Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Barcelona, 26 Februari 2026
Senin pagi penuh salju menyapa indra pengelihatan gadis pirang itu. Valerine duduk di tepi jendela sambil melihat keluar, ternyata badai telah berhenti dan salju tidak lagi turun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sepertinya musim salju telah berakhir, itu artinya para penduduk harus bekerja keras membersihkan sisa tumpukan salju. Biasanya selepas sholat subuh Valerine akan tidur kembali, tapi hari ini berbeda. Ada sesuatu yang mengganjal di hati nya.
"Kenapa perasaan gue ngga enak? Daniel baik baik aja kan?" Gumam nya
Kemarin setelah mengobrol dengan Daniel lewat telpon, pikiran dan hatinya menjadi tidak karuan. Ada banyak hal yang dia pikirkan dan itu membuat hati nya risau. Bahkan sampai detik ini pun Valerine belum membuka blokiran sosial media milik Daniel.
"Huufftt~ Kayak nya gue emang harus balik. Laskar bener, ngga seharusnya gue lari dari masalah. Udah tau Daniel orang nya nekat, malah gue tinggal pergi. Bego banget" Valerine memukul mukul kepalanya sendiri, dia merasa bodoh.
Dan semalam, secara diam diam Jane menelpon Valerine tanpa sepengetahuan Daniel. Jane mengatakan jika Daniel sering melakukan self harm sejak di tinggal Valerine. Hal itu membuat Valerine merasa bersalah dan memutuskan dia harus kembali ke Indonesia.
"Mungkin ini keputusan yang tepat" Gadis itu lalu mengambil Ponsel nya, mendial nomor Sang Ayah.
Tut~ Tut~
'Hallo, Dear' Sapa Victor begitu panggilan terhubung
"Papa... Pesan kan satu tiket ke Indonesia" Ujar Valerine dengan mantan