👶

12.3K 437 10
                                        

Terdengar suara tawa dari bayi laki-laki yang terdengar seisi rumah milik Arva itu.

Ravish baru sampai sore tadi, dia sampai ketika baby Rafael tetidur, Reyhan segera menyuruh putranya untuk membersihkan diri dan istirahat sembari menunggu baby El bangun.

Saat ini mereka berdua sedang berada diruang keluarga dengan baby El yang tengkurap di atas perut Ravish yang juga tidur terlentang di atas karpet bulu yang berada di depan televisi.

Disana juga ada Arva dan Reyhan yang duduk di sofa melihat kelakuan kedua putranya.

Sedari tadi mereka tidak berhenti tertawa karena Ravish menciumi wajah adiknya itu membuat Baby El tertawa geli.

Reyhan dan Arva bersyukur Ravish tumbuh menjadi anak yang berbakti dan tidak pernah persikap buruk kepada keluarga, Walaupun Reyhan tau ketika diluar Ravish tetap seperti anak laki laki-laki pada umumnya yang sering nakal dan bandel.

Namun itu bukan masalah yang besar. Ravish bisa menyesuaikan tempat dirinya berada, Ketika dia berada diluar dan berbuat bandel, sebisa mungkin Ravish tidak akan membawa nama kedua orang tuanya, Dia akan menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa menyusahkan Rey ataupun Arva.

Bahkan saking takutnya Reyhan marah kepadanya, Ravish menceritakan hal apa yang membuat dia berada dalam masalah, karena Ravish tau ketika Reyhan lebih dulu tau masalahnya dari orang lain, bubu nya itu akan marah kepadanya.
Namun bukan berarti dia tidak pernah ceroboh, Beberapa kali dia membuat Reyhanenangis khawatir karena dia pulang dengan keadaan babak belur.

Melihat kedua putranya masih belum berhenti tertawa, Reyhan menghentikannya. Karena jika terlalu lama tertawa babby El tidak bisa tertidur nyenyak.

"Sudah dulu mainnya, Kita makan malam dulu setelah itu baru tidur" Ucap Reyhan kepada kedua putranya.

"Mam?" baby El mendongak menatap Bubu nya saat mendengar kata makan.

Sepertinya bayi laki-laki itu tertarik untuk makan lagi, walaupun setelah bangun tidur baby El sudah makan dan itu juga disuapi oleh Ravish.

"Iya, Adek mau makan lagi?" Tanya Reyhan seraya membawa tubuh baby El kedalam gendongannya.

"Mau mam, bubuu" rengek Baby El menenggelamkan kepalanya dileher Reyhan.

"Iya sayang, Tapi janji dulu kalau makan jangan di muntahin lagi okee!" Ucap Reyhan

"Oteee" Jawab Baby El dengan antusias.

"Daddy, kakak ayo makan dulu" pinta Reyhan pada kedua laki laki yang sudah sama sama duduk di atas sofa.

Reyhan segera pergi keruang makan di ikuti oleh Arva dan Ravish, Sesekali baby El tertawa melihat kakaknya yang berjalan dibelakangnya.

Setelah makan malam mereka pergi ke kamar mereka masing masing, yang berbeda malam ini adalah baby El tidur bersama Ravish dan itu permintaan Ravish sendiri.

"Kakak jagain adek ya, Nanti kalau adek rewel bawa aja ke kamar bubu" ucap Reyhan kepada kedua putranya yang sudah berbaring di ranjang.

"Iya bubu"

"Baiklah, Bubu sama Daddy keluar dulu, selamat malam" Ucap Reyhan seraya mengecup kening kedua putranya lalu segera pergi keluar kamar sang putra bersama dengan Arva.

Setelah dari kamar putranya, Reyhan memilih membersihkan dirinya sebelum tidur, Sedangkan Arva, Dia izin untuk ke ruang kerjanya sebentar karena ada dokumen yang harus dia selesaikan.

Karena merasa dirinya belum benar benar mengantuk, Reyhan memilih pergi ke balkon kamarnya untuk menikmati suasana malam hari.

