Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Assalamu'alaikum semuanya... Meskipun terlambat tapi Minnal Aidzin Wal Faidzin buat semua saudara saudari Muslim ku🙏❤Maaf banget udah ngilang sebulan terkahir ini, kemarin adalah waktu yang paling menyakitkan buat aku. Wanita yang kelak akan jadi Mamah Mertua ku meninggal dunia.. jadi aku sibuk banget bantu bantu di rumah sana sampe tujuh hari nya dan ngga sempet update. Maaf banget yah Reader's 🙏
Semoga kalian menerima maaf dari aku hehe...Thank You❤
🪐🪐🪐🪐🪐
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semua orang melotot tak percaya, mereka rasa bencana akan segera menyerang dalam sekejap. Pria misterius itu membuka lebar pintu belakang kontainer kemudian sesuatu yang mengejutkan keluar dari sana, kawanan hewan seperti anjing, rusa bahkan ada macan dan singa berbondong-bondong keluar dari dalam kontainer tersebut. Hewan hewan itu berjumlah sangat banyak namun dengan tampilan yang tidak biasa, hewan hewan itu berjalan gontai dengan pupil mata yang berwarna putih cenderung gelap—nyaris abu abu persis seperti hewan yang menyerang para wartawan di The Pacific Hotel.
Daniel memberi kode pada yang lain untuk mundur perlahan, jantung mereka seakan berhenti melihat pemandangan mengerikan di depan nya. Sementara pria misterius itu tertawa iblis di atas kontainer sana, dia menatap hina dan remeh pada anak anak di bawah nya—bahkan pria itu mengacungkan kedua jari tengah nya sembari tertawa jahat. Daniel mati matian menahan amarahnya, jika saja keadaan tidak begini dia sudah menerjang pria itu dan menghabisi nya. Suara gertakan gigi dari para hewan itu membuat mereka semakin waspada, mereka mengeratkan genggaman nya pada senjata masing-masing.
"Jangan ada yang buat suara. Mundur pelan pelan dan masuk ke mobil" Ucap Daniel lirih, mereka tidak boleh panik.
"Sial" Yoshua mengeratkan genggaman di pistol nya yang mengarah pada kawanan hewan tersebut, keringat dingin membanji pelipis nya.
Mereka perlahan-lahan mundur tanpa membuat suara bising seperti perintah Daniel, dari sana mereka bisa menyimpulkan jika para hewan itu akan bereaksi pada suara bising dan gaduh. Kawanan anjing doberman mulai mendekati mereka, warna hitam legam nya membuat anijng anjing itu tampak lebih menyeramkan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.