Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Siapa, Ve?!" Ulang Daniel
Valerine menegang. Meski tidak keras namun suara tajam Daniel mampu membuatnya takut. Sekuat-kuatnya Valerine menghadapi seseorang dia tetaplah perempuan, mental nya akan rapuh jika di hadapkan dengan pria seperti Daniel.
Gadis itu menunduk sambil memainkan jari jari nya, dia tidak berani menatap Daniel karna saat ini pria itu terlihat menyeramkan. Haruskah dia jujur? Tapi siapa pelaku terror itu saja dia tidak tau. . . . . "Jawab, Ve. Siapa yang udah berani nerror kamu?! " Emosi Daniel semakin memuncak saat Valerine hanya diam tak bersuara.
"VALERINE!" Bentak Daniel
"AKU NGGA TAU! AKU NGGA TAU SIAPA MEREKA DAN AKU SANGAT FRUSTASI KARNA ITU! KENAPA JUGA KAMU YANG MARAH MARAH SAMA AKU? DAN KENAPA KAMU MALAH BENTAK BENTAK AKU? KALO KAMU MAU TAU KAMU CARI AJA SENDIRI!!"
Valerine cukup muak dengan desakan Daniel, dirinya juga tidak tau siapa pelaku terror itu tapi Daniel terus memaksa nya mengatakan siapa mereka. Alhasil dengan kesabaran yang telah di ujung tanduk Valerine dengan berani membentak balik pria itu. Daniel yang mendapat bentakan dari gadisnya pun terdiam, apa dirinya telah salah? Ya, seperti nya dia memang salah.
Tidak ada air mata dan ketakutan, yang Daniel lihat hanyalah wajah putus asa dari Valerine. Dan itu membuat hati Daniel sakit, siapa yang telah berani menggores luka pada gadis kesayangan nya?
Sreett~
"Sstt~ udah ya. Hugo minta maaf udah bentak Ve, Ve jangan teriak teriak gitu nanti tenggorokan nya sakit" Daniel menarik Valerine ke pelukan nya, meminta maaf karna membentak gadis itu.
Valerine mulai terisak kecil. "Cari mereka, Hugo. Bunuh mereka semua yang ngincer nyawa aku! Aku ngga rela mereka hidup tenang" Untuk pertama kalinya Daniel mendapat permintaan membunuh dari Valerine, meski terkejut namun tak ayal dia dengan senang hati mengabulkan nya.
"Ve jangan khawatir, Hugo akan bunuh semua orang yang berani nyakitin Ve. Hugo ngga akan biarin mereka hidup tenang, Ve. Percaya sama Hugo"
Sebagai pria sejati Daniel wajib menenangkan gadis kesayangan nya, tanggung jawab terbesar nya adalah memastikan keselamatan dan kebahagiaan Valerine. Daniel sudah berjanji pada Victor bahwa dirinya akan menjaga dan membahagiakan Valerine bagaiamana pun caranya.
"Janji ya?" Valerine mengajukan jari kelingking nya
Daniel mengulas senyum manis. "Janji, sayang. Ve jangan sedih lagi ya. Jangan takut, Hugo pasti jagain Ve" Dia mengaitkan kelingkingnya pada kelingking Valerine.
"Kalo gitu Ve juga harus janji, apapun yang terjadi dan apapun yang akan terjadi Ve harus tetep sama Hugo. Kita hadapi semuanya sama sama. Ve mau kan?"
Valerine mengangguk antusias.
"Iya, Hugo. Apapun yang terjadi Ve akan selalu di pihak Hugo" Ujar Valerine di akhiri dengan senyuman