Pimpinan KBC yang baru.
"Halo, selamat pagi. Saya Kim Seokjin, Kepala Pimpinan KBC yang baru."
Tak hanya kilat lampu kamera yang memenuhi ruangan konferensi saat ini, tapi suara mesin ketik juga mulai bersaut-sautan sejak saat Seokjin memulai konferensinya dan berbicara.
"Mengacu pada rumor Wakil Pimpinan kami, yang di sana dikatakan bahwa Wakil Pimpinan kami memiliki anak yang disembunyikan, kami sedang melakukan penyelidikan kasusnya sedikit lebih dalam lagi," kata Seokjin di depan microphone-nya. "Untuk itu, selama proses penyelidikan berlangsung, kami menghimbau masyarakat untuk lebih bijak lagi dalam memberikan komentar."
Salah satu dari banyaknya kuli tinta yang hadir menyimak apa yang Seokjin katakan, mengangkat tangannya ke atas dengan tinggi. "Semua orang tahu kalau anda adalah suami Wakil Pimpinan KBC, bagaimana rasanya mendapat kejutan seperti ini?"
Satu dari kuli tinta yang lain menyahuti, "Ini sudah lewat satu minggu sejak rumor pertama kali keluar, tapi KBC belum juga berhasil menyelidiki. Apa KBC berencana untuk terus menutupi kasus ini? Apa KBC benar-benar berusaha melakukan penyelidikan?"
Kim Seokjin mengangkat tangannya, seolah memberikan isyarat pada kuli tinta yang lain yang ingin mengajukan pertanyaan lagi untuk berhenti. "Saya minta maaf sebelumnya, tapi Konferensi PERS kali ini tidak membuka pertanyaan. Jadi, beberapa pertanyaan yang masuk tadi, adalah bukan tanggung jawab saya."
Beberapa wartawan atau para kuli tinta itu merasa kecewa dan agak kesal pada Seokjin. Pertanyaan yang diajukan bukan pertanyaan sulit yang membutuhkan bukti atas jawabannya, jadi, kenapa Seokjin menolaknya?
Namun, melepas semua kepedulian atas rutukan para kuli tinta, Kim Seokjin―Wakil Pimpinan Kim―melanjutkan konferensinya dan memberikan pernyataan berdasar dengan penuh hati-hati.
―Unspoken―
Seolhee kira, teman-temannya akan bermain bersamanya seperti biasa. Namun, saat dirinya bergabung dan menyahuti gurauan salah satu temannya, dirinya dihiraukan. Seolhee merasa bahwa kehadirannya seperti tidak terlihat.
Bahkan, sampai saat waktu pulang sekolah datang, tiga temannya yang lain tidak melihat ke arahnya sama sekali dan langsung pergi meninggalkannya. Seolhee mendadak menjadi sedih, dia tidak langsung meninggalkan kelas karena dia merenung lebih dulu. Ada apa dengan teman-temannya hari ini?
"Seolhee-ya!"
Seolhee tersentak saat seseorang memanggil namanya. Ekspresi wajahnya yang tadi murung, mendadak ceria saat tahu yang memanggil dan menghampirinya adalah satu dari tiga teman dekatnya.
"Aku lupa kalau Ibuku menitipkan aku kue kering untuk dibagikan ke teman-temanku. Dia membuat kue itu sendiri," kata teman Seolhee sambil memberikan kotak berisi kue kering buatan Ibunya. "Aku harap kau menikmatinya dengan baik."
"Uwaa ... *mashigetta!" Seolhee menunjukkan sinar di matanya dan senyum secerah mataharinya. "Gomawo, Nari-ya!"
Teman Seolhee yang dipanggil Nari itu membalas Seolhee dengan senyumannya juga, seolah ikut merasa bahagia karena Seolhee juga bahagia. "Omong-omong, apa Wakil Pimpinan Im Sojung itu ... benar Ibumu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Unspoken
Fanfiction#1 ― bangchin #1 ― politik Im Sojung, adalah putri tunggal dari pasangan Im Sohyeong dan Jeong Namra. Im Sohyeong sendiri adalah pimpinan perusahaan penyiaran nomor satu di Korea Selatan. Im Sohyeong juga merupakan putra pertama orang nomor satu di...
