Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semakin siang matahari semakin terik, keadaan Villa saat ini sedang ramai sekali orang. Kemarin setelah Acara Pernikahan Daniel dan Valerine Anggota Zeus menginap di Villa sebelum kembali ke Bandung, Yohan juga mengundang Karina dan teman teman nya untuk meramaikan acara kecil mereka. Semuanya berkumpul di halaman samping Villa, kecuali Reva karna ada urusan keluarga bersama Raka. Mereka tengah menyiapkan makan siang untuk nanti, semua peralatan dapur sudah di pindahkan ke halaman samping untuk acara dadakan mereka ini. Para Mahasiswa dan Mahasiswi itu sengaja meliburkan diri, itung itung refresing karna tugas yang sangat menyiksa. Di grup Karina hanya Lily dan Diandra yang tidak datang, Lily beralasan ada janji dengan Tunangan nya sedangkan Diandra bilang akan datang terlambat karna menunggu Abang nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sementara Daniel dan Valerine juga belum datang karna membeli camilan untuk mereka, tadi Sean juga datang bersama Bila karna Sean tidak mungkin mengajak Valerine karna sepupunya itu sudah ber-suami. Yohan rencana nya ingin memasak bibimbap untuk makan siang mereka dan di setujui oleh yang lain, bibimbap itu semacam nasi campur ala Korea. Tentunya dengan beberapa lauk pendamping seperti gimmari dan twigim, pokoknya tema hari ini adalah makanan Korea.
"Tumis nya yang bener, ege! Ntar gosong kita ngga jadi makan"
"Eh itu saos nya jangan kebanyakan ntar mules lo pada!"
"Tangan lo bersih kagak? Banyak kuman ntar kita semua keracunan!"
Sejak tadi Julian mengomel tanpa henti, dia mengomentari ini itu seenak jidat nya. Yang menjadi sasaran nya adalah Haidar dan Yoshua, dua pria itu sampai jengah karna ocehan Julian yang tanpa henti. Meski kesal namun dalam hati mereka merasa senang, karna sudah lama mereka tidak mendengar omelan Julian--mereka sedikit rindu. Sedangkan Justin yang biasanya ikut julid kini memilih diam, entah kenapa semakin dewasa humor nya semakin berubah.
"Ya ini juga udah bener numis nya, paduka. Lagian gue udah cuci tangan yes" Sungut Haidar sambil mengangkat kedua tangan nya.
Yoshua pun mengangguk. "Gue juga udah cuci tangan! Kalo mau lebih higienis semprot aja pake hand sanitizer" Ujarnya lalu merotasikan bola matanya.
"Shibal maneh"
"Udah anjeng! Ini kapan masak nya kalo huru hara mulu? Laper nih gue"
Lelah dengan tingkah mereka bertiga Angga pun turun tangan, sejak tadi perutnya keroncongan minta di isi sedangkan mereka belum memasak apapun.