Shireen menangis sambil memeluk bundanya, acara resepsi sudah selesai. Bunda dan Ayahnya langsung pulang setelah tadi sempat mengobrol sebentar bersama Syakhira dan Atlan.
"Bunda jaga kesehatan ya, Ayah juga. Nanti Shireen akan kerumah kalau ada waktu."
Talita mengangguk sambil tersenyum. "Kamu juga jaga kesehatan, nurut sama suami, jangan buat suami kamu marah. Harus akur sama ipar dan mertua kamu, jangan ada perselisihan agar pernikahan kalian samawa."
"Arzan, Bunda titip Shireen ya. Jaga dia," pesan Talita pada Arzan.
"Iya Bunda, Arzan akan selalu menjaga Shireen."
"Ayah percayakan putri Ayah dengan kamu."
Arzan mengangguk. "Ayah tidak usah khawatir, Shireen aman disini."
...🦋🦋...
Sehabis maghrib, Arzan membawa Shireen kerumah orangtuanya, di Pesantren ada Kiyai dan Ummi yang mengurus untuk sementara.
"Umma masak apa?" tanya Shireen melihat Syakhira berkutat didapur.
"Eh sayang, Arzan mana?" Bukannya menjawab, Shireen malah balik bertanya.
"Ada dikamar Umma. Shireen bantu masak ya?"
"Memangnya Arzan gak papa ditinggal sendirian?"
"Gak papa Umma, tadi Mas Arzan lagi baca kitab."
Syakhira manggut-manggut. "Yaudah kamu boleh bantu masak."
Shireen tersenyum senang, walaupun ia belum terlalu pintar memasak, tapi ia akan berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarganya.
"Shafia mana Umma? Kok gak keliatan?"
"Dia dikamar, lagi nugas kayanya."
"Awal kenal sama Shafia dulu aku kira dia masih seumuran sama aku. Eh nyatanya udah kuliah," kekeh Shireen
Syakhira ikut terkekeh mendengarnya. "Dia masih semester dua kok."
"Jurusan apa Umma?"
"Dakwah dan komunikasi penyiaran islam. Sama kaya Umma dulu, katanya mau jadi ustadzah biar bisa dakwah keliling Indonesia, kalau bisa keliling dunia," jelas Syakhira.
"MasyaAllah."
"Kalau kamu mau ngambil jurusan apa nanti?"
"Kedokteran Umma."
"MasyaAllah, berarti menantu Umma pintar dong," puji Syakhira membuat Shireen tersenyum malu.
"Gak juga Umma, Shireen ngambil jurusan itu karena Mas Arzan yang nyaranin. Dulu waktu SMA memang aku anak IPA, dan kebetulan bisa memahami pelajaran-pelajaran yang terkait dengan kedokteran."
"Kamu pernah SMA?" tanya Syakhira.
Shireen mengangguk. "Iya Umma, cuma satu tahun. Pas naik kelas sebelas Iren masuk Pesantren."
"Oh iya, pantesan dulu Umma gak pernah liat kamu, cuma ada Safinah doang."
"Kak Finah dari masuk SMP sudah di Pesantren, makanya dia paham ilmu agama, gak seperti Iren," ucapnya sendu.
"Gak papa kok. Umma dulu juga gak paham ilmu agama, bahkan Umma dulu murid yang nakal di sekolah. Tapi, semua itu berubah saat Umma masuk kuliah dan berhijrah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Accidental Love
Teen FictionSquel Jodoh yang sesungguhnya Arzan Rizwan Al-azhar menyukai salah satu santriwati kembar di pesantren kakeknya. Santriwati itu bernama Safinah. Setelah Arzan menyelesaikan pendidikannya, ia berniat melamar Safinah. Tiga hari setelah niat baiknya di...
