Unspoken: Twenty Seven ― 27

261 44 26
                                        

Akibat perkelahian antara Seokjin dan Seowoo, Keluarga Im berkumpul di ruangan Im Saegyeong di istana. Seowoo duduk bersama Ibunya, Namra dan Sohyeong duduk di sofa sebelah Seokjin dan Sojung, sementara Im Saegyeong duduk di tengah sebagai kepala.

Meski usianya sudah senja, wibawa dan ketegasan Saegyeong masih jelas terpancar. Tatapan matanya, dengan tajam mengarah pada Seowoo dan Seokjin bergantian. Mengingat betapa buruknya kelakuan cucu dan menantunya di kantor pusat KBC tadi. Saegyeong selalu memperingati Sojung, tapi ternyata yang tidak menjaga sikap justru cucu laki-lakinya juga menantu yang sebelumnya dia banggakan.

"Berani-beraninya kalian membuat keributan dengan berkelahi secara fisik, setelah rapat pemegang saham!" Im Saegyeong berkata demikian, sambil terus menatap dua manusia itu dengan tajam.

"Untukmu, Kim Seokjin. Bukankah kau sudah memenangkan hak suara? Kenapa kau perlu meninju Seowoo? Bukankah seharusnya kau bisa lebih bijak―mengingat dirimu adalah calon Kepala Pimpinan KBC yang akan dilantik segera?" Kali ini, Saegyeong mengarahkan pandangannya pada Seokjin. Entah hanya amarah atau ada sirat kecewa juga, yang jelas tatapan matanya benar-benar dingin pada Seokjin.

Sementara Kim Seokjin, dia menganggap bahwa dirinya tak sepenuhnya bersalah di sini. Seowoo memanipulasi keadaan, dia hanya menceritakan bagaimana dia dihajar Seokjin hingga habis-habisan, tanpa menceritakan penyebab Seokjin melakukan hal itu padanya. "Kurasa aku sudah melakukannya dengan baik. Aku tak bersalah, Harabeoji."

"Kau masih bisa membela dirimu seperti itu? Padahal hasil visum ada di depan matamu," sanggah Saegyeong. "Minta maaflah pada Seowoo, selesaikan dengan kekeluargaan, jangan sampai masalah ini dibawa ke pengadilan."

"Aku tidak akan pernah mau melakukan itu. Aku tidak pantas untuk meminta maaf pada Cho Seowoo." Dengan berani, Seokjin mengatakan kalimat itu dengan tegas, sambil menatap mata Saegyeong lalu beralih menatap Seowoo yang duduk di sebrangnya.

"YAK, KIM SEOKJIN!" Merasa marah karena diabaikan, Saegyeong berteriak dan merasa kesal pada Seokjin. Harusnya dia tahu sebelumnya, kalau pria dengan prinsip seperti Kim Seokjin tak akan mudah digoyahkan. Sebelumnya, itu yang menjadi alasan Saegyeong merasa kagum pada Seokjin, dia merasa seperti melihat dirinya pada suami cucunya itu. Tapi, dibantah oleh Seokjin kali ini, membuat api amarah Saegyeong mendadak mendidih dan merasa sangat marah pada pria itu.

"Harabeoji, Seokjin tidak bersalah." Sojung akhirnya bersuara. Wanita itu tahu kalau sampai kapanpun, Seokjin tak akan sudi meminta maaf pada Seowoo, sementara Kakeknya tidak akan mau terus diperlakukan seperti itu. Kalau dibiarkan, diantara Seokjin dan Saegyeong akan timbul konflik baru. Prinsip mereka yang sama-sama kuat, pasti akan memberikan perlawanan satu sama lain, nantinya. "Seokjin hanya berusaha membelaku, ketika terjadi pertikaian antara aku dengan Seowoo."

"Jadi, semuanya terjadi karena dirimu?" Saegyeong bertanya. "Sudah kubilang sebelumnya, kau harusnya menjaga sikapmu, Im Sojung. Perkelahian antar sepupu, bisa jadi hal yang sangat memalukan untuk keluarga. Apalagi kau dan Seowoo adalah cucu Presiden Korea!" Saegyeong merasa benar-benar kesal sekarang. Terlanjur marah pada Seokjin, tapi ternyata biang keladinya adalah Im Sojung―cucunya sendiri.

"Tunggu apa lagi? Minta maaf pada Seowoo sekarang!" titah Saegyeong pada Sojung.

Im Sojung tadinya akan berdiri, hendak berbicara dan menyampaikan permintaan maafnya pada Seowoo, tapi Seokjin tiba-tiba dengan tegas mengatakan kalimatnya. "Kalau kau masih menghargaiku sebagai suamimu, jangan pernah meminta maaf pada Seowoo―atas kesalahan yang tidak kau timbulkan!"

"Kim Seokjin, kau tidak boleh seperti itu." Sohyeong ikut bersuara akhirnya, karena khawatir konflik akan semakin panjang dan akhirnya berkelanjutan. Antara Seokjin dan Saegyeong seharusnya tidak pernah ada perselisihan. "Biarkan Sojung minta maaf pada Seowoo, lalu masalah akan selesai."

UnspokenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang