Hari Sabtu, kelas 11 IPS 3 kompak berkumpul di depan sebuah kolam renang yang ada di belakang sekolah. Hari ini kelas mereka akan digabung dengan kelas 11 IPA 1 untuk mengikuti kelas Pak Ajar, olahraga yang kosong hari Rabu kemarin.
"Baik anak-anak, hari ini kita akan melakukan praktek renang seperti yang sudah saya umumkan di grup kemarin dan hari ini, khusus hari ini kelas IPS 3 terpaksa saya gabung dengan IPA 1 untuk menghemat waktu saya," ucap Pak Ajar membuka kelas pengganti hari ini.
"Si kembar Jevon, Joven, kalian pimpin pemanasan hari ini ya. Bapak siap-siap sebentar." Si ketua kembar, Jevon dan Joven mengangguk, mereka mengambil alih pasukan mereka. "Biar asik kita pemasan pakek musik aja ya guys," celetuk Joven menyambungkan ponselnya ke sebuah speaker bluetooth entah punya siapa.
"Weh anjir! Lo niat kagak sih?! Kenapa lagunya gini njir?!" protes Gani karena lagu yang disetel Joven diluar nurul. DJ Sahara Remix. Yang tak lain adalah lagu kebangsaan kelas IPS saat mengadakan sebuah pesta.
"Udah gak usah kebanyakan protes! Lakuin aja!" sentak Chiara sebelum para antek-antek IPA kembali membuka mulutnya untuk protes.
Dengan terpaksa, kelas IPA menuruti keinginan kelas IPS dan melakukan pemanasan sesuai instruksi si kembar, Joven Jevon.
********
"Lo emang bisa renang?" tanya Dita kepada kekasihnya yang terlihat bermusuhan dengan air kolam yang dingin. "Gak sih, makanya gue paling benci pelajaran renang," jawab Gani menghembuskan nafasnya, kesal.
Dita yang melihat wajah kesal kekasihnya hanya bisa tertawa kecil. Mengulurkan tangannya untuk menarik si tan turun ke dalam kolam bersamanya. "Gue ajarin..." ucap Dita membuat Gani tersenyum lembut, menerima uluran tangan perempuan tomboy kesayangannya. Membiarkan sang kekasih melatihnya.
"Banyak juga ya pasangan-pasangan hari ini," gumam Lingga yang kini duduk-duduk di tepi kolam bersama adik kembarnya, Mega yang juga memperhatikan pasangan-pasangan dari kelas IPA maupun IPS.
"Makanya kak cari pacar yang mau sama kakak," cibir Mega yang kemudian kabur menghindari cipratan air dari Lingga.
"Adek sialan! Untung gue sayang..." gumam Lingga.
"Lo pegangin yang bener ngapa sih?! Sialan lo sama kembaran lo niat nenggelamin gue apa gimana hah?!" protes Chiara yang terdengar lantang kala duo kembar, Jevon Joven sedang melatihnya untuk mencoba gaya dada seperti yang dicontohkan Pak Ajar.
Disisi lain ada juga preman sekolah yang dengan telaten mengajari staff polos OSIS hal-hal dasar berenang, mengambang di dalam kolam.
"Iya bener, kakinya naikin dikit Dan. Lo santai aja anjir jangan kayak orang kesurupan." Sasya menahan kedua tangan Dana agar si polos itu bisa belajar caranya mengapung sebelum ia mengajarkan cara bergerak.
"Huwaahhh... Mata gue perih sialan!" umpat Dana merasakan matanya kemasukan banyak air kolam. Sasya hanya tertawa mendengar umpatan Dana, ia melepaskan kacamata renang yang bertengger di kepalanya, memasangkan pada Dana.
"Coba lagi ayo." Dana hanya bisa menurut. Ia mencoba lagi mengambang di dalam air.
Sasya tersenyum bangga melihat Dana yang dengan cepat bisa menguasai materi yang ia ajarkan. "Oke sekarang kita coba kakinya kayak gini." Sasya mencontohkan berenang dengan mendorong kakinya ke depan, mirip dengan katak yang sedang berenang.
15 menit kemudian...
Dana sudah berhasil menguasai gaya renang katak, atau gaya dada. Bahkan sekarang dirinya memamerkan keahliannya kepada pasangan Gani-Dita yang masih berjuang menguasai gaya tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
BERANDAL KESAYANGAN
RomanceVarsya Kencana, ketua geng berandal yang sangat terkenal seantero sekolah. Bukan hanya terkenal cantik, namun tingkahnya yang aneh dan tidak bisa diatur bahkan guru BK dan ketua OSIS menyerah untuk mengurusnya. Namun siapa sangka gadis berandal ini...
