Bab 5 : Mama Sakit

428 7 1
                                        

Bukannya lega, Dana malah makin kepikiran sama Sasya. Gimana engga, setelah dia ngasih tawaran berangkat bareng, si Sasya malah ngasih tawaran juga ke dia, buat jadi baby boy-nya dia. Apa gak makin-makin pecah pikiran Dana.

Disela-sela pelajaran, ia tiba-tiba saja mendapatkan telpon dari orang rumah dia. "Kenapa Bang?" tanya Dana kepada kakanya, Arjuna Dirgantara.

"Lo siap-siap. Gue jemput lo. Mama jatuh sakit..." Jantung Dana terasa terhenti. Penyakit lama Mamanya pasti kambuh kembali. "Halo? Anjing! Jawablah adek laknat!" orang diseberang telpon udah misuh-misuh karena adiknya engga jawab. "O.. Oke bang..." dengan suara bergetar ia mengakhir panggilannya.

"Kenapa?" tanya Abi khawatir. Ia bisa melihat Dana yang sudah hampir menangis sekarang. Tak ambil lama. Ia langsung meminta ijin ke guru untuk bawa Dana ke UKS dengan alasan pengen muntah. Guru percaya-percaya aja apa omongan Abi dan langsung ngijinin dia buat bawa Dana ke UKS.

Saat sampai di UKS, Abi mengulurkan sebotol air mineral yang sudah ia buka tutupnya. Ia juga ngebiarin Dana tenang dulu dengan gak tanya apa-apa ke dia. Idaman banget dia.

Saat dirasa sudah tenang, barulah Dana sendiri yang menjelaskan. "Penyakit Mama kambuh lagi Bi," jelasnya.

"Terus sekarang mama kamu gimana?"

"Mama sekarang ada dirumah sakit. Ini Bang Juna mau jemput gue ke rumah sakit. Gue musti gimana Bi. Gue takut mama..."

"Mama lo bakal baik-baik aja. Dokter juga bakal ngasih yang terbaik buat mama lo..."

"Tapi bi mama..."

"Udah lo percaya aja sama gue. Gue ambilin tas lo dulu sekalian ijinin lo. Gue bilang lo mau pulang karena muntah-muntah karena kalau ijin karena mama lo sakit pasti gak boleh," ucap Abi menghilang sebelum Dana sempat merespon.

30 menit berlalu, akhirnya Dana dan Bang Juna nyampe juga ke rumah sakit tempat mama mereka dirawat. Setelah melewati Gedung-gedung tinggi, akhirnya nyampe juga mereka di kamar tempat mama dirawat.

"Mamaaa..." Dana langsung lari memeluk mamanya. "Hiks... Mama kenapa? Hiks... Kenapa mama bisa sakit lagi hiks..." ucapnya sesenggukan. Air matanya tak bisa terbendung lagi. Kelemahan Dana ada pada keluarganya.

"Gak papa sayang. Namanya juga udah tua..." ucap mamanya yang masih bisa tersenyum manis. Disana juga ada papa mereka yang masih sibuk sama administrasi rumah sakit.

"Mama cepet sembuh ya. Biar bisa candaan lagi sama Dana. Sama Bang Juna. Sama Papa juga ya Ma..." ucap Dana manja kepada sang ibu. Biasalah anak bungsu.

Sementara Juna hanya memandang iba ke arah Dana. Andaikan Dana tahu mamanya tidak akan bisa lama lagi bersama mereka.

"Iya anakku sayang... Dah sana kamu makan dulu gih. Itu tadi ad amie sama ayam goreng dari eyang..." ucap mama membuat mata Dana langsung berbinar.

"Yeayyy... Makasih eyang." Dana makan dengan lahapnya sementara Juna hanya memandanginya.

Flashback on

"MAMAAAAA!" teriakan keras berasal dari kamar Juna membuat Danis Baskoro, papa Juna dan Dana bergegas ke kamar anaknya.

"Astaga... Mama kenapa nak?" Danis kaget saat melihat sang istri dalam keadaan pingsan dan putra sulungnya yang sudah menangis disana. "Ta... Tadi mama pingsan Pa... hiks..."

"Ya udah kamu siap-siap kita bakal bawa mama ke rumah sakit..." Danis pun membawa istirnya ke rumah sakit. Agak kesusahan emang karena mereka hanya punya 3 motor dirumah. Jika memesan taksi online bisa lebih lama lagi mengingat jalanan kota yang sudah mulai macet.

BERANDAL KESAYANGANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang