Bab 49 : Sasya Biang Onar?

103 3 0
                                        

"Weh cok, santai ajalah kau ni!" Kantin yang tadinya ramai mendadak sepi karena teriakan salah satu siswi yang terkenal sebagai pembuat onar, tak lain dan tak bukan adalah Varsya Kencana sendiri.

Kini si pembuat onar itu sedang berhadapan dengan seorang gadis yang terkenal sebagai anak kepala sekolah, Cecilia Wington yang terduduk dengan air mata buayanya. Hal itu tentu saja mengundang perhatian warga kantin.

"Weh ada apa ini weh?!" teriak Gani memecah keheningan sesaat itu. Ia kemudian tersenyum miring saat mengetahui objek yang menjadi pusat perhatian seisi kantin. "Lo ngapain anak orang weh," ucapnya.

"Gue gak ngapa-ngapain dia anjir. Dia sendiri yang tiba-tiba nyenggol gue sampe samyang yang gue pegang jatuh terus ngenai seragam gue. Nih liat..." ucap Sasya membela dirinya sendiri sambil menunjukkan seragamnya yang terkena saus kemerahan.

"Hiks,,, Ta... Tapi gu... gue kan gak sengaja... K... Kamu gak usah marah juga dong hiks..." ucap Cecilia mendramatisir. Tentu saja air mata buayanya terus mengalir untuk menarik rasa kasihan orang-orang yang ada disana.

"Siapa yang marah anjir?! Emang ada gue bentak lo?!" ucap Sasya mencoba menahan amarahnya.

"Ta... Tadi..." Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Cecilia kini terdiam karena matanya menangkap sosok tampan yang belum pernah ia temui sebelumnya. Gadis itu kemudian merubah raut wajahnya menjadi semakin memelas. Berharap lelaki tampan itu membantunya, juga.

"Yuhuuu Jeje ganteng dateng nih... Ada apa ini sanak saudaraku yang tercinta????"

"Orang aneh yang lainnya datang," batin Sasya yang entah mengapa semakin kesal dengan kedatangan sahabat masa kecilnya itu. Tentu saja kehadiran Jeje akan semakin memperparah keadaan.

"Ehhhh siapa nih? Manis banget dek, kelas berapa?" ucap Jeje berjongkok di depan Cecilia yang nampak ketakutan di hadapan Sasya.

Cecilia memalingkan wajahnya saat tangan Jeje hendak menyentuh wajahnya. "Si... Siapa?" ucap Cecilia mencoba menahan semu merah muda yang mulai tercetak di kedua pipinya.

"Ahhh kenalin gue Jeje, kembarannya Jaemin NCT kalau kata orang-orang teh. Kamu sendiri siapa?"

"Ce... Cecilia..."

"Kamu dinakalin sama mbak ini ya? Maklum ya mbaknya emang nakal."

Gani yang mendengar percakapan gombal Jeje dengan Cecilia hanya bisa menahan tawanya. "Makan tuh gombalan maut Jeje, dek, dek," batinnya.

"Jadi kakak ini dimaafin gak dek?" tanya Jeje dengan senyuman manisnya.

Cecilia terdiam sebentar. Kemudian menggelengkan kepalanya kecil. "Ta... Tapi dia... dia gak... min..."

"Maafin dek... Lagian semua orang tahu kalau kantin ini punya CCTV yang bisa buktiin semua kejahatan lo. Dan gue tahu kalau minggu kemarin lo masuk hotel sama Pak Adrian biar nilai lo bagus kan," bisik Jeje dengan senyuman liciknya.

Cecilia bergidik ngeri saat Jeje dengan sengaja memamerkan senyuman khas serigalanya. Segera gadis itu bangkit kemudian membungkukkan badannya tiga kali. "Maaf... Maaf... Maaf kak lain kali Cecil akan berhati-hati," katanya.

"Bagus..." ucap Jeje pelan.

Gani lagi dan lagi harus menahan tawanya melihat drama dihadapannya.

"Hm serah lo," ucap Sasya memalingkan badannya kemudian berjalan ke arah kamar mandi diikuti oleh dua pengawal pribadinya.

**********

Jika ada yang bertanya dimana Dana, saat ini lelaki itu sedang berjuang dalam sebuah olimpiade sains di kota tetangga.

BERANDAL KESAYANGANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang