SENYUMAN BAHAGIA

1.5K 132 11
                                        

++GALAN STORY++

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

++GALAN STORY++

"Mamah kalian hamil," ucap Wijaya tersenyum lebar mengabarkan hal gembira itu. Rani yang duduk di samping suaminya tersenyum malu.

Sontak ketiga anak mereka tercengang. Alkan dan Rukan langsung heboh, kecuali Dekan yang terlihat sangat mengendalikan ekspresinya.

"A-apa, Pah? Mamah hamil?" tanya Rukan dengan mata terbuka lebar.

"Adek aku? Adek aku dong, Mah? Aku punya adek?" tanya Alkan hampir tak percaya.

Rani tersenyum dan mengangguk. Alkan dan Rukan langsung berdiri dan berpelukan heboh. Suara girang mereka memenuhi ruang tengah saat ini.

"Huuuu! Gue punya adek, Bang! Akhirnya!"

"Iya. Akhirnya gue nggak mati bosen karena cuma punya adek kek elo."

Alkan menghentikan tawanya, ia melepaskan genggamannya pada kedua lengan Rukan. Senyumnya luntur. Rukan memang punya keahlian membuat suasana menjadi menyebalkan.

"Kek gue beban aja!"

"Bang, jangan kek gitu," tegur Rani.

"Ehehe. Nggak kok, Mah. Aku bercanda doang," sahut Rukan sambil merangkul Alkan yang tadi telah duduk. "Mana ada sih orang yang paling gue sayang selain elu. Elu pertama, Mas Dekan yang kedua," ujar Rukan membujuk.

"Telat. Bangke," sahut Alkan melepas rangkulan Rukan. "Udah gue nggak enak hati, baru ngomong kek gitu," rengut Alkan.

"Yaelah ambekan banget. Gue beliin apa yang lo mau ntar malam. Gue nongkrong."

"Kebab jumbo spesial 3."

Rukan meneguk salivanya. "Udah jumbo minta 3? Spesial pula."

"Ya udah nggak gue maafin!"

"Okhey! Okhey adek Bang Rukan tersayang," sahut Rukan dengan suara nyaring dibuat-buat.

Dekan menghela napas mendengar ocehan mereka berdua. Ia fokus pada kedua orang tuanya yang tampak pasrah sekali.

"Mah, kapan bisa tau jenis kelaminnya?" tanya Dekan.

"Baru 2 minggu, Mas. Nanti pasti Papah ajak Mamahmu USG. Semoga cewek, ya," sahut Wijaya.

"Cewek aja, Pah! Bosen liat saudara cowok," sahut Rukan cepat. Mengundang tatapan mematikan dari Alkan dan Dekan.

"Ya udah Papah bawa Mamah kalian ke kamar dulu biar bisa istirahat. Tugas kalian bertiga dari sekarang jaga Mamah baik-baik. Pantau terus Mamahnya. Harus aja satu dari kalian yang menetap di rumah, jangan keluar semua," ujar Wijaya mewanti-wanti.

"Siap, Pah!" sahut Alkan.

"Eh, Dek. Elu ntar nggak disayang lagi kalo adek yang baru lahir," bisik Rukan.

Alkan mendelik sambil mendorong lengan Rukan dengan keras. "Apaan sih. Gue juga bukan anak kecil yang suka iri."

***

 GALAN STORY [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang