Hanya bisa berbicara dengan anaknya dari balik kaca yang memisahkan mereka, membuat hati Sohee terluka. Seowoo harus berada di penjara selama beberapa tahun ke depan, mereka tidak bisa bersama-sama sampai akhirnya Seowoo dibebaskan.
Sohee begitu putus asa. Selain pada dirinya, Ayahnya juga berlaku kejam pada putranya. Padahal, Seowoo adalah laki-laki. Dengan budaya patriarki yang begitu kental di keluarganya, Sohee kira Seowoo akan mendapatkan hal yang menjanjikan. Ternyata tidak. Hidup hanya berlaku adil pada kakaknya―Im Sohyeong. Im Sojung bahkan memiliki nasib lebih baik daripada Seowoo, karena dia adalah putri tunggal Sohyeong.
"Ibu benar-benar minta maaf. Ibu tidak bisa banyak membantumu." Sohee benar-benar merasa menyesal. Dia menatap putranya dengan kilauan air mata yang hampir membendung. "Keluarga Im memang tidak pernah berlaku adil pada kita. Im Saegyeong―seperti hanya sosok orang tua untuk pamanmu, bukan untuk Ibu. Namun, Ibu harap kau berhenti memikirkan tentang Keluarga Im. Biarkan itu menjadi urusan Ibu mulai saat ini."
Sohee menghapus air mata yang sempat menetes di pipinya sejenak. "Begitu banyak orang yang menyerangmu dari Keluarga Im. Bukankah itu sangat sulit bagimu, anakku? Karena itu ... aku memintamu untuk tidak lagi memikirkan mereka. Ibu ... akan membalas perbuatan mereka, dengan hal yang sebelumnya tidak pernah diduga."
"Ibu akan membalaskan dendamku? Dengan cara seperti apa?" Seowoo bertanya dibalik kaca sana, usai menangkap poin yang sebelumnya Sang Ibu sampaikan.
"Kau tidak perlu tahu sekarang," tutur Sohee. "Tunggu saja waktunya. Sekarang, pusat perhatian publik sedang berada di tangan KBC. Kim Seokjin mempermainkan perhatian publik dengan baik. Jadi, sekarang belum waktunya. Kita akan menunggu beberapa saat lagi."
"Baiklah, begitu juga tidak apa-apa. Belajar dari kesalahan, kita perlu menentukan waktu yang tepat untuk menunjukkan senjata kita," kata Seowoo. "Terima kasih, Bu. Selain itu, jangan terlalu sedih atau khawatir. Aku akan baik-baik saja selama di sini. Perhatikan kesehatanmu sendiri."
Sohee kembali merasa matanya perih, hatinya juga kembali merasa tertusuk. "Aku akan menjaga diri dengan baik. Oleh karena itu, kau juga harus melakukan hal yang sama. Makan yang banyak dan nikmati makananmu, anakku, Cho Seowoo. Ibu akan sabar menunggu hari di mana kau akan segera bebas. Ibu mencintaimu."
"Aku juga begitu. Hiduplah dengan baik, Bu. Aku pergi dulu."
Pembicaraan mereka ditutup seperti itu. Seowoo meninggalkan Sohee ke dalam sel tahanan, sekarang hanya dirinya dan rasa sakit hatinya yang tersisa. Sohee kali ini membiarkan air matanya mengalir, mengungkapkan kesedihannya.
―Unspoken―
Satu minggu sejak secara resmi berdiri menjadi Kepala Pimpinan KBC yang baru, Seokjin baru sempat bertemu dengan keluarganya untuk merayakan pelantikan posisi barunya. Malam ini dia mengundang Ayahnya sendiri, juga Ayah dan Ibu mertuanya, untuk makan malam di restaurant hotel bintang lima, yang sejatinya hotel itu adalah milik Ibu mertuanya. Seokjin menggunakan ruangan atas, yang menawarkan pemandangan indah: gedung-gedung tinggi di malam hari kota Seoul.
"Maaf sekali, kalau Ibu merasa kurang nyaman seperti aku mengundangmu di rumah sendiri. Aku sudah mencoba untuk mencari tempat lain, tapi Sojung bilang tidak ada hotel lain lagi yang menawarkan pelayanan sebaik hotel milikmu." Seokjin mulai berbasa-basi. Menatap Ibu mertuanya sambil memotong steaknya, lalu memakan potongannya sesudah berbicara.
"Tidak apa-apa," kata Namra. "Putriku adalah orang yang paling mengerti diriku. Dia bahkan tahu kalau hotelku adalah hotel bintang lima yang memberikan pelayanan terbaik di seluruh kota Seoul." Namra tertawa, tersenyum menanggapi tindak basa-basi menantunya.
"Aku sudah memberitahunya, tapi rupanya dia masih enggan percaya." Sojung menimpali kalimat Ibunya. Dengan maksud bercanda, Sojung memberikan Seokjin tatapan sinis―merasa kesal karena ternyata dirinya tidak dipercayai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unspoken
Fanfiction#1 ― bangchin #1 ― politik Im Sojung, adalah putri tunggal dari pasangan Im Sohyeong dan Jeong Namra. Im Sohyeong sendiri adalah pimpinan perusahaan penyiaran nomor satu di Korea Selatan. Im Sohyeong juga merupakan putra pertama orang nomor satu di...
