Haii guyss ini aku update lagi🫣
Happy reading!
Jangan lupa komen ya!
>><<
"Aduh, kayaknya habis ini gue mau tidur dulu," keluh Komori sambil menguap lebar, langkahnya gontai menuju gerbang sekolah.
"Lo udah tidur di kelas masih kurang aja?" Sakusa menatapnya heran.
"Ya gimana…" Komori menyeringai polos.
Sakusa hanya mendengus, hendak melangkah pergi ketika tangannya merogoh saku celana. Dahinya berkerut. "Hand sanitizer gue ketinggalan."
"Serius? Bukannya stok lo masih segudang di kamar?" Komori mengernyit.
"Iya, tapi sayang. Yang ini baru dipake sekali. Gue gak mau kebuang percuma, nanti bisa terkontaminasi sama kuman di kolong meja." Sakusa menanggapi santai sebelum berbalik.
Komori geleng-geleng kepala. Biarlah sepupunya itu sibuk dengan urusan kebersihan; dirinya lebih memilih buru-buru pulang dan rebahan.
"KASURRR I'M COMING!!!"
Sakusa kembali ke kelas, mengambil botol hand sanitizer dari kolong meja. "Masih ada ternyata."
Begitu hendak keluar, pandangannya menangkap sosok (Name) berjalan ke arah rooftop. Alisnya terangkat tipis. Jam segini? Ngapain ke sana?
Ia sempat ragu, tapi tatkala Cheryl juga terlihat melangkah ke arah yang sama, firasat buruk langsung mengusik. Biasanya Sakusa cuek dengan urusan orang lain, tapi kali ini instingnya bilang ada yang tidak beres.
Tanpa pikir panjang, ia membuntuti dari jauh.
Setiba di depan pintu rooftop, Sakusa mengintip pelan. Kedua gadis itu tampak berbicara di dekat pembatas. Awalnya terlihat biasa saja, tapi kemudian terdengar suara keras.
"TURUN GAK?! MASA LO MAU LOMPAT?!"
Mata Sakusa melebar. Cheryl berdiri di atas pembatas, seolah siap terjun. Dengan cepat ia mengeluarkan ponsel, menelepon Komori.
"Hal—"
"Toy, tolong telpon ambulans sekarang!" Sakusa menginterupsi dengan cepat, bahkan Komori belum sempat bersuara.
"Hah? Telpon ambulans ngapain?"
"Udah telpon aja jangan banyak tanya!"
"Ya gimana gue gak mau nanya? Kalo misalnya ditanya sama petug—"
"Tck! Telpon ambulans dan bilang ada percobaan pembunuhan! Buruan!"
"Hah?"
Tut! Sambungan langsung ia putus.
Ia kembali mengintip—dan dadanya seketika mengeras. Cheryl kini duduk terisak, pisau berlumuran darah tergeletak tak jauh darinya. Sementara itu, (Name) sempoyongan, menekan perutnya yang merah basah sebelum jatuh terkapar.
"LO GILA YA?!"
Sakusa menerobos masuk, berlari ke arah (Name). Cheryl menoleh kaget, tubuhnya gemetar.
"(Name)?" suara Sakusa serak, memanggil saat kesadaran gadis itu nyaris hilang. Tanpa ragu, ia membopong tubuhnya—tak peduli seragamnya berlumuran darah.
"Lo sakit, Cher!" geramnya tajam sebelum melangkah cepat meninggalkan rooftop.
>><<
"Mana sih Sakusa?" Komori mondar-mandir di depan gerbang sekolah, jantungnya berdegup cepat setelah menelpon ambulans.
"Emang ada apaan sampe Sakusa nyuruh manggil ambulans?" tanya Korai, wajahnya heran.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!
Hayran Kurgu(Fullname), murid pindahan dari SMA Sukawaras, awalnya mengira hidupnya akan berubah lebih baik setelah masuk ke SMA Haikyuu Elite--sekolah elit dengan segala fasilitas mewah: asrama keren, gedung tinggi ber-AC, kolam renang bersih, dan bahkan lift...
