Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah selesai dari acara ulang tahun Leander, Daniel dan Valerine pulang ke rumah untuk beristirahat. Ibu dua anak itu menidurkan twins kesayangan nya kemudian mandi dan berganti pakaian, hampir pukul 7 dan dia belum menyiapkan makan malam untuk Suami nya. Di rumah memang ada ART dan beberapa tukang kebun, tapi khusus di hari minggu mereka meliburkan semuanya karna ingin menikmati waktu instens bersama keluarga kecil mereka.
Seperti biasa Valerine hanya memasak sederhana mengingat mereka hanya berdua, anak anak sudah minum asi sewaktu di mobil. Memang pada usia twins yang masih kecil butuh asi ekslusif dari sang Ibu, maka dari itu Valerine selalu menyiapkan asi yang nantinya di simpan di kulkas agar tidak kerepotan. Sejak menjadi seorang Ibu Valerine belajar banyak bagaimana cara mengurus anak dengan baik, ia tak ingin menjadi Ibu yang tidak berguna bagi anak anak nya.
"Masak apa, sayang?" Daniel datang memeluk Istrinya dari belakang, pria itu sudah berganti pakaian santai.
"Tadi katanya pengen semur. Ini aku lagi masakin semur buat kamu"
Daniel menyengir kuda.
"Hehe iya ya. Baunya harum banget, boleh makan sekarang ngga?"
Sriiing~
"Jangan aneh aneh kamu ya. Ini depan kamu wajan panas loh" Valerine mengangkat spatula dan mengarahkan nya pada Daniel.
Tau apa yang membuat Valerine marah? Daniel sengaja mengendus leher nya dan menghirup aroma tubuh Valerine yang harum dan berkata ingin memakannya. Kalian tentu paham maksud terselubung dari Daniel itu.
"Kkk~ ampun sayang, ampun. Galak banget sih istri akuuuuu" Daniel mengapit dagu Valerine dengan gemas.
"Aku tunggu di meja makan aja deh. Dadah~"
CUP!
Kebiasaan, Bapak dua anak itu selalu mencuri ciuman singkat dari bibir Istri nya. Valerine hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Daniel yang makin hari makin menjadi, pria itu sangat manja akhir akhir ini. Valerine tidak ambil pusing, ia kembali melanjutkan masakan nya. Saat pulang Daniel ingin makan semua ayam dengan campuran kentang, sebagai Istri yang baik Valerine dengan senang hati menuruti nya.
Dan setelah beberapa menit akhirnya masakan Valerine sudah matang, dia memindahkan semur ke mangkok sedang dan membawa nya ke meja makan. Tidak lupa menyendokan nasi di piring sang Suami, menuangkan air minum di gelas Daniel dan duduk manis di sebelah nya.
"Do'a dulu sebelum makan, sayang" Peringat Valerine.
"Iyaa, sayang"
Daniel memimpin do'a dan mulai makan malam, tidak henti hentinya Daniel memuji masakan Valerine yang semakin lezat. Daniel bersyukur karna memiliki Istri sebaik dan sehebat Valerine, dia juga teringat akan perjuangan nya dulu saat mendapatkan wanita yang kini telah menjadi Istri sekaligus Ibu dari anak anak nya.