SERBA SALAH

1.4K 125 9
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



+++ GALAN STORY +++




Galan selesai mandi. Galan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan boxer hitam dan handuk yang menempel di kepalanya. Galan yang hendak mengangkat tangannya untuk mengusap rambut dengan handuk, terkejut melihat keberadaan Rani di kamarnya. Buru-buru Galan menutupi tubuhnya dengan handuk di kepalanya itu.

"Kenapa sih? Ini Mama bukan cewekmu," ucap Rani mencairkan suasana. Juga, sekalian menormalkan perasaannya yang sempat dilanda rasa bersalah.

"Hehehe. Kan Galan nggak biasa, Ma."

" Ya udah kamu pakek baju dulu. Mama mau obatin lukanya."

"Oke bentar."

Rani menyiapkan alkohol, kapas, plester luka dan obat merah. Galan yang sudah memakai atasan, segera mendekati Rani. Rani menyuruhnya duduk di tepi ranjang, di sampingnya.

"Kena air aja perih, Ma. Jangan banyak-banyak obatnya."

"Ck, justru obat ini buat nyembuhin. Jadi gapapa banyak."

Galan meringis begitu obat luka menyentuh lukanya. Padahal tadi di kamar mandi ia sengaja tidak mencuci wajahnya untuk menghindari air. Ia sudah tahu bagaimana reaksi lukanya begitu terkena air waktu itu.

"Kenapa bisa babak belur gini? Mama lihat badanmu ada lebam juga tadi."

"Dipukulin."

"Siapa?" tanya Rani menghentikan pergerakan tangannya di wajah Galan.

"Eumm ... pokoknya dia pernah ada masalah dulunya sama Galan," sahut Galan seadanya.

"Kenapa nggak ngelawan?"

"Ngelawan kok."

"Lalu?"

"Kalah."

"Ck, kamu ngelawan Dekan aja berani."

"Berani tapi nggak menang juga," sahut Galan malas.

"Ngejawab mulu!"

Galan terdiam, Rani menyelesaikan pengobatannya. Galan menolak ketika Rani mau mengobati lebam badannya juga.

"Ya udah esok ke dokter aja buat lebam itu," ucap Rani sembari membereskan kotak obat.

"Gapapa, Ma. Udah biasa juga gini."

"Biasa gimana? Siapa yang mukulin kamu?" tanya Rani penuh selidik.

Galan nyaris tak bisa menjawab, ia bingung melihat reaksi Rani barusan. Kenapa ibunya tiba-tiba se-posesif ini?

"Kamu tinggal sama nenekmu selama ini?"

Galan kembali merasa bingung karena Rani tiba-tiba membahas hal itu. Galan hendak meraih ponselnya, tapi tangannya dipukul oleh Rani.

 GALAN STORY [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang