Love Ending🤍

934 41 10
                                        

Dua orang lelaki memasuki area pemakaman dengan masing masing membawa 3 buket bunga, langkah mereka menuju tiga pusara yang bersebelahan.

Laki laki yang lebih muda lebih dulu berjongkok disisi pusara yang masih basah sedangkan laki laki satunya berada di sebelah lainnya.

"gue yakin mereka sekarang lagi seneng seneng" ucap yang lebih muda seraya meletakkan satu persatu buket bunga yang tadi dia bawa.

"di antara mereka Daddy yang paling bahagia" ucap yang lebih tua melakukan hal yang sama seperti sang adik.

" Dia pasti sekarang sedang cundle sambil cerita banyak hal sama bubu dan kakak" ucap sang adik seraya mengusap air mata yang sudah berada di pelupuk mata.

" sekarang Daddy sudah bisa hidup tenang, dia sudah bertemu kembali dengan belahan jiwanya ditambah ada satu princes lagi yang sudah menunggunya disana" ucap sang kakak

ya, mereka adalah Ravish dan Raffael, adik kakak yang usianya terpaut cukup jauh namun sampai sekarang mereka masih kompak dan saling menyayangi.

Mereka masih ingat 7 hari yang lalu saat sang ayah masih dirawat dirumah sakit.

"Daddy bertemu ibumu, Daddy senang sekali dia masih tetap sempurna sama seperti sebelum dia pergi" ucap sang ayah saat dia baru sadar dari pingsannya.

Ravish dan Raffael masih tetap diam mendengarkan apa yang ayah mereka ucapkan, tau apa maksud yang di ucapkan ayahnya yaitu bertemu di bawah alam sadar atau mimpi

Arva menghela nafas sebelum melanjutkan ceritanya, dengan nafas yang sedikit tersengal dan suara yang lirih dia melanjutkan

"dia bilang terimakasih pada Daddy entah apa yang bubu kalian maksud, lalu dia menitipkan salam untuk kalian, katanya dia bangga kalian sudah berada di titik sekarang dia bangga kedua putranya sudah bisa bertanggung jawab dengan hidupnya masing masing" ceritanya

Ravish dan Rafaell masih diam walaupun air mata mereka sudah tidak bisa terbendung.

Arva kembali menarik nafasnya.

" sudahlah kalian pulanglah kerumah dulu pastikan barang barang kalian sudah dipindahkan kerumah utama, pastikan juga anak dan istri kalian betah disana" ucap Arva

bukan tanpa alasan karena sejak insiden daddy-nya ditemukan tak sadarkan diri di dalam kamar oleh salah satu Arta yang menyebabkan daddy-nya di rawat sampai sekarang, Ravish dan Raffael memutuskan untuk tinggal di rumah utama dimana rumah itu adalah rumah masa kecil mereka sampai remaja, mereka memutuskan itu karena mereka ingin menjaga sang ayah selain itu dulu sang bubu juga sempat berpesan suatu saat entah salah satu dari mereka atau bagaimana harus ada yang menempati rumah ini saat orang tuanya tidak ada, itu membuat mereka memutuskan untuk menempati rumah kedua orang tuanya, bukan salah satu tapi berdua beserta keluarga mereka masing masing.

" Kita akan bergantian pulangnya dad" ucap Ravish

" Tidak, kalian pulang berdua saja kasian cucu cucu Daddy dari kemarin belum ketemu kalian" ucap Arva

"Daddy tidak apa apa disini sendiri? Rafa panggilkan paman Han saja untuk menemani Daddy, kita akan segera kembali nanti" ucap Rafa

Arva tersenyum tipis

" Tidak perlu khawatirkan Daddy, setelah kalian pulang Daddy akan tidur, kalau sudah sembuh Daddy juga akan segera pulang"

Dan ternyata pulang yang daddy-nya maksud adalah pulang untuk bertemu dengan bubu dan saudari mereka, saat mereka baru sampai rumah paman Han menghubungi mengatakan jika sang ayah sudah menghembuskan nafas terakhir mereka.

