:)

4.2K 163 31
                                        

Seorang lelaki paruh baya berjalan mendekati tempat peristirahatan terakhir kekasih hatinya dengan membawa bunga tabur dan sebuket bunga Lily putih ditangannya, lelaki paruh baya itu tersenyum saat dirinya sudah berada disebelah makam sang istri.

Dia mulai mencabuti rumput rumput yang mulai muncul disekitaran makam yang sudah hampir 2 Minggu tidak ia kunjungi, setelah makam itu kembali bersih dirinya menaburinya dengan bunga mawar dan juga menata sebuket bunga Lily putih yang tadi dia bawa.

Beberapa saat dia terdiam, matanya menatap nisan yang tertuliskan nama sang istri.

Tangan pria paruh baya itu kembali mengelus nisan sang istri.
"Aku kembali lagi sayang" lirihnya

Pria itu kembali terdiam, air matanya mulai membasahi wajah yang mulai menua itu.

"Maafkan aku yang tidak mengunjungi mu beberapa hari ini, sekarang tubuhku sudah tidak sekuat dulu sayang, bahkan beberapa hari yang lalu aku hanya bisa berbaring diranjang rumah sakit, kau pasti disana sekarang sedang marah denganku, maafkan aku" pria itu menghapus air matanya

"Saya rindu kamu, Saya rindu dengan suaramu, saya rindu dengan tingkah manjamu, saya rindu dengan masakanmu, saya rindu apapun tentang semua yang ada pada dirimu sayangku" lirih lelaki itu berbisik pada nisan didepannya lalu mengecupnya

"Kenapa kau mengingkari janjimu, dulu kau berkata akan selalu disisiku, tapi kenapa kau lebih memilih pergi dulu daripada hidup bersamaku, tanpa kamu semuanya terasa sepi, anak anak kita sudah punya kehidupan sendiri sekarang, mereka selalu memintaku untuk tinggal bersama mereka tetapi aku tidak akan ikut bersama mereka" Ucap pria paruh baya itu lalu menghela nafas pelan.

"Kenangan kita begitu banyak dirumah itu, bagaimana bisa aku meninggalkan rumah yang dulu selalu dipenuhi dengan canda tawamu, kau harus tau sayangku, semua yang ada dirumah kita masih sama, bahkan tidak ada yang berumah sedikitpun, semua masih seperti terakhir kalinya kamu menatanya, semua barang barang milikmu masih tertata dengan rapi dikamar kita" Ucap pria paruh baya itu tersenyum lembut seolah olah sedang berbicara dengan istrinya

Jauh dibelakangnya terlihat seorang pria yang melihatnya dari jauh, itu adalah putra dari pria paruh baya itu, dia ikut mengantar sang ayah untuk mengunjungi makam sayang ibu, dia lebih memilih melihat dari jauh untuk memberi ruang untuk sang ayah.

Sebelumnya sang ayah 3 hari sekali selalu pergi kesini untuk sekedar. Mengunjungi ataupun berkeluh kesah setelah sang ibu tiada, bahkan penjaga makam pun sampai hapan dengan sang ayah karena sang ayah yang tidak pernah absen kesini.

Tetapi beberapa hari ini sang ayah tidak bisa mengunjungi makam ibunya karena sang ayah sakit karena faktor umurnya dan harus dirawat di rumah sakit selama satu Minggu.

Walaupun sekarang sang ayah belum begitu sembuh, namun dia memaksa agar dia bisa mengunjungi makam ibunya, sebagai anaknya dia hanya bisa menuruti permintaan sang ayah.

Melihat bagaimana ketulusan ayahnya dia tidak tega untuk menolak.

Apalagi selama 4 tahun terakhir setelah meninggalnya sang ibu, ayahnya seperti sudah tidak memiliki semangat hidup,  ayahnya itu sudah seperti pasrah dengan takdirnya.

Kembali lagi dengan pria paruh baya yang masih setia duduk disebelah makam sang istri.

"Kau tau sayang, sekarang aku sudah tidak perlu khawatir dengan kehidupan kedua putra kita, mereka sudah jaya dengan kehidupan mereka masing masing, aku sudah merasa lega sekarang" lirih pria paruh baya itu
"Beberapa hari lalu aku bermimpi bertemu denganmu, kau cantik sekali, masih sama seperti terakhir kali kita bertemu, kenapa hanya sebentar saja kau datang, bahkan aku belum sempat memelukmu dimimpiku, apakah kau disana juga merasakan apa yang aku rasakan sekarang sayangku?, aku sangat merindukanmu, aku merindukan istri kecilku" lirih pria paruh baya terkekeh namun airmatanya tak berhenti menetes.

"Dad, ayo kita pulang, sekarang sudah waktunya Daddy istirahat" suara membuat pria paruh baya itu menoleh kebelakang.

" Sebentar "

Pria paruh baya itu kembali mengelus nisan sang istri
"Aku pulang dulu sayang, setelah ini aku akan sering menemuimu, aku mencintaimu" ucapnya lirih

Sang anak membantu ayahnya berdiri, mereka menatap gundukan tanah yang ada didepan mereka, lalu beranjak pergi meninggalkan makam itu.

"Aku sangat merindukanmu sayangku, Reyhan Arganata" batin pria paruh baya

"Rav rindu sekali dengan Bubu, Rav sayang bubu" Batin sang anak

Ya, mereka adalah Arva dan Ravish, dan makam itu adalah makam Reyhan.

4 tahun sudah Reyhan meninggalkan mereka, Bahkan mereka tidak menyangka kesayangan mereka pergi lebih dulu karena sebelum pergi Reyhan tidak sakit apapun, laki laki itu hanya mengatakan jika dirinya tidak enak badan lalu ingin istirahat, namun ketika Arva ingin membangunkan sang istri, Reyhan sudah tidak bernafas dan setelah dicek oleh dokter Reyhan dinyatakan meninggal dunia.

Dan orang pertama yang sangat sangat kehilangan Reyhan adalah Arva, Arva hampir gila jika tidak ada kedua putranya yang selalu disampingnya.




#

#

HAI GUYSSS
MAAAFFFFF

JANGAN SALAHIN AKU POKOKNYA, SOALNYA AKU JUGA CUMA IKUTIN KATA HATI BUAT NULIS INI😭😭😭😭😭

MAAFIN AUTHOR YAA

BTW APA KABAR KALIAN? MASIH INGET CERITA INI GAA?

Posessif husband (BxB)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang