"Evan!"
Saat ini, Mia sudah berada di dalam ruang kerja Evan. Ia masuk ke dalam dan meneriaki nama laki-laki itu.
Evan yang duduk di meja kerjanya begitu tersentak. Ia menatap Mia tak percaya.
"Mia, udah berapa kali aku bilang, kamu harus hati-hati kalo kita lagi di kantor," ucap Evan, namun Mia terlihat tak mendengarkannya. Perempuan itu berjalan ke arahnya dengan penuh kegusaran.
"Ini gawat," ucap Mia, membuat Evan segera berdiri dari kursi kerjanya.
"Kenapa??" tanya Evan.
Mia yang sudah berdiri di hadapan Evan kini menelan ludah sebelum berucap.
"Istri kamu, istri kamu udah tau soal aku," ucap Mia dengan nafasnya yang terengah-engah.
Evan ikut membelalak mendengarnya. Ia menatap Mia tak percaya.
"Kenapa kamu bisa ngomong gitu?" tanya Evan.
"Tadi aku gak sengaja denger obrolannya Dian, dia lagi nelfon sama Karina, dan mereka ngobrolin soal cewek gatel di kantor yang suka ngedektin kamu, itu pasti aku, yang mereka maksud pasti aku Van!" tutur Mia dengan terburu-buru.
Sementara Evan yang mendengarkan kini mengerjap pelan. Evan berusaha tenang dan memahami situasi yang terjadi berdasarkan penjelasan kekasihnya barusan.
"Gak mungkin," ucap Evan, membuat Mia mengernyit.
"Gak mungkin apanya?" tanya Mia.
"Karina gak mungkin tau soal kamu, kalo dia tau, dia gak mungkin diem aja," tutur Evan.
"Terus?? yang mereka maksud tadi siapa kalo bukan aku??"
"Mungkin yang mereka maksud emang kamu, Mia, tapi aku rasa mereka gak tau sampe sejauh itu, mereka gak mungkin tau kalo kita beneran punya hubungan, mereka pasti cuma curiga kamu yang naksir sama aku," tutur EVan.
"Evan!" ucap Mia, begitu kesal pada Evan yang tak mempercayai ucapannya.
"Mia, kalo Karina sampe tau soal hubungan kita, dia pasti udah ngamuk sekarang, waktu itu aku pernah ketauan bohong sama dia, dan dia langsung gak mau ngomong sama aku selama dua hari, apalagi kalo dia sampe tau aku berhubungan sama kamu? mungkin Karina bakal langsung ceraiin aku."
Mia yang mendengar itu kini terdiam seketika. Jantungnya berdebar kencang.
Benar juga ucapan Evan, tidak mungkin perempuan seperti Karina akan diam saja jika ia memang tahu mengenai semua ini, batinnya.
Kini kedua insan itu sama-sama terdiam. Evan menghela nafasnya kasar.
"Udah jangan terlalu khawatir, kalo kamu panik begini nanti kita malah ketauan," ucap Evan, yang kembali duduk di kursi kerjanya.
Evan melanjutkan pekerjaannya yang tak kunjung selesai, sementara Mia kini terdiam sambil melipat kedua tangannya di depan.
Mia berpikir keras. Apakah benar ia tidak perlu memikirkan semua ini?
"Bu Karina harus cepet sembuh, kalo ibu gak masuk kaya gini, nanti kesempatan buat si pelakor buat deket-deket sama pak Evan di kantor,"
Mia seketika tersentak. Ia mengingat Dian yang menyebut seseorang yang mereka bicarakan dengan julukan 'pelakor.'
Bukankah itu artinya, Dian memang sudah mengetahui soal hubungan Evan dan Mia? bukan sekedar mencurigainya??
"Evan-"
"Aku mau lanjut kerja dulu, Mia, please, jangan bikin aku makin stres," ucap Evan segera, membuat Mia tak melanjutkan ucapannya.
Mia mengepal tangannya dan berdecak kesal. Laki-laki ini begitu menggampangkan permasalahan mereka hanya karena istrinya tidak menuduhnya macam-macam.
KAMU SEDANG MEMBACA
mysavior
RomansaKarina meninggalkan Wira, kekasihnya yang setia namun tak bergelimang harta. Perempuan berdarah Bali itu memilih dipersunting oleh Evan, si kaya raya yang tak pernah cukup dengan satu wanita, namun ia yakini merupakan penyelamat dalam hidupnya. ⚠️CW...
