Setelah kurang lebih seminggu berdiam dirumah, akhirnya Shireen memutuskan untuk kembali ke pondok dengan diantar kedua orangtuanya. Ia akan semakin sedih bila berlama-lama dirumahnya, apalagi ia selalu menghabiskan waktu dikamarnya.
"Ren, gimana keadaan kamu?" tanya Farida saat Shireen baru saja memasuki asrama.
"Allhamdulilah baik kok," jawabnya sambil tersenyum simpul.
"Kalau kamu merasa sendirian, panggil aja kita ya," timpal Rania.
Shireen mengangguk, ia bersyukur masih dikelilingi orang-orang baik disekitarnya.
"Yaudah, ayo kita ke masjid. Ini udah masuk waktu ashar."
Shireen mengangguk, setelah itu mengambil mukena nya dan menuju masjid untuk sholat ashar berjama'ah.
...🦋🦋...
Setelah sholat ashar, Shireen dan dua sahabatnya memiliki jadwal olahraga sore ini, mereka bergegas kembali ke asrama. Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang memanggil Shireen.
"Shireen."
Pemilik nama lantas membalikkan tubuhnya. "Ada apa Gus?"
Arzan menarik nafas sebentar. "Boleh saya bicara?"
Farida dan Rania yang mengerti langsung pamit duluan ke asrama. Mereka memberikan ruang untuk dua manusia itu berbincang.
"Bicara tentang apa Gus?"
Arzan terdiam sebentar, ia bingung bagaimana cara menjelaskannya. "Emm... Saya tau kamu masih dalam keadaan berduka. Tapi, kalau seandainya ada yang mengkhitbah kamu dalam waktu dekat ini. Apa kamu bersedia?"
Shireen mengerutkan keningnya, ia mencoba mencerna kata-kata yang Arzan ucapkan. "Saya sebenarnya sangat mau Gus, karena kata Kak Finah, menikah muda itu baik karena termasuk bentuk menyempurnakan ibadah sebelum meninggal."
"Tapi yang saya pikirkan, apa ada orang yang mau sama saya? Saya ini masih bocah umur 17 tahun, dan belum mengerti tentang bagaimana berumah tangga," lanjutnya terkekeh kecil.
Arzan juga ikut menarik sudut bibirnya saat mendengar kekehan kecil Shireen.
"Tapi kenapa Gus nanya seperti itu?"
Arzan menggeleng. "Tidak apa-apa, saya hanya bertanya saja. Kalau begitu kamu boleh lanjutkan aktivitas. Saya pamit dulu, assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam."
Shireen semakin dibuat bingung oleh Arzan. "Masa Gus nanya kaya gitu gak ada tujuan apa-apa, aneh banget sih."
"Ohh, atau Gus Arzan mau jodohin aku sama seseorang? Wah, wah, gawat tuh."
"Apanya yang gawat?"
Shireen terlonjak kaget saat mendapati Farida dan Rania sudah berada di belakangnya dan sudah berganti baju olahraga.
"Astaghfirullah, kalian ini ngagetin aja!"
"Cepetan ganti baju, keburu sore," desak Rania.
"Iya iya, bawel ah!"
...🦋🦋...
Arzan kembali ke ndalem setelah menemui Shireen. Disana juga sudah lengkap anggota keluarga, kecuali Arfathan. Karena bocah itu masih ada kegiatan dan belum jadwalnya pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Accidental Love
Novela JuvenilSquel Jodoh yang sesungguhnya Arzan Rizwan Al-azhar menyukai salah satu santriwati kembar di pesantren kakeknya. Santriwati itu bernama Safinah. Setelah Arzan menyelesaikan pendidikannya, ia berniat melamar Safinah. Tiga hari setelah niat baiknya di...
