Happy reading😘
Laras telah sampai ditoko milik Ayahnya tapi sudah tutup,ia jadi semakin khawatir dengan keadaan ayahnya,ingin pulang kerumah tapi ia takut bertemu dengan ibunya karena ayahnya bilang,dirinya boleh pulang setelah ayahnya itu bicara perihal pernikahaannya dengan Adrian.
Laras mengitari toko dan melihat celah pintu terbuka sedikit."kayaknya Ayah belum pulang, deh." gumamnya. ia pun membuka pintu lalu masuk kedalam, lampu sudah padam tapi pintu tidak terkunci.
Ia pun masuk mengitari toko mencoba menghidupkan lampu tapi_
"Akhirnya ketemu juga gue sama adik kesayangan."ucap Randa setelah menghidupkan lampu.
"Mau ngapain Lo disini!"ucap Laras kesal."Lo ngambil handphone Ayah hanya buat ketemu gue." ucap Laras saat melihat Randa menggenggam ponsel ayahnya.
"iya, Gue butuh duit Ras, Lo pasti uda banyak uang! ayahkan berhasil jual Lo sama orang kaya bertato itu."
"JAGA MULUT LO! jangan asal ngomong."Laras memekik mendengar ucapan Randa.
"ya udah deh, Lo tinggal kasih gue 50 juta aja! apa susahnya sih,suami Lo kaya, kemana-mana diantar pake mobil,penampilan Lo juga udah berkelas, uang segitu mah gak ada apa-apanya." ucap Randa santai.
"Lo, kalo gagal jadi manusia gak papa tapi jangan sampai gak tau diri,sekalinya ada juga, gue gak bakal kasih Lo!"
"Ras, please lah tolong gue sekali ini aja, Gue bisa dibunuh kalo gak bayar utang." mohon Randa.
"Lo gila ya,darimana gue ada uang se_"
Braakk
Laras dan Randa menoleh bersama kearah pintu yang di tendang kuat.menampilkan 4 orang dengan tubuh kekar dan satu orang berjalan di belakangnya dengan berpakaian rapi layaknya seorang bos.
"Bang, bang Anjar!"ucap Randa kaget karena bandar judi yang bernama Anjar itu mengikutinya sampai ketoko ayahnya.
"Disini Lo rupanya,cepat bayar utang Lo."ucap Anjar. Randa memohon pada anjar agar memberinya waktu lagi tapi, Anjar malah memerintahkan anak buahnya untuk memukulinya lagi.
"Ras, tolong gue."cicit Randa memohon pada Laras.
"CEPAT BAYAR!"ucap salah satu dari 4 orang bertubuh kekar.
Laras berjingkat kaget."i-iya bang, sa-sabar kasih Gue waktu." ucap Laras meminta tenggang waktu.
"gak bisa!gue uda kasih waktu 1 bulan,buat ne orang!"ucap Anjar tak terima.
Anak buah Anjar mendekat pada Laras dan Randa tapi_"tunggu!"perintah Anjar pada anak buahnya.
Ucapan Anjar membuat Laras dan Randa menatap pria itu dengan cepat."gue ada penawaran buat Lo."ucap Anjar lalu menatap tubuh Laras yang sangat menggodanya.
"Apa bang, kasih tau gue! gue bakal lakuin apa aja." Ucap Randa.
"Lo, cukup kasih adik Lo ini buat Gue dan hutang Lo gue anggap lunas! gimana,Lo mau?"
"GILA!LO SAKIT JIWA? LO PIKIR GUE WANITA APA?!"Laras memekik mendengar ucapan bandar judi.
Bukannya langsung menolak Randa justru diam sambil memikirkan tawaran yang Anjar berikan,dirinya tak perlu lagi membayar hutang jika Laras bersama bandar judi ini."emang abang mau nambah berapa?" ucap Randa seolah menawar harga.
"BANGSAT,maksud Lo APA?!"pekik Laras menarik kerah baju Randa,bisa-bisanya abangnya ini ingin menukar dirinya dengan uang.
"Gue bakal kasih berapa pun yang elo mau." ucap Anjar lagi.
