content warning! ⚠️ disturbing theme, kidnapping, slavery, human trafficking
⚠️mengandung kekerasan, bukan untuk dibawah umur⚠️
***
Chapter 56. Cambuk (18+)
Julian masih mengerang kesakitan, membuat seseorang yang berada di hadapannya kini jadi semakin senang.
Wanita yang sedari tadi dipanggil dengan julukan Red Butterfly akhirnya melepaskan injakan sepatunya di area kemaluan Julian. Ia mendekat dan mengangkat dagu Julian agar menatapnya
Julian yang sedang disekap dan tak bisa bergerak atau berucap, kini mengatur nafasnya yang terengah-engah. Ia kembali dipaksa memandang wajah perempuan di hadapannya.
Ia mengenakan blazer berwarna hitam, dan dress pendek ketat berwarna merah di dalamnya. Red Butterfly kembali membungkukkan tubuhnya yang semampai, dan menatap wajah Julian dari dekat.
"There's only one rule in this place. If you're being a good dog, you're not gonna feel any pain."
Kalimat itu diucapkan oleh wanita di hadapan Julian. Ia mengatakan bahwa hanya ada satu peraturan yang berlaku di tempat ini, yaitu menurut. Dengan menurut, maka Julian tidak akan merasakan sakit sedikitpun.
Plak!!
Tamparan kencang tiba-tiba dilayangkan oleh perempuan itu di pipi Julian. Ia tidak mengerti kenapa dirinya ditampar. Ia bahkan tidak melakukan apapun.
Plak!!
Satu lagi, begitu kencang di pipi sebelah kanan.
Julian mendengar suara tawa perempuan di hadapannya. Sepertinya ia begitu menyukai sensasi menampar Julian dan mendengar ringisannya.
Plak!!
Plak!!
Dua kali tamparan lagi Julian terima. Rasanya begitu perih di pipi.
Perlahan Julian kembali menatap wajah perempuan itu. Emosinya kini terasa meluap. Julian sadar ia tak seharusnya melukai perempuan, namun ia sangat ingin membalas tamparan perempuan ini sekarang.
"Kenapa? marah?"
Perempuan itu tiba-tiba berucap sambil duduk di pangkuan Julian. Ia duduk menyamping, dan melingkarkan satu lengannya di leher Julian.
Senyumannya masih belum berhenti tersungging. Tangan perempuan itu mulai menyentuh wajah Julian. Ia juga menatapnya dengan seksama.
"You're so f*cking handsome, I really want to take you home as my pet," ucap perempuan itu, sambil menyentuh pipi Julian.
Keheningan masih menyelimuti mereka. Suasana ruangan ini memang gelap, namun Julian tetap bisa melihat wajah perempuan yang duduk di pangkuannya sekarang.
Julian tiba-tiba mengangguk, membuat Red Butterfly melotot dan tersentak.
"Mau jadi peliharaan gua?" tanyanya.
Julian kembali mengangguk, kemudian ia memajukan mulutnya, seperti meminta perempuan di pangkuannya untuk melepaskan ikatan di mulutnya.
Perempuan itu tersenyum. Sesungguhnya, ia tak seharusnya melakukan ini. Ia tak seharusnya mempercayai laki-laki ini, akan tetapi..
"You know what, if you can't be my dog, I'll take you as my submissive."
Julian mengernyit mendengarnya. Apa itu? batinnya, tak paham.
Kini perempuan di pangkuannya akhirnya mendekatkan tangannya ke belakang kepala Julian.
"Ms. Red Butterfly?"
KAMU SEDANG MEMBACA
mysavior
RomanceKarina meninggalkan Wira, kekasihnya yang setia namun tak bergelimang harta. Perempuan berdarah Bali itu memilih dipersunting oleh Evan, si kaya raya yang tak pernah cukup dengan satu wanita, namun ia yakini merupakan penyelamat dalam hidupnya. ⚠️CW...
