"Abang mau kemana?"tanya Nayya yang melihat Azzam hendak pergi dari kamar mereka.
"Tidur."balasnya.sudah satu minggu setelah kejadian penculikan Nayya itu Azzam memang tidur dikamar yg terpisah karena ia merasa Nayya tidak nyaman jika dirinya tidur disini.
Entah apa yang terjadi waktu itu hingga membuat Nayya seperti takut jika berdekatan dengan lelaki.sampai detik wanita itu memang belum menceritakan apapun padanya dan ia pun tak mau memaksa nya untuk bercerita.
"Disini aja,gpp."ujarnya. Jujur saja ia merasa bersalah membiarkan suaminya sendiri tidur di kamar tamu,padahal ini adalah rumahnya sendiri.
"Gapapa kamu tidur aja,saya tau kmu gak nyaman"ujarnya.
"Enggak,abang disini aja ya temenin Nayy."ujarnya seraya menarik tangan suaminya kearah ranjang.
Pada akhirnya Azzam mengiyakan nya walaupun ia tau sebenarnya Nayya masih merasa tidak nyaman dengan kehadirannya.
"Bang."panggilnya membuat lelaki itu menoleh kearahnya.
"Nayya minta maaf ya."ujarnya seraya menatap kearah suaminya itu yg jga sedang menatapnya.
"Untuk?"
"Karena Nayya gak bisa menjaga diri Nayya sendiri,maaf Nayya gak bisa cegah dia."ujarnya denga nada lirihnya.
"Maksud kamu?"
Wanita itu akhirnya menceritakan semuanya soal hari itu yg dirinya hampir saja di lecehkan oleh jo.bahkan ia tak bisa mencegah lelaki itu yg berhasil menyentuh hal yg seharusnya hanya Azzam yg berhak.bukan jovian ataupun yg lainnya.
Azzam mengepalkan tangannya saat mendengar Nayya memberi tau semuanya.
"Nayya bener bener minta maaf bang."ujarnya seraya mencium punggung tangan Azzam cukup lama dengan air mata yg sudah mengalir sejak tadi.
"Itu semua bukan salah kamu jadi stop meminta maaf seperti ini.harusnya yang minta itu saya karena seharusnya saya tidak mengizinkan kmu pulang sendiri waktu itu."ujarnya.
"Nayya udah kotor,Nayya takut bang Azzam jijik karena Nayya udah disentuh sama orang lain."ujarnya walaupun tidak sampai ke intinya tapi tetap saja jo berhasil menyentuh nya.
"enggak,Nayy saya sama sekali gak jijik sama kamu please jgayn berkata seperti itu oke."ujarnya seraya mengusap pipi istrinya yg sudah basah dengan air matanya.
"terimakasih."
"Iya.dan kalo kamu mau saya bisa perpanjang masalah ini,karena tindakan nya sudah diluar batas."
"Enggak perlu,Nayya udah mengikhlaskan semuanya."
"Yaudah kali ini saya menuruti kmu tapi kalo lain kali dia nyakitin kmu lg saya gakan tinggal diam."ujarnya yg langsung diangguki wanita itu.
__
"Kamu mau kerumah clara ya."tanya fera pada anaknya yg sudah rapih.
"Iya."
"Mama sebenarnya pengen ikut tapi sebentar lagi papa kamu dateng,mama titip salam aja ya bilang juga mama minta maaf karena udah jahat sama dia."ujarnya.
"Iya,nanti xander bilangin. Kalo gitu xander pergi dulu ma,assalamualaikum."ujarnya seraya mencium punggung tangan mamanya.
Sesampainya disana ia langsung mengetuk pintu rumah itu dan tak lama pun clara membukakan pintu rumahnya.
"Assalamualaikum ra."
"Waalaikumsalam.kmu ngapain kesini?mending kamu pulang aja,aku takut mama kamu marah lagi."Ujarnya.jujur saja ia tidak mau lg dihina hina oleh fera karena xander yang masih suka kerumahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nayyara
General FictionNayyara khanza Azzahra tak pernah membayangkan jika dirinya bakal menikah dengan lelaki pilihan ayahnya yg sama sekali tak ia kenal sebelumnya. dia adalah muhamad Azzam Rizqan,lelaki pilihan ayahnya yg nyaris sempurna. sifat kedua yg bertolak belaka...
