57. Dua Bocil meresahkan

707 90 7
                                    

Berapa lama ya aku gak up?? 🤔

Sangking sibuknya di dunia real lupa kalau punya cerita wkwk,

Ada yang masih setia nunggu cerita I dan N?

----

"Aku pulang malam."

Nadira terdiam, namun setelah itu mengangguk dan tersenyum.

Ilham membenarkan sedikit dasinya yang tak benar, pria itu menatap penampilannya di kaca besarnya. " Ra, kamu jangan nunggu aku ya, kalau mau tidur-tidur aja duluan. " Ucap Ilham.

Nadira mengangguk, ia menatap suaminya, tanganya terulur untuk mencium tangan Ilham. Ilham menyondorkan tanganya, pria itu mengecup puncak kepala Nadira bertepatan Nadira mencium tangan punggung Ilham.

"Aku pergi dulu, kamu jangan nakal. " Ucap Ilham.

Nadira mengangguk dan tersenyum.

" Assalamu'alaikum. "

"Waalaikumsalam."

Nadira menatap Ilham yang perlahan hilang dari pandanganya, wanita itu berjalan keluar dari kamar, ia turun dari lantai dua mengikuti Ilham dari belakang.

Sudah di depan pintu utama, Nadira menatap suaminya yang sudah pergi membawa mobil kesayangannya.....

----••

Gentala Farelndra Hanan.

Itu adalah nama baru Gentala, nama yang sudah dipikirkan oleh Ilham maupun Nadira. Suami istri itu, mengadopsi Gentala--atau Gentala menjadi anak angkat kedua pasutri itu.

Keluarga Nadira ataupun keluarga Ilham setuju, bahkan mereka sangat setuju, termasuk juga dengan masyarakat yang berada di kolong jembatan tempat dulu Gentala tinggal, mereka semua setuju Gentala di adopsi oleh Ilham dan Nadira, karena dengan begitu bocah itu tak kekurangan kasih sayang.

Awalnya Gentala sangat pemalu, bahkan bocah itu tak keluar kamar jika Cakra tak memaksanya keluar.

Maklum Gentala masih beradaptasi di tempat barunya.

"Bang Genta!! Ayoo tendang bola nya!! " Seru Cakra yang melambai-lambaikan tanganya ke udara menyuruh Gentala mengoper bola.

Gentala menatap Cakra lalu menendang bola itu.

Cakra tersenyum sumringah, ia dengan lihainya menendang bola lalu memasukannya kedalam gawang lawan.

"YEEY!! GOL!!! "

Cakra menggoyangkan badanya karena terlalu gembira bisa mencetak gol.

"Goll goll! "

Jadi mereka sedang bermain di taman komplek bukan mereka saja si, melainkan ada tiga bocah seumuran Cakra lagi.

Mereka, Rezfan, Alam dan Semesta.

"Bang Genta bolanya masuk gawang." Ucap Cakra dengan semangat.

Gentala tersenyum manis. " Hebat banget! " Seru Gentala dengan semangat.

Alam Dan semesta menatap satu sama lain, kedua bocah kembar itu menatap bola.

" Cakra, bolanya masuk kolam ikan." Ucap Alam menunjuk bolanya masuk ke kolam.

Cakra berhenti kegirangan, ia menatap bola itu, matanya membulat menatap bola yang berada di kolam ikan mas.

"Aku ambil yaa, kata daddy kolamnya gak dalem." Ucap Cakra, bocah itu berjalan ke kolam itu untung mengambil bola.

"WAHH BANYAK IKANYA! "

----••

Nadira memainkan handphonenya, ibu dua anak itu sedang melihat baju di toko online shop.

ILHAM DAN NADIRA •| ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang