Unspoken: Forty Three ― 43

257 46 22
                                        

Setelah KBC mengeluarkan pernyataan tentang rumor Im Sojung tempo lalu, perkumpulan wanita sosialita―istri para petinggi di KBC―memiliki inisiatif untuk memberikan dukungan secara langsung kepada Wakil Pimpinan Im. Sesama perempuan, mereka merasa bahwa mereka bisa lebih memahami Sojung, dan mereka merasa mampu mendukung Im Sojung untuk menemukan ketenangannya.

Walau sebenarnya Sojung tidak membutuhkan hal semacam itu, Sojung tetap memilih untuk menghadiri undangan mereka. Sebenarnya bukan dia merasa tinggi hati, melainkan karena dia tahu kalau wanita-wanita sosialita itu tidak mendukungnya dengan tulus. Mereka hanya berpura-pura untuk mendapatkan hati Im Sojung. Mereka pikir, dengan begitu Sojung akan merasa tersanjung dan berbagi cerita dengan Seokjin―Kepala Pimpinan KBC―lalu suami mereka akan mendapatkan keuntungan dari situ, karena rekomendasi dari Sojung, selaku istri sekaligus wakil dari Pimpinan KBC periode ini.

Acara mereka berlangsung begitu saja. Mereka berbincang, makan bersama, lalu minum-minum bersama. Tenang saja, Im Sojung tidak mengkonsumsi alkohol kali ini. Dia berbohong kalau dia sedang mengurangi minum alkohol saat ini, pada mereka, padahal dia hanya sedang menjaga kandungannya. Sojung belum tahu pasti apa dia benar-benar hamil atau tidak, dia baru akan pergi ke rumah sakit setelah ini, ditemani Seokjin setelah pulang nanti. Namun, untuk berjaga-jaga, Sojung memilih untuk tidak minum alkohol demi menghindari risiko berbahaya.

"Aku harus pergi sekarang. Ketua Kim sudah menungguku,"--Sojung merapikan tasnya, lalu bersiap untuk berdiri--"Semuanya, terima kasih sudah mengundangku hari ini. Terima kasih juga untuk dukungannya."

"Tidak perlu berterimakasih, kami melakukannya karena kami paham posisimu," balas salah satu wanita sosialita. "Kau adalah cucu presiden kami, penuh prestasi, dan punya segudang kemampuan. Tidak mungkin orang sepertimu menyembunyikan anakmu sendiri, apalagi anak itu adalah hasil hubungan pranikah."

Sojung memperhatikan wajah wanita yang berbicara padanya. Dia mengenalnya. Itu adalah Kwak Yuhwi, Ibu Kim Woong. Kalau dilihat-lihat, ternyata Woong memiliki wajah yang sebagian besar berasal dari Ibunya. Mereka begitu mirip. "Terima kasih, atas pujiannya. Tapi tidak perlu sampai seperti itu. Bukankah menakutkan hidup dengan cap baik seperti itu? Orang-orang akan terlalu semangat ketika menemukan celah kekuranganmu. Itu terbukti saat aku mendapatkan rumor besar kemarin. Bahkan tidak sedikit orang terdekatku yang menjilat ludahnya sendiri."

Kwak Yuhwi mendadak salah tingkah. Dia merasa sedikit tergerak mendengarkan kalimat Wakil Im. Dia seperti merasa tersindir akan itu.

"Selain itu, tolong perhatikan anak-anak kalian. Aku sekarang juga seorang Ibu meski hanya Ibu Asuh, jadi izinkan aku untuk mengingatkan kalian untuk hati-hati saat berbicara di dekat mereka. Jangan bergosip di dekat mereka, dan jangan berbagi cerita tentang hal-hal yang seharusnya mereka belum boleh dengarkan."

Yuhwi tau kalau Sojung menggunakan kata ganti jamak, yang artinya kalimat wanita itu bukan hanya ditunjukkan pada dirinya. Tapi tatapan mata Im Sojung yang dominan padanya, membuat Yuhwi merasa kalau Sojung sedang berusaha memberikan sindiran untuk dirinya.

"Omong-omong, Woongie eomma. Aku senang bisa bertemu dan berbicara dengan Woong. Tidak bisa dipercaya, tapi ternyata dia adalah teman satu kelas putriku."

Sempurna sudah strategi penyerangan yang Sojung lakukan untuk membunuh Yuhwi. Yuhwi tiba-tiba saja kaku, kehilangan kemampuan berbicaranya karena begitu terkejut. Wah ... dugaan Yuhwi dari awal memang benar rupanya. Im Sojung, sejak tadi berusaha untuk menyerang dirinya yang ketahuan berbicara omong kosong.

Unspoken

Ditemani Sekretaris Jang, Sojung masuk ke dalam rumah sakit milik keluarga suaminya. Suaminya bilang, dia sudah sampai dan sedang berbicara dengan dokter yang akan melayaninya. Hanya tinggal Sojung yang belum tiba dan menemui dokter kandungannya.

UnspokenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang