Happy reading😘
Randa menyeka darah yang ada di ujung bibirnya, hari ini dirinya tidak bisa membayar hutang alhasil bandar judi memerintahkan anak buahnya untuk memukulinya. "Ck, sial! gue harus segera bertemu sama Laras tapi gimana caranya?" tanyanya sendiri.
Setiap kali Randa menghubungi Laras, adiknya itu tak pernah sekalipun mengangkatnya dan ayahnya juga tak memberi tahu dimana keberadaan adiknya.
Sepertinya ia akan bertanya pada Santi, memaksa kakaknya itu untuk memberitahu dimana keberadaan adiknya tersebut, ia tak mau mati karena tak bisa bayar hutang pada bandar judi.
Randa melajukan motor untuk pulang kerumah tapi saat di tengah jalan ia melihat Laras baru keluar dari toko kue lalu masuk kedalam mobil, dengan cepat Randa pun segera mengikutinya, kali ini ia tak boleh kehilangan jejak Laras. adiknya itu adalah satu-satunya orang yang bisa menolongnya sekarang.
Randa terus mengikuti Laras dan ternyata adiknya itu berkunjung ke toko ayahnya, Randa terus memantau dari mulai Laras datang sampai akhirnya pulang, Randa terus mengikutinya tapi jejak Laras menghilang saat ia ketinggalan di lampu merah dan ia kehilangan jejak adiknya lagi.
Randa diam sejenak sepertinya ia sudah tau akan membuat rencana apa untuk adiknya itu. "Awas aja Lo, Ras!" Gumamnya.
Di sore hari Laras sedang bersama Hanna dan juga adik sepupu Adrian, Anna.
"Gimana hari pertama kerja?" Tanya Laras pada Anna.
"Ya gitu deh Mbak, masih suka bingung tapi untung ada Mas Raja yang bantuin aku." curhat Anna yang hari ini mulai bekerja di perusahaan keluarga Adrian.
"Mbak." Panggil Anna membuat Laras menoleh.
Anna mendekatkan duduknya lalu mengelus perut Laras. "Belum ada ya mbak, aku pengen punya ponakan." ucap Anna tersenyum.
"Belum, doain ya semoga mbak cepat dikasih."ucap Laras tersenyum. Laras masih ragu untuk memiliki anak dari Adrian jadi dia menggunakan KB untuk menunda kehamilannya.
Anna mengangguk. "Pasti."
"Jangan ngomong gitu sama Mbak Laras nanti jadi kepikiran terus stress, malah makin susah dapetnya." Tegur Hanna pada Anna ia takut Laras berkecil hati karena belum di beri keturunan.
"Gak papa kok Oma." ucap Laras mengelus punggung tangan Hanna.
"Iya Oma, Maaf." cicit Anna merasa bersalah.
Adrian baru saja sampai, ia mencari keberadaan istrinya ke kamar, karena tak menemukan dimana pun, Adrian langsung menuju ke kebun bunga belakang dan benar saja tiga wanita sedang bergosip ria disana.
"Sayang."panggil Adrian menghampiri istrinya lalu mengecup pipinya.
"Dimana-mana bos dulu pulang baru karyawan."ucap Adrian menyindir Anna karena lebih dulu sampai rumah.
"Diih, pulang udah dari 2 jam lalu!kakak tuh yang kemana jam segini baru pulang."ucap Anna langsung membuat Laras menatap suaminya.
"Mas tadi ketempat Raka dulu sayang, Maaf mas gak bilang."ucap Adrian langsung memberi penjelasan pada Istrinya.
Setelah itu Adrian segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan Laras seperti biasa akan membuatkan minum dan membawanya kekamar.
"Sini Mas."ucap Laras yang sudah bersiap dengan handuk untuk mengeringkan rambut Adrian.
Adrian menghampiri istrinya dengan senang hati. Ia segera mendudukkan dirinya di karpet dan Laras duduk di sofa.
"Sayang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Gaun Milik LARAS
RomantizmFollow sebelum membaca😎 #dewasa Awalnya laras harus mencarikan wanita untuk adrian,pria 35 tahun yang diancam oleh sang nenek tidak akan medapatkan warisan dari almarhum ayahnya jika tidak menikah. Adrian pun meminta laras untuk mencarikan wanita...
