Arian berdiri di atas bukit yang berada di antara Padang Savana itu,dia sebenarnya datang namun dia tidak akan menemui virgin secara langsung,terlalu cepat jika pemeran utamanya yang langsung turun tangan.
Dia membawa teropong dan memerhatikan apa yang terjadi dengan menggunakan benda itu,dia juga tersambung dengan anak buahnya yang datang menemui virgin,dia berkomunikasi melalui panggilan telpon dan Arian mendengarkannya menggunakan headset bluetooth di telinganya.
Namun ketika anak buahnya itu di bekuk,Arian langsung memutus panggilannya dan pastinya dia merasa sangat kesal.
Tak lama anak buah lainnya yang tadi membawa zelira dan Zian datang menemuinya untuk menjemputnya karna kondisi yang menjadi tidak kondusif.
Mendengar adanya sebuah mobil berhenti di dekatnya,lantas Arian berbalik badan dan satu anak buahnya sudah keluar mobil hendak mendekatinya.
Namun Arian mengangkat tangannya untuk memberi isyarat pada anak buahnya itu untuk tidak perlu menjelaskan apapun,karna apa yang dia dengar itu sudah sangat cukup untuk mengetahui seperti apa situasi sekarang.
Lalu Arian langsung berjalan memasuki mobil dan anak buahnya itu pun mengikuti.
"Apakah vander sudah datang?"tanya Arian kepada para anak buahnya setelah dia duduk di kursi mobil.
"Kami belum melihatnya."balas mereka.
Lalu Arian segera menelpon anak itu dengan raut tak tenang.
"Vander,kau dimana,kan sudah saya bilang jangan sampai terlambat!"tukas Arian setelah panggilannya di angkat.
"Aku akan segera pergi."jawab vander yang tengah membuka pintu kamar hotelnya dan hendak pergi.
Lalu panggilan di akhiri.
"Setelah ini kita kemana bos?"tanya anak buahnya yang bertugas untuk menyetir mobil.
"Kita cari tentara sialan itu!!"
...
Situasinya sekarang,para tawanan itu sudah di ikat tubuhnya dan di kumpulkan menjadi satu sedangkan para tentara dan polisi berdiri mengitari mereka,untuk memikirkan langkah selanjutnya.
Karna bagaimanapun juga target utama mereka adalah ketua dari ELMADAV yaitu Arian Kasvalu.
Posisi mereka sekarang sudah pergi dari titik awal keberadaan mereka sebelumnya,namun mereka masih berada di kawasan Padang itu.
Dan dua prajurit di tugaskan untuk tetap mengintai titik awal posisi mereka untuk mengetahui apakah rombongan kelompok itu datang lagi atau tidak.
Namun di tengah tengah situasi itu,elang melihat bunda tengah menepi duduk di bawah pohon terlihat murung.
Lantas elang mendekati.
Elang menyentuh tangan bunda yang tertumpu di atas lututnya,dan menatap bunda lembut untuk memberikannya ketenangan.
"Bunda,gak apa apa kan?"tanya elang.
"Bagaimana jika zelira dan Zian,mereka sudah benar benar mat_"jawab bunda yang seketika nada bicaranya menjadi frustasi dan sedih dengan sorot matanya yang kosong.
"Bunda,dengarkan aku!"potong elang cepat sebelum bunda berpikir yang tidak tidak.
"Aku yakin mereka berdua pasti masih hidup,mereka gak akan semudah itu membiarkan diri mereka di habisi oleh kelompok itu,
Kita juga belum bisa sepenuhnya memastikan,satu satunya hal yang bisa kita lakukan adalah kita harus percaya bahwa mereka baik baik saja,dan elang janji akan segera menemukan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELMADAV:The Former Executor [LENGKAP]
Action"Ketika tangan lembutnya harus kembali menekan pelatuk" Bercerita tentang seorang perempuan muslimah yang baik namun memiliki masa lalu yang sangat buruk dan di rahasiakan nya dari semua orang. Zelira El Zakhrasy, perempuan muda yang berprofesi seba...
![ELMADAV:The Former Executor [LENGKAP]](https://img.wattpad.com/cover/316828052-64-k263531.jpg)