Seorang laki-laki berumur hampir menginjak 19 tahun itu sedang mengerjakan tugas kampusnya dengan sangat teliti.
Ya, Dia adalah Ravish, Setelah menyelesaikan pendidikan diluar negeri yang memakan waktu 10 bulan itu, Dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
Seharunya dia berada disana 1 tahun, Tetapi karena pada saat dia berada disana selama 5 bulan Daddynya memberi kabar bahwa bubunya sedang mengandung dia segera menyelesaikan pendidikanya dengan kilat, Tentu saja dengan bantuan otaknya yang berada diatas rata rata.
Jika kesepakatan awal sebelum dia berangkat kejepang Daddynya mengatakan bahwa setelah pendidikan dia harus mengambil alih perusahaan secara penuh, Tetapi sekarang tidak karena Bubunya belum tega membebani putra kesayanganya di umur yang masih tergolong muda ini, Reyhan mengatakan bahwa Ravish boleh kapan saja membantu dikantor, Atau dalam artian masih dibebaskan.
Sekarang Ravish memilih melanjutkan kuliahnya disini, Tentu saja dia memilihi Universitas ternama yang satu tempat dimana sahabat SMAnya juga bekuliah.
Bukan tanpa alasan dia mau melanjutkan kuliah, Ravish merasa bahwa ilmu yang dia dapat diluar masih belum cukup, Selain itu dia juga masih ingin menghabiskan waktunya bersama sahabat dan juga teman teman Geng Motornya yang sampai sekarang masih dia pimpin.
TokTokTok
"Kakak!"
"Masuk Bu, Pintunya ngga kakak kunci!"
Pintu terbuka menampilkan Reyhan yang tengah menggendong bayi berumur 7,5 bulan itu, Bayi yang diberi nama RAFAEL RAFINDRA ARGANATA, Memiliki wajah yang menggemaskan dan terdapat lesung pipi yang membuat dirinya semakin terlihat manis.
"Makan malam dulu yuk, Kak" Ajak Sang Bubu padanya.
"Bentar dulu Bubu, Kurang sedikit lagi, Nanti Kakak menyusul" Ucap Ravish menoleh sebentar ke arah Reyhan dan kembali melanjutkan pekerjaanya.
"Ya sudah, Jika sudah selesai langsung kebawah ya, Bubu tunggu dibawah" Ucap Reyhan seraya mengelus kepala Ravish
"Tata tattaaa" Celoteh Baby Rafa seraya memainkan rambut Ravish membuat Ravish menolehkan kepalanya ke arah Baby Rafa.
"Kakak gendong ya bubu?" Izin Ravish pada Reyhan.
"Bener mau gendong adek? nanti dia ganggu kamu loh" Ucap Reyhan.
"Engga bakal ganggu kok" Ucap Ravish
"Baiklah" Ucap Reyhan seraya menyerahkan Baby Rafael pada Ravish.
"Tattaa tattaataa" Celoteh baby Rafa berbinar menatap sang kakak.
"Sini kakak peluk El" Ucap Ravish seraya memangku baby Rafa lalu mendekap tubuh mungil sang adik.
Rafa terlihat sangat nyaman berada didekapan sang kakak, Tanganya memainkan baju sang kakak, hal itu membuat Reyhan tersenyum.
"Kakak beneran gapapa bubu tinggal adek disini?"Tanya Reyhanlagi.
"Gapapa Bubu, Bubu kebawah dulu saja, Nanti kakak akan menyusul sama adek jika ini sudah selesai" Ucap Ravish meyakinkan sang Bubu
"Baiklah bubu kebawah dulu ya, Jagain adeknya" Ucap Reyhan yang dibalas anggukan oleh Ravish.
Reyhan segera pergi, Tidak lupa dia kembali menutup pintu kamar putranya, Karena dia tau jika Ravish tidak suka jika pintu kamar terbuka saat dirinya didalam kamar.
"Temenin kakak dulu ya" Ucap Ravish menatap Baby Rafa yang tengah menatapnya.
"Tatttaa?"
"Iya adek, Temenin kakak mengerjakan tugas lalu kita adan makan malam" Ucap Ravish yang dibalas celotehan oleh Baby Rafa.
Setelah pekerjaanya selesai, Ravish segera merapihkan buku bukunya dengan tangan sebelah yang masih menggendong baby Rafa.
Saat semua sudah selesai, Ravish pergi kebawah dengan menggendong Baby Rafa.
"Malam Bubu, Daddy" Sapa Ravish.
"Malam sayang/ Son" Jawab mereka.
Reyhan mengambil alih baby Rafa untuk dia gendong.
"Adek tidak nakal kan?"
"Tidak Bubu, Adek anteng kok" Jawab Ravish.
"Mau Bubu ambilkan makananya?"Tanya Reyhan
"Tidak usah Bubu, Kakak busa sendiri kok" Ucap Ravish tersenyum lalu mengambil makanan.
"Bagaimana kuliah kakak hari ini?" Tanya Arva yang sudah selesai makan.
"Baik Dad, Seperti biasanya" Jawab Ravish.
"Bagus, Kakak harus rajin" Ucap Arva yang dibalas anggukan oleh Ravish.
Setelah makan malam mereka pergi keruang keluarga untuk sekedar menghabiskan waktu sebelum tidur.
"Bubu?"
"Ada apa kak?"Tanya Reyhan
"El tidur sama kakak ya" Pinta Ravish yang tengah memangku baby Rafa/El.
"Tapi nanti adek akan mengganggu kakak jika nanti malam haus" Ucap Reyhan.
"Tidak apa apa Bubu, Nanti Kakak akan buatkan El susu, Bubu siapkan saja susu sama air hangatnya" Ucap Ravish kekeh.
"Biarkan Baby tidur bersama Kakak, Sayang. Toh tidak setiap hari" Ucap Arva.
"Tapi Dad, Pasti nnanti tidur kakak terganggu" Ucap Reyhan takut jika Baby Rafa rewel.
"Boleh ya bubu, Kakak jamin nanti El tidak akan rewel" Ucap Ravish yang pada akhirnya membuat Reyhan pasrah.
"Baiklah, kalau ada apa apa bangunkan bubu ya"
"Iya bubu"
"Ya sudah, Kakak sama adek ke kamar, Nanti akan bubu siapkan kebutuhan Adek" Ucap Reyhan.
"Selamat malam Bubu, Selamat malam Daddy" Ucap Ravish
"Malam kakak" Jawab Reyhan dan Arva bersama.
Ravish pergi ke atas dengan baby Rafa digendonganya.
"Kamu bahagia sayang?"tanya Arva melihat Reyhan tidak berhenti tersenyum melihat kedua putranya.
"Bahagia sekali Dad" Ucap Reyhan segera memeluk tubuh Arva.
"I Love You my wife "
"Love you to my posessif husband"
END
HAI GUYSS, GIMANA NIH KABARNYA, CERITA INI UDAH BENER BENER END YAA, KALIAN SETUJU NGGA KALAU AKU BUAT CERITA BABY RAVISH DENGAN TEMA BL LOKAL?, MAAF YA KALAU CERITANYA BANYAK KATA KATA YANG SALAH ATAU TYPO YANG BERTEBARAN, SOALNYA AUTHOR SUKA KURANG TELITI KALAU NULIS.
Byee guyss,TERIMAKASIHH🙏🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
Posessif husband (BxB)
RomanceIni bukan kisah cinta dengan banyak rintangan, Ini hanya cerita cinta dengan kisah yang romantis dan sederhana
