Karena kemarin pasangan halal ini sudah menikmati musim dingin di Jeju, sekarang mereka berkunjung ke Namsan Seoul Tower. Wisata yang paling diminati di Korea karena disana terdapat menara yang sangat cantik memanjakan mata.
"Mas, naik yuk! Kayanya seru deh."
"Enggak! Kamu itu takut ketinggian, jadi gak usah ngeyel."
"Ayo Mas, sekali aja deh. Ini momen langka loh, gak setiap hari kita bisa kesini."
"Nurut sama suami bisa kan? Mau jadi istri durhaka, hm?" tanya Arzan membuat Shireen memajukan bibirnya hingga beberapa senti kedepan.
"Yaudah, iya."
Shireen pun mulai berjalan sendirian meninggalkan Arzan, ia ingin membeli beberapa souvenir cantik disini. Sekaligus untuk menjadi oleh-oleh saat pulang nanti.
"Marah?" tanya Arzan saat berhasil menyusul Shireen.
"Enggak."
"Gak percaya."
Shireen mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa?"
"Perempuan itu, ngomong dimulut iya. Dihatinya enggak. Bener kan?"
"Sok tau kamu Mas."
"Emang tau, dari Umma."
Shireen tak memperdulikan Arzan, ia terus melihat-lihat souvenir disini.
"Udah gak usah ngambek, cantiknya luntur tuh."
Shireen tersenyum saat Arzan mengatakan kalimat manis itu. Aih, ternyata suaminya ini sudah pintar menggombal.
"Gak usah ganjen deh."
"Gak papa, halal hukumnya kalau sama istri sendiri."
"Dihh, apaan sih." Shireen lagi lagi tersenyum, Arzan sangat pintar membuatnya salting.
"Udah dapet berapa?"
"Lima." Shireen menunjukkan lima souvenir yang ia dapat.
"Mau dibantu?"
"Sok atuh, selagi ikhlas."
"Ikhlas kok."
Setelah berburu souvenir, mereka ngopi disana untuk menghilangkan kepenatan.
"Mas, kita kan lagi di Korea nih."
Arzan mengangguk. "Iya kenapa?"
"Ajakin aku ketemu idol dong, ya ya ya??" pinta Shireen memohon.
"Enggak!" jawab Arzan tegas.
"Lohh kenapa?"
"Jangan pokoknya."
"Yaudah, aktor aja deh."
"Tetap gak boleh."
"Ihh, nyebelin!" Shireen cemberut kesal sambil menatap marah pada Arzan.
"Gak usah marah, aku gak takut. Karena kamu marah itu bukan nyeremin malah gemesin."
"Gak mempan rayuannya!"
"Emang aku gak merayu kamu."
Shireen semakin sebal dibuatnya. "Kenapa sih aku gak boleh ketemu? Itu idola aku loh Mas. Kalau enggak gini aja deh, kita nonton konser berdua. Gimana?"
Arzan lagi lagi menggeleng. "No!"
"Kamu itu perempuan yang sudah bersuami, haram hukumnya menemui laki-laki ajnabi tanpa izin dari suami. Karena itu termasuk perbuatan mendekati zina," jelas Arzan menatap intens Shireen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Accidental Love
Novela JuvenilSquel Jodoh yang sesungguhnya Arzan Rizwan Al-azhar menyukai salah satu santriwati kembar di pesantren kakeknya. Santriwati itu bernama Safinah. Setelah Arzan menyelesaikan pendidikannya, ia berniat melamar Safinah. Tiga hari setelah niat baiknya di...
