Jam istirahat merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu oleh siswa siswi di sekolah. Pada waktu tersebut para siswa dan siswi akan langsung berhambur ke kantin begitu mendengar suara bel berbunyi. Khususnya anak MIPA 3. Namun kali ini berbeda, kelas yang terkenal berisik dan absurd itu mendadak sepi dan tenang. Bahkan trio preman yang biasanya langsung berlari ke kantin kini harus berdiam diri di kelas.
Saat ini, MIPA 3 mendapatkan sebuah masalah cukup besar. Salah satu teman mereka yang terkenal pendiam, Vanesha Anjani terlibat perkelahian dengan seorang kakak kelas 12. Parahnya lagi sang kakak kelas mengadukan pada guru BK sehingga Vanesha mendapatkan hukuman skorsing selama 1 minggu.
"Gak bisa dibiarin anjing! Lo semua, kenapa malah ngiket gue di tiang begini sih arghhh?!" teriak Sasya yang meronta-ronta minta dilepaskan dari tempatnya sekarang.
Teman-temannya terpaksa mengikat Sasya pada tiang yang ada di belakang kelas mereka. Hal ini tentu perlu dilakukan, pasalnya jika tidak diikat, Sasya akan langsung menghampiri dan menghajar kakak kelas yang sudah memfitnah teman seperjuangannya.
"Lo bisa diem dulu gak sih?!" sentak Chiara yang tersulut amarah mendengar ocehan Sasya yang tak henti. Untung saja hari ini Dita bersikap lebih normal jadi mereka tidak akan kesulitan untuk menahan 2 manusia liar ini.
"Gue denger dari Pak Joko katanya si kakel nuduh Vanesha mau dorong dia dari lantai 2 makanya Nesha di skorsing selama 1 minggu," jelas Rayna yang baru saja kembali dari ruangan BK untuk mendapatkan kejelasan atas kasus yang mereka hadapi.
"Njir... Gak ngotak. Lagian ngapain juga si Nesha mau dorong dia hah?!" ucap Dita tidak terima. Ia meremas ujung bajunya yang keluar erat-erat. Menyalurkan semua emosi yang ia rasakan saat ini.
Joven, si ketua kelas menghela nafas berat. Baru kali ini ia dibuat bingung dan tidak tahu bagaimana memberikan sebuah solusi dari kasus yang mereka alami.
"Nesha dituduh merebut pacarnya si kating, namanya Flavian," lanjut Rayna menunjukkan sebuah akun sosial media yang diduga milik kakak kelas bernama Flavian itu.
"Lagian seganteng apa sih Flavian Vian itu?! Heran deh gua bisa-bisanya Vanesha yang cantik jelita dituduh jadi pelakor dan mau ngebunuh tu si kakel," ucap Jeje yang tak kalah bingung dengan situasi yang mereka hadapi.
"Yang jelas kita harus nemuin sebuah cara guys... Gue gak rela kalau Nesha harus di skors..." ucap Chiara menggigit ujung jarinya, gelisah.
Sasya yang tadinya terus mengomel mendadak diam. Menyimak ocehan-ocehan yang dilontarkan teman-temannya. "Gue ada sebuah ide, tapi gak tau berhasil apa engga..." ucapnya dengan seringaian kecil pada bibirnya.
"Ide ditolak. Ide lo pasti absurd dan diluar Nayla," ucap Joven. Ia bahkan belum mendengar penjelasan dari Sasya sedikit pun.
"OII! Dengerin dulu bjir..." kesal Sasya. Dengan amarah yang meletup-letup, Sasya mulai menjelaskan rencana yang cukup licik kepada teman-temannya. Selain kasar dan urakan, Sasya juga hebat dalam menyusun strategi licik untuk membalaskan dendam.
Setelah mendengar penjelasan dari Sasya, teman-teman MIPA 3 kembali berdiskusi. Sebelum akhirnya sepakat untuk mengikuti rencana Sasya untuk membalaskan dendam Vanesha.
Oh iya, saat ini Vanesha sedang bersama dengan Mega di perpustakaan. Gadis pendiam itu sekarang nampak murung karena mendapatkan hukuman selama 1 minggu penuh. Awalnya Vanesha menolak untuk ditemani, namun karena Mega adalah sahabat yang baik (katanya), maka Mega bersikeras untuk menemani Vanesha, kemanapun ia pergi (katanya).
***********
Setelah persiapan yang cukup matang, akhirnya teman-teman MIPA 3 melancarkan aksinya. Mereka berpencar menjadi beberapa tim untuk mengumpulkan bukti bahwa Vanesha tidak bersalah.
Tim Sasya akan menemui Flavian yang merupakan pacar (katanya) Aileen, kakak kelas yang menuduh Vanesha. Tim mereka bertugas mewawancarai Flavian, menanyakan kejelasan hubungannya dengan Aileen maupun Vanesha.
Tim Dita akan mencari bukti CCTV pada ruangan keamanan. Namun jika pihak sekolah menolaknya, maka Tim Dita akan meng-hack CCTV tersebut dengan bantuan Abisatya.
Sementara itu Joven dan Chiara akan berusaha membujuk Pak Joko, selaku guru BK mereka agar Vanesha dibebaskan dari hukumannya.
Teman-teman yang lain, yang tidak tergabung dalam tim Sasya dan Dita akan mencari bukti lain lewat gosip-gosip yang diceritakan orang-orang yang melihat secara langsung kejadian tersebut.
Disisi lain, para pria yang merasa ditinggalkan oleh wanitanya sedang meratapi nasib mereka di kantin sekolah. Pria bulol pertama, Magani Adwaya kini menatap tajam ke arah Abisatya yang tengah bersantai sambil menikmati baksonya.
Hal ini terjadi karena pria bodoh nan bulol tersebut tidak sengaja mengetahui bahwa pacarnya, Dita mengirimkan sebuah pesan permohonan pada Abi disaat pesan darinya tidak terbalaskan.
Pria bulol kedua, Nandana Ragnala berkobar-kobar bersama api, api cemburu. Saat perjalanan menuju kantin, telinganya mendengar orang-orang disekitarnya sedang membicarakan Sasya, pacarnya tercinta sedang bersama anak kelas 12, Flavian. Dan parahnya lagi ada yang bergosip bahwa Sasya sedang berusaha mendekati kakak kelas tersebut.
Kembali lagi pada kelas MIPA 3, Tim Sasya berhasil mengumpulkan bukti dari Flavian tentang hubungan diantara mereka. Dengan pesona Sasya dan Rayna, Flavian dapat ditaklukan dengan mudah. Flavian dan Aileen hanya sebatas teman masa kecil. Sementara Vanesha, Flavianlah yang berusaha mendekati Vanesha. Pria tersebut mengaku jatuh cinta pandangan pertama dengan si polos MIPA 3.
"Yosh... Sekarang kita tinggal nunggu Dita..." ucap Sasya mengirimkan hasil rekaman suara yang didapatkan ke grup kelas.
Tim Dita, seperti yang sudah Dita prediksi sebelumnya, pihak sekolah menolak Dita untuk melihat rekaman CCTV yang berada dekat tempat kejadian. Sekalipun Dita mengeluarkan kartu AS, akan membayar karyawan tersebut, namun karyawan tersebut tetap menolaknya.
"Jaiden, Vendra, Ivy, kita akan ke kantin sekarang," titah Dita. Tak lupa mereka membawa laptop milik Joven yang akan mereka gunakan untuk membobol CCTV sekolah.
"Tunggu, bukankah Vanesha lebih ahli dalam hal ini?" tanya Ivy yang juga merupakan anggota Red Shadow, geng motor milik Sasya.
Dita mengangguk. "Benar, namun saat ini Abi adalah pilihan yang tepat untuk ini," jelasnya.
30 menit berlalu, dengan semua bukti yang telah mereka kumpulkan, Sasya menelpon Joven yang berada di ruangan BK. "Semoga berhasil," katanya.
Di ruangan BK, Joven dan Chiara kini tengah beradu argumen dengan Pak Joko tentang masalah yang disebabkan oleh Aileen. Alasan Pak Joko tidak bisa merubah keputusannya karena belum adanya bukti yang kuat dan Vanesha saat diinterogasi hanya diam, seakan menerima semua itu.
"Pak, kami sudah mendapatkan semua bukti yang bapak inginkan," ujar Joven menunjukkan bukti CCTV sekolah tempat kejadian. Chiara juga memperdengarkan rekaman suara yang telah dikirim oleh Sasya kepada Pak Joko.
"Kami hanya ingin keadilan pak," ucap Joven dengan tatapan tajam.
Pak Joko hanya bisa menghela nafasnya. Ia merasa lelah setiap kali berhadapan dengan siswa siswi dari MIPA 3. "Sek yo le, bapak tak diskusi disik karo bapak ibu guru sing liyane," ucap beliau. Tak hanya itu, beliau juga menyuruh Joven dan Chiara untuk kembali terlebih dahulu ke kelas mereka.
Setelah 3 jam menunggu, saat pulang sekolah akhirnya pihak sekolah mengumumkan untuk membatalkan hukuman yang diberikan pada Vanesha dan akan menghukum Aileen karena telah memberikan kesaksian palsu.
Semua orang merasa lega dan senang. Terutama Vanesha. Gadis itu sekarang malah menangis di pelukan Sasya seperti anak kecil. Ia amat bersyukur bisa bertemu teman-teman yang sangat menyayanginya.
"Terimakasih teman-teman," ucap Vanesha sembari memeluk teman-teman sekelasnya satu per satu.
- to be continued
KAMU SEDANG MEMBACA
BERANDAL KESAYANGAN
RomanceVarsya Kencana, ketua geng berandal yang sangat terkenal seantero sekolah. Bukan hanya terkenal cantik, namun tingkahnya yang aneh dan tidak bisa diatur bahkan guru BK dan ketua OSIS menyerah untuk mengurusnya. Namun siapa sangka gadis berandal ini...