Reyhan berdiri berpegangan pada pagar yang ada di balkon, Matanya menatap ke arah langit yang terlihat sangat cerah dihiasi bulan dan beberapa bintang.

Sudah lama Rey tidak melakukan hal seperti ini, bukan berarti dia tidak mau, tapi setiap malam mereka akan langsung tidur setelah makan malam, kalau tidak begitu pasti mereka bermain dengan anak anak, Apalagi Arva tidak akan membiarkan istrinya tidur terlalu larut.

Terlalu lama menatap langit membuat dirinya teringat dengan putri kecilnya Arvia Asyira Arganata, Putri cantik yang sudah menemani mereka selama 8 tahun, Jika di ingat ingat dulu waktu awal kehamilan Asyira, Reyhan tidak tau bahwa dirinya hamil, Dia mengetahui ketika usia kehamilannya sudah umur hampir 4 bulan dan itu hampir menyebabkan dirinya keguguran.

Dikehamilannya yang kedua, Rey tidak merasakan apa apa seperti orang normal, Dia hanya merasakan ngidam ketika umur kandungannya sudah berumur 8 bulan.

Bohong jika dirinya tidak rindu dengan putrinya, Asyira adalah gadis manis yang sangat penurut, Dia akan selalu meramaikan seisi rumah dengan tingkah menggemaskannya setiap hari.

Setelah kepergian anak perempuannya, Reyhan hampir saja membunuh dirinya sendiri karena merasa gagal menjaga putrinya, Untung saja saat itu Arva berhasil menenangkan dirinya dan menjelaskan bahwa yang terjadi kepada mereka adalah takdir, tidak ada seorangpun yang harus mereka salahkan.

Terlalu larut dalam pikirannya, Rey tidak sadar bahwa air matanya sudah beberapa kali menetes, Dia juga tidak sadar bahwa suaminya sudah berada dibelakang dengan posisi memeluknya.

"Sayang" panggilan dari Arva membuat Reyhan terkejut.

"Daddy" Lirih Reyhan seraya berbalik menatap sang suami.

"Rindu dengan Asyira?" Tanya Arva dengan tangan yang terulur menghapus airmata istrinya.

Reyhan mengangguk sebagai jawaban, Arva segera membawa tubuh istrinya kedalam dekapannya, tangis Reyhan yang sedari tertahan pun pecah didalam pelukan suaminya.

Arva hanya diam, Tangannya mengelus punggung Reyhan untuk menenangkan istrinya, Dia juga merindukan putrinya, Banyak sekali kenangan yang mereka lalui bersama putri cekil mereka.

" Besok kita kesana bersama dengan Ravish dan Rafael, Ravish pasti juga merindukan adiknya" Ucap Reyhan masih memeluk Reyhan


Setelah beberapa lama menangis, Reyhan melepaskan pelukan mereka lalu mendongak menatap Arva.

"Dia pasti bahagia kan disana?" Tanya Reyhandengan sesenggukan.

"Pasti sayang, putri kita anak yang baik, Dia pasti sudah bahagia disana" Jawab Arva seraya menghapus air mata istrinya.

"Jangan bersedih, Asyira pasti ikut bersedih jika melihat bubu kesayangannya menangis seperti ini, Sayang ingat kan waktu kamu menangis Asyira bilang apa?" Tanya Arva menatap istrinya.

"Dia bilang "adek akan ikut menangis kalau bubu menangis" Lirih Reyhan dengan masih sesenggukan.

Arva kembali memeluk Reyhan, Rasa kehilangan masih terasa hingga sekarang, 8 tahun mereka bersama membuat mereka merasa tidak rela kehilangan sosok kecil yang selalu menghiasi hari mereka, tetapi hidup terus berjalan, mereka pasih punya Ravish, dan sekarang juga mempunyai Raffael, Arva yakin jika nanti mereka akan kembali bersama, Waktu yang akan menjawab semuanya.




#


Hai guys, akhirnya aku upload draft yang udah lama mau aku up, karena sebenarnya draft ini udah ngga mau aku up lagi karena beberapa alasan.















Posessif husband (BxB)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang