☺️

83K 4.1K 64
                                        

Menjadi istri seorang Arvandra itu bukanlah hal yang mudah, Banyak orang diluaran sana yang membencinya karena Iri, Bahkan banyak sekali seseorang yang meneror bahkan ingin mencelakai Reyhan.

Arva sedari awal sudah mengetahui itu dan itu membuat dia marah, Dia memperketat penjagaan rumah, Reyhan pun jika keluar harus ditemani dengan 5 Bodyguard dan juga 1 supir kepercayaan Arva.

.........

Pagi harinya , Sang dominan lebih dahulu terbangun, Dia memandang seseorang yang ada didalam dekapnya, sungguh ciptaan tuhan yang sangat indah, 'istri' sangatlah cantik ketika tidur.

Dilihatnya jam yang ada disudut ruangan, Arva segera membangunkan Reyhan karena ini sudah lewat jam sarapan.

"Baby, Wake up" Bisik Arva seraya mengecup kening Reyhan lama.

"Emhh, Pagi Om" Ucap Reyhan dengan suara khass tidurnya.

"Morning baby, Bangun yuk ini sudah lewat waktu sarapan" Ujar Reyhan setelah itu mengecupi seluruh sisi wajah Reyhan.

"Hahaha sudah om geliii" Ujar Reyhan merasa kegelian.

Arva menghentikan kegiatanya lalu menggendong Reyhan menuju kamar mandi, Reyhan yang sudah terbiasa mandi bersama pun hanya diam didalam gendongan Arva.

Selesai mandi mereka bersantai disofa kamar, Hari ini Arva libur, Lebih tepatnya meliburkan diri, Dia ingin menghabiskan hari ini dengan 'istri'nya.

"Memikirkan sesuatu hm?" Tanya Arva saat melihat Reyhan melamun.

"Eenggak om" Ujar Reyhan kembali menenggelamkan tubuhnya didalam dekapan Arva

Jika kalian bertanya kenapa Rey memanggil suaminya om, karena sedari awal mereka bertemu Rey sudah memanggil Arva dengan sebutan "Om" dan itu sama sekali tidak membuat Arva marah ataupun tidak suka, Arva tau jika Reyhan tidak terbiasa memanggilnya dengan panggilan lain, Jadi dia tidak terlalu memaksa Reyhan untuk urusan nama.

"Kamu bosen sayang?" Tanya Arva seraya mengelus surai lembut Reyhan.

"Enggak Om, Rey mau gini aja" Ujar Reyhan yang sudah nyaman didalam dekapan Arva.

"Hahaha baiklah, tapi setelah ini kita harus sarapan oke! Aku tidak ingin terjadi apa apa padamu!" Ujar Arva seraya mengeratkan dekapanya pada Reyhan.

Sekitar 15 menit mereka berada diposisi seperti itu, Arva melihat kearah jam dinding lagi, Dia takut jika 'istri'nya akan sakit jika telat makan.

"Sudah, Ayo kita sarapan" ujar Arva mengengkat tubuh Reyhan yang ada didekapanya.

"Rey bisa jalan sendiri om" Ujar Rey yang tengah mengalungkan Tanganya dileher Arva.

Arva tidak menjawab, Dia tetap berjalan menuju ruang makan, Sampai disana dia meletakkan tubuh Reyhan dengan hati hati.

"Aku ingin membantu Bibi menghidangkan makananya" ujar Reyhan seraya ingin berdiri.

"Tidak perlu baby, biar mereka yang menyiapkan" Ujar Arva

"Tap—"

"Duduk sayang!!" Ujar Arva tegas.

"Baiklah" Ucap Reyhan kembali duduk dengan menundukkan kepalanya.

"Biarkan mereka saja, Tidak perlu capek capek membantu mereka oke?!" Ucap Arva saat tau gelagat 'istri'nya.

"Iya" Ucap Reyhan mengangguk.

"Sekarang makanlah" ujar Arva seraya mengelus surai lembut Reyhan .



Hai guys, maaf ya aku up nya sedikit-sedikit, Soalnya otakku sekali dapat ide cuma sedikit-sedikit😭😭😭

Posessif husband (BxB)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang