Unspoken: Fifty Five ―55

197 32 35
                                        

Oh Injeong berhasil ditangkap kurang dari dua puluh empat jam. Namun, membuat Oh Injeong berkhianat dan mengatakan kebenarannya, perlu waktu lebih dari dua hari. Seokjin terus memberikannya ancaman, karena tawaran yang diberikan di awal selalu ditolaknya.

Hingga baru hari ini, Kim Seokjin bisa pergi menemui dalang dibalik kecelakaan mobil yang melibatkan istrinya itu. Seokjin langsung masuk ke dalam rumah Im Sohee bersama Sekretaris Kang, menepis beberapa penjaga, hingga akhirnya pria itu bertemu langsung dengan putri Presiden Im, saudara perempuan ayah mertuanya.

"Omo, sangat mengejutkan kau datang ke rumahku, Kim Seokjin,"--Sohee mengangkat satu alisnya, lalu membuat senyum miring di wajahnya--"omong-omong, aku bisa menuntutmu karena kau datang dengan cara seperti ini."

Seokjin mengumpat untuk Im Sohee. Dia bahkan sengaja menjatuhkan figura Seowoo, lalu menginjaknya hingga kotor. Tentu saja, itu dilakukan untuk mengundang amarah Im Sohee. "Aku tidak pernah takut akan ancamanmu. Bahkan kalau kau mengatakan, kau akan membunuhku setelah aku menginjak-injak foto anakmu seperti ini, aku tidak akan pernah takut."

"Orang idiot! Berhenti melakukannya! Foto itu bahkan lebih berharga dari dirimu!" Sohee hendak mendekat, menyelamatkan foto anaknya, namun Seokjin menendang foto itu dengan segera, hingga foto Cho Seowoo itu pergi ke sudut ruangan.

"Padahal, ini hanyalah sebuah foto. Bagaimana kalau Seowoo dengan segera ditemukan dalam kondisi yang sama seperti Yoon Seungho? Apa kau akan menjadi gila?" Seokjin bertanya.

Sohee melepas tawanya, meski ada getaran ketakutan di dalam hati kecilnya. "Siapa Yoon Seungho? Aku tidak pernah mengenalnya."

Seokjin memperhatikan Sohee dengan baik. Dia membaca dan mencoba mengartikan gerak-geriknya "Sangat terbaca. Kau tidak pintar menyembunyikan rahasia, Im Sohee-nim."

Tidak sampai di situ, Kim Seokjin lanjut berbicara. "Pukul satu siang, tiga hari lalu, Oh Injeong, ditangkap saat dalam perjalanan menuju rumahmu. Pukul dua pagi, hari ini, dia mengakui semua yang telah dilakukan dan bagaimana itu bisa terjadi,"--Seokjin menarik satu sudut bibirnya, serta satu alisnya, untuk mempermainkan Im Sohee--"Apa lagi yang bisa kau lakukan sekarang? Sayang sekali, Oh Injeong sudah berkhianat padamu. Aku bahkan memegang semua buktinya."

Tak gentar, Sohee masih bertahan. Wanita itu semakin menunjukkan raut tanpa takut untuk Seokjin lihat. "Kau keliru. Aku sungguh tidak terlibat dengan peristiwa itu. Barangkali kau melewati beberapa langkah, Kim Seokjin. Bukankah kau harus memeriksanya sekali lagi?"

Namun, Seokjin juga masih belum menyerah. Dia masih ingin bermain-main dan ingin membuat Sohee mengakui sendiri perbuatannya. "Restaurant sashimi, pukul dua siang. Dress biru muda, juga tas berwarna putih." Seokjin menjeda kalimatnya sejenak, sengaja mengambil waktu untuk lebih mempermainkan Sohee. "Yoon Seungho bertemu wanita dengan ciri seperti yang sudah kusebutkan. Sayangnya, CCTV jelas menangkap wajahmu sebagai wanita itu. Mungkin yang kau tahu, rekaman CCTV sudah dihapus, tapi Oh Injeong masih menyimpan salinannya. Lalu seperti yang sudah kau tahu ... dia memilih untuk mengkhianatimu." Seokjin memberikan senyuman menggodanya di penghujung kalimat untuk lebih membuat Sohee merasa dipermainkan.

"Brengsek! Sudah kubilang, kau keliru! Berhenti berbicara dan keluar dari rumahku!" tukas Sohee dengan penuh penekanan. Napasnya juga tidak teratur, lantaran emosi yang kian menguasainya.

"Kukatakan aku tidak keliru!" balas Seokjin meneriaki Sohee. Dia bahkan mengambil langkah untuk lebih dekat pada bibi istrinya itu. "Kau membuat istriku celaka dan membunuh dua calon bayi kami! Kau pikir aku tidak akan marah? Lalu, bagaimana kalau aku melakukan hal yang sama pada anakmu; Cho Seowoo?"

"Jangan berani menyentuh anakku!" tekan Sohee. "Huh!" Sohee mengambil napas lalu tertawa sejenak. "Geurae. Aku akan mengakuinya. Aku ... bisa membunuh dua calon bayimu, juga membuat istrimu celaka. Bukankah harusnya kau waspada padaku? Bisa saja lain kali, aku melakukannya padamu ... atau, aku akan kembali melakukannya pada istrimu, juga anak asuhmu; Kim. Seol. Hee."

UnspokenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang