Chapter 40. Lovecation (21+)

11.9K 493 21
                                        

baca versi explicit (21+) hanya di karyakarsa.com/finecinnamon

***

Chapter 40. Lovecation (18+)

"Evan!!"

Saat ini di pinggir pantai yang sepi dan sejuk, sepangan suami istri sedang berlarian dan saling mengejar. Yang satu hanya mengenakan celana pendek berwarna oranye, dan yang satunya mengenakan setelan pakaian renang wanita berwarna sama.

Matahari sudah tidak lagi berada di atas, namun mulai tenggelam seperti ditelan oleh laut yang dapat terlihat menjulang begitu luas di kejauhan.

Evan dan Karina masih sibuk menghabiskan waktu mereka disana, sebuah private beach yang cukup sepi dan hanya bisa didatangi pengunjung hotel yang berada di dekatnya.

"Hah! ketangkep!"

Evan yang sedari tadi mengejar istrinya, akhirnya berhasil menangkapnya. Ia mengangkat tubuh Karina ke atas, membuat perempuan itu berteriak sambil berusaha melepaskan diri dari gendongannya.

Karina sudah dengan jahil melempar pasir pantai ke arahnya. Kini ia akan memberikan pembalasannya.

Evan menidurkan Karina di ujung pantai yang pasirnya basah dan begitu dekat dengan ombak, kemudian laki-laki itu berlari kabur.

"AAA!!"

Karina berteriak panik ketika ombak itu mendekat dan hendak menerjangnya, namun ia berhasil berlari kencang hingga hanya kedua kaki dan pahanya yang kini basah.

Evan tertawa geli melihatnya. Ia begitu puas sudah membalas kejahilan istrinya.

Kini gantian, Karinalah yang mulai mengejar Evan. Keduanya bergerak begitu cepat sambil tertawa disela kebersamaan mereka.

Sekitar satu jam yang lalu, tepat setelah mereka sampai di penginapan, keduanya langsung pergi ke pantai ini. Mereka sudah tidak sabar menunggu esok hari dan memilih untuk bermain di pantai sore ini.

"Van!"

Karina tiba-tiba berhenti mengejar Evan, membuat Evan juga berhenti berlari.

"Liat," ucap karina, menunjuk ke arah laut di kejauhan.

Evan dan Karina sama-sama menatap ke arah sana, ke arah matahari yang akhirnya sudah berada di hadapan mereka, hendak tenggelam dan beristirahat setelah memancarkan sinarnya sejak pagi hingga sekarang.

Karina tersenyum. Akhirnya, setelah sekian lama, ia bisa melihatnya juga, pemandangan sunset yang begitu indah membuat nafasnya terasa lega dan beraturan.

"Beautiful, isn't it?" Evan yang sudah berada di dekat Karina, berucap, membuat Karina mengangguk setuju. Sunset ini memang cantik, warnanya yang didominasi jingga membuat kedua mata Karina seperti diberkahi.

Namun hal tersebut berbeda dengan Evan, pandangannya sedari tadi tidak tertuju ke arah matahari yang sedang tenggelam. Pandangannya tertuju ke arah istrinya yang berada di hadapannya sekarang.

"Matahari juga kalah cantiknya," ucap Evan, membuat Karina mengerjap dan menengok padanya.

Keduanya kini berdiri berhadapan dan saling memandang. Rambut mereka yang sedikit basah karena terkena air laut, kini jadi bergerak-gerak mengikuti arah angin yang begitu sejuk.

Karina menatap wajah suaminya yang menatapnya juga dengan seksama. Ada perasaan di dalam hatinya yang terus ia tahan, namun begitu sulit untuk tak ia rasakan.

Evan tiba-tiba mengangkat tubuh Karina dan menggendongnya di depan. Karinapun tersenyum. Ia melingkarkan kedua kakinya di punggung Evan, dan kedua tangannya di leher suaminya.

mysaviorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang