;)

2K 90 3
                                        

Lelaki paruh baya yang baru saja pulang dari makam istrinya itu masuk ke ruang kerjanya, ruangan yang dulu selalu dia gunakan untuk bekerja itu sekarang sudah ia sulap menjadi ruangan penuh kenang kenangan.

Dari barang barang koleksinya maupun milik Reyhan, diasana juga banyak sekali foto foto kebersamaan keluarganya.

Matanya tertuju kepada figura foto yang sama besar dengan foto pernikahannya, yaitu foto bersama terakhir yang mereka abadikan sebelum kepergian Reyhan.

Foto yang di ambil saat pernikahan Raffael sekitar 4 tahun lalu tepat 2 bulan sebelum Reyhan pergi.

Disana terlihat mereka menggunakan baju senada, Reyhan terlihat tersenyum manis di dalam foto itu, mungkin karena perasaan senang setelah berhasil merawat kedua putranya sampai mereka punya hidup masing masing.

Tak ada yang mengira jika itu adalah foto bersama mereka terakhir kalinya, jika saat itu ia tau istrinya akan pergi secepat itu mungkin dia akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan sang istri.

Arva mengambil foto Reyhandi atas meja yang dulu ia abadikan saat mereka pergi ke pantai, tanyannya mengelus kaca figura yang melapisi foto itu.

"Sudah empat tahun sayang, mungkin jika sekarang kamu ada di sini kamu pasti akan bosan mendengar saya mengatakan rindu,  saya sudah mencoba untuk berusaha hidup normal seperti dulu, tapi kamu pasti tau jawabannya, saya tidak bisa tanpa kamu disini sayang" Lirih Arva memandang foto ditangannya.

4 tahun ditinggal pergi sang istri membuat Arva benar benar kehilangan semangat hidupnya, Ucapan dulu yang sering dia ucapkan bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Reyhan bukan hanya bualan semata, itu memang benar bahkan jika tidak ada kedua putranya yang selalu mendampingi dirinya dia tidak yakin bisa bertahan sampai saat ini.

Setelah kepergian Reyhan, Arva sudah tidak mau memegang bisnisnya dia membuat keputusan bahwa saat itu juga dia akan membagi seluruh aset yang dia punya untuk kedua anaknya tanpa tersisa, adapun sisa itupun hanya untuk keberlangsungan hidupnya karena dia pada saat itu juga memutuskan tidak akan bekerja lagi apapun yang terjadi dia akan menyerahkannya kepada Ravish dan Raffael.

Ravish dan Raffa sempat menolak karena sang ayah masih hidup, mereka merasa bahwa sang ayah masih berhak atas aset miliknya, tapi dengan keputusan yang Arva buat Mereka akhirnya menerima, apalagi melihat bagaimana keadaan ayahnya saat itu yang seperti orang yang tidak punya semangat hidup membuat mereka menerima tanggung jawab itu, dengan kondisi ayahnya yang seperti dulu mereka berdua takut jika usaha yang ayahnya bangun dari nol akan menurun.

Mereka berpikir bahwa keputusan yang ayahnya buat hanya sekedar keputusan sementara yang mungkin ayahnya itu akan berubah pikiran, namun setelah berjalannya waktu mereka paham bahwa sang ayah memang sudah tidak berniat untuk bekerja lagi

Kembali ke Arva, lelaki paruh baya itu kembali meletakkan foto sang istri ketempat semula, dia berjalan ke arah kursi santai yang ada di dekat jendela, entah mengapa setelah sembuh dari sakitnya beberapa hari yang lalu, dia merasa hari harinya terasa begitu berat.

"Saya sudah menuruti semua keinginanmu dulu, bahkan saya sudah mengunjungi semua tempat yang dulu belum sempat kamu kunjungi, sayangnya tidak ada kamu disini menemani saya" Lirih Arva seakan berbicara dengan sang istri

Pikirannya kembali ke beberapa tahun yang lalu dimana dia menghabiskan waktu bersama Reyhan tanpa tahu bahwa hari itu hari terakhir mereka menghabiskan waktu bersama.

#FLASHBACK #

Reyhan tersenyum melihat foto yang mereka ambil sekitar 2 bulan yang lalu terpajang rapi di dinding ruang keluarga, bahkan saking senangnya dia mengabaikan suaminya yang sedari tadi duduk di sofa melihat kelakuan sang istri.

"Duduk sayang, kamu tidak perlu berdiri terus seperti itu untuk melihat fotonya" Ujar Arva yang sudah tidak tahan melihat istrinya sedari tadi hanya diam memandang figura besar dihadapannya.

Reyhan tersenyum lalu berbalik menghampiri Arva
"Aku tidak menyangka Mereka sudah menikah, kita benar benar sudah tua dad" Ucap Reyhan duduk disebelah Arva dan menyandarkan kepalanya di pundak Arva.

"Memang sudah saatnya mereka menjalani kehidupan mereka sendiri, tugas kita hanya memantau sekarang" ucap Arva

"Aku ingin pergi ke Jogja" Ucap Reyhan mendongak menatap suminya

"Tiba tiba sekali?"

"Daddy tidak mau? Yasudah" Ucap Reyhan menggeser duduknya

Arva tersenyum kecil
"Jangan seperti itu, Daddy hanya bertanya kenapa tiba tiba sekali ingin pergi ke sana, bukan berarti tidak mau" ucap Arva dengan sabar

Entahlah, umur Mereka sudah tua namun sifat Reyhan masih sama yaitu suka sekali ngambek karena hal hal sepele.

"Hanya ingin saja, setelah anak anak menikah aku merasa sangat kesepian, apa lagi saat Daddy bekerja, kenapa sih masih kerja udah tua juga" ucap Reyhan tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya

"Daddy masih kuat sayang"

"Bukan masalah kuat atau tidaknya dad, kita itu sudah tua sudah waktunya Daddy istirahat, biarkan Ravish dan El yang mengurus perusahaan, Aku yakin kalau mereka berdua sudah bisa" ucap Reyhan

"Daddy akan pikirkan, tapi tidak sekarang" Ucap Arva menatap sang istri

"Baiklah" Ucap Reyhan yang sudah pasrah, sepertinya suaminya itu sekarang memang belum bisa tanpa pekerjaannya.

"Terimakasih"

"Untuk apa?"

"Karena Daddy masih disini sama Reyhan, Dulu aku kira Daddy hanya main main, dulu aku takut sekali jika suatu saat Daddy cari yang lain karena Daddy sangat di incar perempuan perempuan apalagi temen Daddy itu, Sekarang sudah tidak lagi karena sampai sekarang Daddy masih ada disini" Ucap Reyhan

"Pikiran macam apa itu, seharusnya Daddy yang berkata seperti itu" Ucap Arva

Arva menatap istrinya, walaupun sudah paruh baya tetapi istrinya masih terikat sangat manis
Arva membawa tubuh istrinya kedalam dekapannya lalu mengecup kening sang istri

"Terimakasih sudah mau hidup dengan saya sampai sejauh ini" Ucap Arva

#FLASHBACK OFF#

"Entah sampai kapan tuhan terus menahan saya berada disini, Keinginanku masih sama, bertemu denganmu dan memelukmu disana" Ucap Arva lirih menatap keluar jendela








Posessif husband (BxB)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang