[59] Rapat Komite

3.6K 496 315
                                        

"(NAME)!!!!! OMAYGAATTT!!!"

Teriakan menggelegar langsung menyerang gendang telinga (Name) begitu kakinya menginjak area sekolah. Langkahnya yang semula mantap menuju ruang rapat komite kontan terhenti. Ia menoleh, lalu mendapati sosok berambut cokelat berlari ke arahnya.

Detik berikutnya, tubuhnya digempur pelukan super erat dari Mai.

"Sumpah gue kangen banget sama lo!!" ucap Mai dramatis, kayak lagi syuting sinetron.

Tanaka, Noya, dan Osamu yang mengekor di belakang cuma bisa menghela napas. Wajah mereka kompak masam, seolah udah kebal lihat kelakuan dua gadis itu yang lagi-lagi berpelukan kayak Teletubbies reuni.

Segitunya lo kangen sama gue?" (Name) menyeringai begitu Mai melepas pelukannya.

"Hehe, iya dong. Kangennya tuh nggak bisa dijelasin pake kata-kata!" Mai nyengir lebar.

Tanaka dan Noya refleks memutar bola mata. Osamu bahkan sempat mendengus kecil.

"Duh, susah ya jadi orang ngangenin," (Name) menambahkan dengan gaya sok paling keren.

"Pede banget lo!" Tanaka mencibir.

"Yaelah, ngaku aja deh. Lo juga pasti kangen sama gue kan, Tanaka?" goda (Name) sambil nyolek dagu si botak.

Tanaka langsung bergidik ngeri. "SIAPA JUGA YANG KANGEN AMA LO?!"

"Halah, tsundere. Nih, bukti: pas lo gak ada kemarin, mereka berdua yang paling bawel nyariin lo!" Mai membongkar.

"MANA ADA?!" Tanaka dan Noya kompak teriak protes.

(Name) ngakak, tangannya menyibak rambut ke belakang dengan gaya ala-ala iklan shampoo. "Gue nggak nyangka kalo gue segini ngangeninnya, loh."

"MAI! LIAT! LO KEBANYAKAN MUJI DIA JADI KEPEDEAN!!" Tanaka gemas sendiri.

(Name) dan Mai pecah ketawa. Lalu, pandangan (Name) beralih pada Osamu yang dari tadi cuma jadi penonton setia.

"Sam, lo juga kangen gue kan?" pancingnya.

Osamu mengerut, lalu menatapnya datar. "Enggak. Kata siapa?"

"Halah, bilang aja susah banget sih," (Name) masih ngegoda.

Alih-alih terbawa, Osamu malah ngelirik julid. "Daripada ributin gue kangen apa enggak, mending lo buru-buru masuk. Rapatnya mau mulai kan?"

(Name) terdiam sejenak, lalu menepuk dahinya. "Ya ampun! Hampir gue lupa!"

Padahal tadi Suna udah ngingetin. Tujuannya ke sekolah memang untuk rapat komite—membahas ulang kasusnya.

Mai menepuk tangan (Name) lembut, menggenggam erat. Ekspresinya berubah khawatir. "Lo pasti bisa. Semangat ya. Pokoknya jangan takut, karena ada kita di sini."

"Betul! Kita dukung lo seratus persen!" Tanaka menepuk bahunya.

"Lo ceritain aja semua yang beneran terjadi, jangan ditutup-tutupin. Kita ada di belakang lo," sambung Noya.

"Dan... sekarang lo harus kuat. Tunjukin ke mereka lo gak salah," Osamu menambahkan, lalu menepuk puncak kepala (Name) pelan. "Semangat."

(Name) tersenyum tipis, rasa hangat menyusup lewat dukungan sahabat-sahabatnya. "Makasih, guys. Gue beruntung banget punya kalian."

"Btw, lo ke sini sendiri?" Osamu tiba-tiba nanya, sambil melirik sekitar.

"Tadi gue bareng Suna. Tapi dia lagi nyamperin Yaku, jadi gue ke sini sendiri," jawab (Name).

Osamu mengangguk. "Ya udah. Lo masuk aja. Kalo ada apa-apa, kita tunggu di luar."

(Name) menarik napas panjang. Tangannya meraih kenop pintu, lalu memutarnya dengan mantap. Jantungnya berdegup lebih kencang—tapi dukungan tadi bikin langkahnya lebih tegak.

HAIKYUU X READERS || HIGH SCHOOL ELITE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang