بسم اللّه الرحمن الرحيم
Vote dan komennya, tie!
-Semoga suka dan bermanfaat-
***
"Kapii! Kapi, Kapi, Kapi, Kapi, Kapi." Dengan mukena yang masih terpasang di kepalanya, Aila berlari kecil keluar kamar dan beralih pada perpustakaan mini dimana Kahfi berada.
Setelah selesai sholat isya tadi, Kahfi meminta Aila untuk menghafalkan beberapa surah dari juz 30. Kahfi memberikan ruang pada Aila untuk menghafal mandiri, sedangkan ia pergi ke perpustakaan mini untuk mengerjakan beberapa tugas kuliahnya. Kahfi berpesan jika sudah hafal dan ia belum balik ke kamar, Aila boleh langsung ke perpustakaan menemuinya.
Dan dalam kurun waktu kurang lebih 1 jam, Aila baru menghampiri laki-laki itu di perpustakaan.
"Kapii, yuhuu!" Aila membuka pintu perpustakaan, mencondongkan tubuhnya sedikit nongol lewat celah pintu, hingga saat netranya menangkap sosok Kahfi, Aila baru masuk.
Dengan senyum dan sebuah mushaf Al-Qur'an yang ada di tangannya, Aila berlari kecil hingga berdiri tepat di depan Kahfi yang tengah fokus pada laptop.
"Kapi! Daritadi dipanggilin juga, ih!"
Kahfi mengangkat kepalanya lalu melempar senyum. Ia menepuk sofa kosong tepat di sampingnya. "Sini duduk. Udah hafal berapa surah?" tanyanya.
Aila menurut. Ia mendudukkan tubuhnya di samping Kahfi lalu memberikan mushaf di tangannya pada sang suami.
"Baru an-nass sampai An-nashr, hehe." Aila menyengir seraya menggaruk hidungnya.
Kahfi terkekeh. "Iya gak papa. Dapet 5 surah, keren masya allah. Ayo sekarang aku tes."
"Ayo." Aila membenarkan posisi duduknya hingga bersila di atas sofa dengan menghadap ke Kahfi. "Mulai, ya?"
"Iya, sok."
Aila tersenyum lebar. "Qul au'dzu--"
"Taawudz sama bismillahnya mana?"
Aila menyengir mendengar ucapan Kahfi. "Astagfirullah, lupa. Ulang-ulang."
Kahfi terkekeh. Tangannya terangkat mengusap lembut puncak kepala Aila yang masih terbalut mukena. "Ayo, ulang."
"Audzubillahi minna syaitani rajim. Bismillahirrahmanirrahim." Aila memulai hafalannya. Surah An-nass sampai An-nashr terucap lancar dari bibirnya. Kahfi bangga akan hal itu.
"shodaqollahul'adzim."
Tangan Kahfi kembali terangkat ke atas puncak kepala Aila. "Mumtaz, barakallahu fiik, Zaujati."
"Artinya?" Aila bertanya dengan wajah penasarannya.
Alih-alih menjawab, Kahfi malah bersedekap dada dengan mendongak seakan tengah berpikir. "Kalau mau tau artinya, kamu harus jawab dulu beberapa soal dari aku, nanti aku kasih tau."
Aila mendengus. "Ribet, tinggal kasih tau doang."
Kahfi menaikkan kedua alisnya. "Jadi mau gak? Selain aku kasih tau, kalau kamu bisa jawab semua soal dari aku, aku kasih kamu hadiah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in sincerity (TERBIT)
Romance- PART LENGKAP love in sincerity versi novel bisa dipesan melalui shopee @hestheticofficial "Kebahagiaan", satu kata yang banyak sekali orang mengharapkan kehadirannya. Bahagia itu relatif, siapapun bisa menciptakannya. Termasuk, diri sendiri. Janga...
