Untuk pertama kalinya, Im Sojung menyiapkan makanan di atas meja untuk dirinya dan Seokjin. Meski makanannya tidak dimasak langsung olehnya―karena wanita itu memesan jjajangmyeon dan tangsuyuk dari luar–ini tetap pengalaman pertama bagi mereka untuk makan bersama di satu meja selama terikat hubungan pernikahan.
Sojung mengikat rambutnya sebelum makan, lalu berdoa dan menikmati makan malamnya. Wanita itu tak melirik ke arah Seokjin ketika sedang makan, dia bahkan tidak berniat mengajak suaminya berbicara―mengingat situasi dan kondisinya terasa agak panas saat ini. Sojung takut kalau dia mungkin akan semakin mengacaukan emosi di antara keduanya. Dia berusaha menjaga emosi suaminya, juga emosi dirinya sendiri.
Namun, Seokjin punya jalan pikir yang berbeda dengan wanitanya. Sambil mencampur mie dengan pasta kedelai, Seokjin menegur Sojung dengan pertanyaan. "Kau terbiasa hidup di lingkungan seperti itu? Terkurung dibawah kebebasan laki-laki?"
Sojung menghentikan makannya sejenak, berpikir untuk jawaban yang akan dia berikan sambil menatap ke arah Seokjin. "Eo." Sojung menjawabnya dengan singkat. Dia kembali melanjutkan makannya usai menjawab pertanyaan Seokjin.
"Bagaimana caramu bertahan?" Melihat Sojung yang sekarang ada di depannya ini, Seokjin merasa bahwa wanita itu luar biasa. Biar bagaimanapun, Sojung bisa menjadi Wakil Pimpinan, berbeda dengan perempuan lain yang mungkin tidak punya keyakinan diri yang kuat―akhirnya malah depresi, atau memilih mengakhiri hidup mereka.
"Geunyang." Lagi-lagi, Sojung menjawabnya sesingkat mungkin. Dia tidak ingin mengatakan hal yang lebih serius dibanding ini, dia hanya mengatakan bahwa dia mampu bertahan sampai saat ini hanya karena dia ingin.
"Mwoya?" Seokjin menaruh sumpitnya di samping piring sejenak. "Kau kembali terdengar seperti Im Sojung yang dingin. Kemana perginya istriku yang hangat seperti di Jeju kemarin?"
"Mungkin tertinggal di sana, atau tertinggal di gedung KBC tadi saat kau menarik orang yang salah."
Seokjin tertawa. "Berbicara seperti Im Sojung saat ini juga tidak masalah. Aku akan tetap menghargaimu meski kau seringkali hampir menyakiti hatiku."
"Geurae."
Im Sojung benar-benar tidak antusias dengan pembicaraan di atas meja makan bersama suaminya. Dia hanya sibuk memakan makanannya, menuang air ke dalam gelasnya dan sesekali membantu mengisi air ke dalam gelas Seokjin juga.
"Omong-omong, Kim Seokjin. Kau memang harus minta maaf pada Seowoo. Kau memukulnya ketika dia tidak menyakitimu." Sojung menyudahi santapannya, lalu berbicara seperti itu pada suaminya.
Lain dengan Sojung, Kim Seokjin yang masih harus menghabiskan makanannya, mendadak tidak berselera dan memberikan tatapan tidak percaya untuk wanita itu. "Apa? Tidak menyakitiku? Dia melecehkan istriku dan kau bilang aku tidak disakiti olehnya?"
"Kau bilang kau menghargaiku. Kalau benar begitu, sebelum mengambil tindakan, bukankah seharusnya kau berbicara padaku terlebih dahulu?" Sojung bertanya. "Itu bukan pelecehan yang akan merusak mental atau cara berpikirku. Aku bahkan tidak menganggapnya pelecehan."
"Im Sojung!" Seokjin meninggikan suaranya kali ini. "Itu tidak masuk akal. Jangan berbicara seolah kau membela Seowoo dan tidak memikirkan dirimu. Kau tidak tahu seberapa berharganya dirimu? Kau harus sadar bahwa dirimu lebih berharga daripada si bajingan itu atau pola asuh patriarki Keluarga Im yang kolot."
"Kim Seokjin, jangan merendahkan keluargaku!" sela Sojung. "Jangan juga menyalahkan aku dan menilai bahwa aku tidak menghargai diriku! Kau yang merusak semuanya! Seowoo mendapatkan satu senjata lagi dari bukti visum kekerasan yang kau lakukan. Padahal, alasanku tidak melawan saat Seowoo memperlakukanku seperti itu ... adalah untuk menahan diri!" Sojung memberi jeda sejenak, sebelum kembali berbicara untuk kalimat selanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unspoken
Fiksi Penggemar#1 ― bangchin #1 ― politik Im Sojung, adalah putri tunggal dari pasangan Im Sohyeong dan Jeong Namra. Im Sohyeong sendiri adalah pimpinan perusahaan penyiaran nomor satu di Korea Selatan. Im Sohyeong juga merupakan putra pertama orang nomor satu di...
