"Gue... Mau minta maaf..." Sasya membelalakan matanya tak percaya. Musuh terbesarnya di SMA meminta maaf kepadanya. Bukan hanya dia, bahkan seisi kelas 12 IPS 3 juga sempat membeku mendengar perkataan mantan ketos, Praditna Lintang Yogawara itu.
Tentu saja Sasya tidak akan memberikan pengampunan semudah membalikkan telapak tangan. Gadis berandal itu malah menatang Lintang dengan berkata, "Setelah semua yang OSIS lakuin ke gue, lo kira gue bakal maafin lo begitu aja?"
Lintang menundukan kepala. Ia sudah menduga Sasya tidak akan semudah itu memaafkannya. Bahkan niat baiknya malah dicurigai oleh teman-teman sekelas Sasya.
"Modus baru apa nih?" celetuk Chiara menatap Lintang atas ke bawah dengan tatapan julid.
Dita tertawa. "Iya nih. Mantan ketos mau cari sensasi baru kayaknya," imbuhnya dengan tatapan lebih tajam dari Chiara.
Dengan helaan nafas panjang, Lintang melapangkan dadanya. Menerima semua makian yang mereka lontarkan padanya. "Gue harus ngapain biar lo maafin gue?" tanyanya.
Sasya tersenyum miring. Ia menarik dasi Lintang agar lelaki itu mendekat ke arahnya. Membisikkan sesuatu yang membuat Lintang tertawa.
"Lo yakin? Gue laki, kekuatan gue jauh dibandingkan cewek kayak lo," ucap Lintang penuh percaya diri.
Sasya mengangguk. "Kita lihat saja," ucapnya mengibaskan rambut kemudian pergi ke tempat yang sudah ia beritahukan kepada Lintang.
"Dasar gadis gila..." Lintang tersenyum tipis.
**************
"WOI DANA!" Seorang siswa bertubuh tambun berlari ke arah Dana yang nampak bingung dengan kedatangannya. "Lo... Hah... Hah... Pa... Pacarnya Sasya kan?" Hans, lelaki tampan itu tak bisa berbicara dengan lancar. Nafasnya tersengal-sengal dan tubuhnya bermandikan keringat.
Dana mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Hans. "Kenapa?" tanyanya.
"Itu... Sasya... Dia..." Hans menghirup nafas dalam-dalam. "DIA BERTENGKAR SAMA LINTANG, MANTAN KETOS DI LAPANGAN BELAKANG!" teriak Hans. Suaranya menggelegar memenuhi ruang kelas.
Dana membeku sejenak sebelum akhirnya berlari sekencang kilat menuju tempat yang Hans katakan.
"Shit! Mulai lagi..." Gani menghela nafasnya, menyimpan ponsel kedalam saku celana kemudian berlari menyusul Dana yang sudah melesat jauh.
"Buset dah tu orang bukannya tobat mau lulus malah bikin masalah," ucap Lingga berdecih pelan.
"Udah ayo, kita harus bantuin Dana nenangin kilat." Abisatya menarik tangan Lingga yang nampak enggan menyusul kedua sahabatnya yang sudah berlari jauh didepan mereka.
📍Taman Belakang Sekolah
Keempat lelaki, Dana, Abisatya, Gani dan Lingga nampak terengah-engah begitu mereka sampai di tempat kejadian. Banyak siswa dan siswi yang berkerumun menyaksikan pertarungan si berandal sekolah dengan mantan ketos disana.
Gani berusaha menerobos masuk ke dalam kerumunan itu. Membuka jalan agar sahabatnya bisa menghentikan kekasih berandalnya. "Misi... Misi... Barang panas mau lewat! Beri jalan woi!"
Sasya membabi buta memukul mantan ketos yang nampak kewalahan menghadapinya. "Segitu aja kemampuan lo?!" ucapnya dengan nada congkak. Ia mengambil kuda-kuda andalannya, bersiap memberi serangan terakhir kepada lawannya.
Namun...
"STOPPPPP!!!" Seseorang dari dalam kerumunan berteriak dengan kencangnya membuat Sasya maupun Lintang terkejut. "STOP! STOP! STOP!" Suara bariton tegas yang akrab.
KAMU SEDANG MEMBACA
BERANDAL KESAYANGAN
RomanceVarsya Kencana, ketua geng berandal yang sangat terkenal seantero sekolah. Bukan hanya terkenal cantik, namun tingkahnya yang aneh dan tidak bisa diatur bahkan guru BK dan ketua OSIS menyerah untuk mengurusnya. Namun siapa sangka gadis berandal ini...