"Kita sudah menepati ucapan bubu untuk tinggal di rumah utama dan itu bukan salah satu dari kita, tapi kita tinggal bersama sama" ucap Rafa menatap pusara kedua orang tuanya.

" bubu pasti juga bahagia sudah bertemu dengan laki laki paling setia dan juga bucin itu, ahhh adek sudah membayangkan wajah kalian bahagia saling berpelukan melepas rindu, adek juga mau ikut tapi kita masih punya keluarga masing masing yang harus kita jaga disini adek dan kakak masih punya tanggung jawab disini" ucap Raffael dengan nada mengadu seperti dirinya saat masih kecil dulu, saat dirinya masih memanggil dirinya sendiri dengan sebutan 'adek'.

Ravish menepuk pelan punggung punggung sang adik lalu merangkulnya, dia tau yang paling merasa kehilangan disini adalah sang adik karena daripada dirinya sang adiklah yang paling sedikit bisa menikmati waktu bersama keluarga mereka.

" Daddy dan bubu tidak perlu khawatir kita akan menjaga dengan baik rumah kenangan kita, kita berharap bubu dan Daddy selalu menemani kita disetiap langkah kita, Daddy sudah bahagia disana seperti keinginannya selama ditinggal bubu, kita juga bahagia disini karena Daddy sudah bisa melanjutkan hidup Daddy disana bersama bubu walaupun kita sudah berbeda tempat dan juga kita harus kehilangan Daddy" ucap Ravish lalu menarik nafas menahan tangis

"Kalian tenang saja, kita disini akan selalu menjaga satu sama lain dan mendukung satu sama lain, kita akan selalu kompak seperti yang kalian inginkan" ucap Raffa.

Mereka sama sama terdiam sejenak, meresapi apa yang sudah terjadi dimana tujuh hari ini mereka benar benar sadar bahwa mereka memang nyata kehilangan sang ayah, sosok paling berharga satu satunya yang mereka punya.

" Kakak dan adek pamit dulu, kita juga titip princes disana, sampaikan salam kita padanya sampai nanti kita akan kembali kumpul bersama sama lagi" Ucap Ravish sebelum berdiri di ikuti oleh Raffael.

Walaupun berat mereka melangkahkan kaki meninggalkan tiga pusara yang terlihat cantik walaupun dari kejauhan pusara yang setiap hari selalu dihiasi dengan bunga.

Mereka melangkah untuk melanjutkan hidup karena mereka masih punya keluarga masing masing yang harus mereka jaga dan mereka kasihi.

kenangan kenangan manis yang kedua orang tuanya tinggalkan akan selalu mereka kenang, kenangan penuh cinta dan kasih sayang yang tak berhenti Mereka curahkan semasa hidup mereka.

#############

Ini adalah akhir dari kisa cerita cinta Arva dan Reyhan, walaupun banyak dari kalian yang sedari awal sudah dikecewakan dengan typo, alur cerita, dan nama panggilan Reyhan untuk Arva di awal cerita, tapi terimakasih untuk kalian yang sudah mau membaca sampai akhir.

Terimakasih sudah menemani author yang banyak sekali hiatusnya, terimakasih sudah mau mendukung cerita cerita author yang awalnya author pun tidak ekspektasi bakal serame ini.

dan author sampaikan maaf untuk cerita author yang banyak belum selesai Karena author type orang yang nggak bisa nulis kalau hatinya nggak benar benar tenang jadi mohon maaf Untung kalian yang sudah membaca karya author yang lain tapi belum selesai.

sekian begitu saja terimakasih dan maaf, salam cinta dari author.

BTW INI UDAH HAPPY ENDING YAAAAA, ARVA SAMA REYHAN UDAN BAHAGIA DISANA OKEEE

Posessif husband (BxB)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang