Yeah minggu baruuu ... minggu ini karena cadangan bab sudah cukup, aku upload dari Senin-Jumat yaaaa :D
Ditunggu komentar dan likesnya ...
***
#1 Dark store
Aku mengusap peluhku. Okay kali ini aku harus berterima kasih kepada Jason sudah memberitahu baju dan sepatu apa yang harus kukenakan hari ini. Sneakers! Jika aku memakai sepatu pantofelku yang biasa? Aku mungkin sudah akan pingsan di jam pertama.
Ide Jason benar-benar gila.
Pagi tadi aku tiba di kantor dan Jason memberi perintah supaya aku langsung menunggu mobil kantor. Diantar Pak Karto sopir kantor, kami tiba di lokasi dark store. Sebuah rumah biasa yang dari luar bahkan terlihat sedikit terlantar. Dalam sekejap aku sadar lokasi rumah ini strategis. Ada beberapa apartemen mewah tak jauh dari lokasi ini.
Begitu masuk, aku disambut oleh deretan rak-rak persis seperti di gudang M&M. Bedanya ruangannya lebih kecil. Dari dokumen-dokumen yang kubaca, untuk tahap 1, hanya akan ada 1000 items yang dijual di dark stores. Ada daftar list yang disusun oleh tim, paling banyak adalah benda-benda yang sering dibutuhkan urgent oleh ibu dan anak, diaper cream, obat panas, obat batuk, aneka popok, aneka susu, teething cream dan benda-benda pendukung lainnya. Semua barang itu ditata rapi berdasarkan section masing-masing. Ujung mataku melihat ke arah Jason yang sudah berbincang akrab dengan kepala dark store, Mas Bima. Jason menepuk-nepuk bahu mas Bima.
Aku berjalan menyusuri rak-rak besi sambil membaca satu per satu section yang tertulis dengan huruf besar-besar.
"Pagi Mbak Silka," sapa Bima.
"Pagi, Mas."
"Bagaimana?"
"Aman, Mbak. Barang-barang sudah selesai ditata."
M&M Quickie akan mulai diluncurkan 3 bulan dari sekarang. Saat ini kami sedang tahap melakukan uji coba tahap akhir, untuk memuluskan SOP, supaya semua bisa berjalan dengan lancar.
"Mantap, Mas."
"Pak Jason itu rajin yo, Mbak." Mas Bima berbicara dengan logat jawa tengahnya. Jempolnya teracung. "Begini, Mbak Sil."
Aku hanya mengangguk-angguk sopan. Mas Bima terus berceloteh, awal-awal Jason ke sini, ikut mengukur tinggi rak yang optimal, layout rak, layout barang-barang. "Ini semua dicheck langsung loh sama Pak Jason. Wih mantep. Kan ada bos yang cuma perintah-perintah."
Tiba-tiba bunyi sirene berkumandang. Sekejap ada yang berteriak. "Order no 5"
Seorang pria dengan gesit mengambil keranjang belanja dan sebuah alat scan. Sebuah jam digital besar berpendar dengan cahaya merah. Setengah berlari pria dengan keranjang belanjaan itu menyusuri rak demi rak.
"Semua harus selesai dalam 5 menit." Jason berdiri di sebelahku. Ia melirik smart watch di pergelangan tangannya. "Kita ke area packaging."
Di bagian belakang rumah, sebelum pintu keluar yang dilapisi oleh plastik tebal, ada beberapa lorong yang disusun seperti kasir supermarket. Pria tadi yang sudah membawa belanjaannya, tiba di kasir. Seorang karyawan sudah siap dengan mesin scanner lain, memeriksa ulang barang-barang yang sudah dibeli. Dengan cekatan semua barang dalam kantong kertas itu dikemas supaya mudah dibawa.
"Packaging and last checking 1 menit. On track," seru Jason puas. Begitu barang di kemas, seorang driver yang sedari tadi berdiri siaga di ujung kasir langsung mengambil barang. Aku ikut berlari keluar, yang hanya disambut deruman motor yang sudah berjalan meninggalkan darkstore.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aphiemi ( EDITED)
RomanceHi, aku Silka Loekito, employee no 27 from start up company Mother& Me. Aku direkrut langsung oleh Mbak Mel, employee no 2. Aku juga single mom dengan satu anak, Max Putra Loekito. Hidupku sebagai budak eh karyawan korporat biasa-biasa saja. Hingg...