Randa makin goyah, dirinya memang tak perduli pada Laras baginya Laras hanya lahir untuk menjadi pembanding dirinya didepan Arief. menurut Randa, Arief memang lebih sayang pada Laras bahkan mengizinkan apapun yang dilakukan Laras.Di tambah lagi Laras membantu perekonomian keluarganya membuat Randa tak memiliki arti apa-apa, kecuali ibunya yang selalu membelanya.
Anjar melempar uang dalam tas kehadapan Randa."Lo tinggal bilang,berapa kurangnya."
"oke, gue setuju." ucap Randa bergegas mengambil tas berisi uang tersebut lalu pergi meninggalkan Laras bersama bandar judi.
"RANDA BAJINGAN!"
sementara dirumah, Arief sedang sibuk mencari ponselnya yang tidak kelihatan dari siang tadi saat ia ingin menghubungi Laras.
"Ayah cari apa?"tanya Santi.
"Liat handphone Ayah,gak?Ayah lupa simapan dimana." ucap Arief.
Santi mulai ikut mencari dan tak menemukannya."mungkin ketinggalan di toko,yah."pikirnya.
Arief mengangguk mengiyakan Santi."mungkin juga,ya udah ayah balik ketoko dulu ya."
Santi mengangguk."hati-hati, yah."
Sepanjang perjalanan menuju toko,entah mengapa perasaan Arief menjadi gelisah, ia pun segera bergegas karena jaraknya juga tak terlalu jauh tapi saat Arief sampai langkahnya terhenti melihat seseorang yang tak asing.
"pak Wira, ngapain disini?"tanya Arief melihat keberadaan Wira didepan tokonya.
Melihat Arief baru datang tentu saja membuatnya Wira kaget."Loh, tuan Arief baru datang?terus Mbak Laras di dalam sama siapa?"tanya Wira bingung dengan segera masuk kedalam toko begitu pun dengan Arief yang ikut panik
Dua orang pria kekar sedang memegangi Laras mencoba membawanya pergi tapi karena terus mendapat perlawanan membuat mereka kesulitan."BAJINGAN! GUE GAK MAU."Laras memekik pada pria kekar yang terus memaksanya ikut.
Anjar membelai wajah Laras."Abang Lo uda ambil uang gue,jadi Lo harus ikut gue."ucapnya lalu mencium bibir Laras paksa.
Laras tak bisa mengelak kedua tangan dan kakinya di tahan kuat, saat bibir Anjar menempel di bibir Laras dengan cepat Ia menggigit kuat hingga bibir Anjar mengeluarkan darah.
"ANJING!sakit bangsat."
Plaak.
Satu tamparan mendarat dipipi Laras tapi ia tak menangis sama sekali,dendam kepada Randa membuatnya mati rasa.Seharusnya sedari dulu ia memasukkan Randa kedalam jeruji besi,apa yang abangnya lakukan kali ini benar-benar sudah kelewatan.
Braak
Suara pintu di buka paksa membuat Laras segera melihat siapa yang datang."AYAH!"
"KALIAN SIAPA?" pekik Arief lalu menarik Anjar yang mencoba menyentuh putrinya,tenaga Arief ternyata cukup kuat menyingkirkan Anjar dari putrinya
Tak lama Wira datang bersama dengan bodyguard yang ditugaskan oleh Adrian untuk mengikuti Laras.mereka mulai menyerang anak buah Anjar hingga salah satu dari mereka segera mengambil balok dan_
Buughh
"AYAH." Laras berteriak melihat darah yang mengalir begitu banyak dari kepala Ayahnya.ia langsung berlari dan langsung mengangkat kepala Ayahnya.
Wira yang melihat itu segera menghampiri Laras dan Ayahnya, membawa Arief kedalam mobil dan bergegas kerumah sakit dan meminta kedua bodyguard untuk mengatasi bandar judi dan anak buahnya.
Didalam mobil Laras terus menangis dan memanggil Ayahnya,hal yang tak pernah terbayangkan baginya melihat sang Ayah berlumuran darah dan tak sadarkan diri.
"LEBIH CEPAT, PAK!"
tbc..
KAMU SEDANG MEMBACA
Gaun Milik LARAS
RomanceFollow sebelum membaca😎 #dewasa Awalnya laras harus mencarikan wanita untuk adrian,pria 35 tahun yang diancam oleh sang nenek tidak akan medapatkan warisan dari almarhum ayahnya jika tidak menikah. Adrian pun meminta laras untuk mencarikan wanita...
