Berkisah tentang kehidupan Daniel dan kawan kawan setelah Perang melawan Andres. Apa semuanya sudah kembali baik baik saja? Apa hidup mereka sudah kembali tenang? Tidak ada yang tau. Mereka semua telah melewati berbagai macam kebahagiaan dan kehilan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah kegiatan singkat di Villa, malamnya Daniel dan Valerine pulang ke Mansion Aldricson. Saat memasuki Mansion ternyata di Ruang Tengah ada Henry yang sedang membaca majalah bisnis, sementara Jane hanya bersandar manja pada bahu Suami nya. Keduanya tidak sadar jika anak anak mereka sudah pulang, Daniel dan Valerine hanya tersenyum memaklumi--meski sudah berumur namun orang tua nya sangat harmonis.
Valerine jadi berpikir, apa dia dan Daniel bisa seperti itu sampai tua nanti? Dia ingin seumur hidup dengan Suami nya, melahirkan anak anak dan membesarkan mereka hingga dewasa. Membayangkan nya saja membuat pipi Valerine memanas, tapi masalah nya dia belum menjalankan kewajiban nya sebagai seorang Istri.
"Ekhem! Kalo mau mesra mesraan di kamar aja Dad, Mom" Celetuk Daniel sedikit menyindir.
Pasangan Suami Istri itu kompak menolah, wajah Jane berbinar saat melihat Menantu kesayangan nya.
"Ve! Mommy kangen"
Greb!
Jane memeluk erat tubuh Valerine yang membuat tautan tangan nya dan Daniel terlepas, hal itu membuat Daniel berdecak tidak suka. Seperti nya saingan Daniel saat ini adalah Mommy nya sendiri, karna jika Valerine sudah bersama dengan Jane pasti Mommy nya itu akan memonopoli Istri cantik nya.
Jane merengut sebalik. "Ngaca dong! Kamu juga gitu kok, dikit dikit kangen dikit dikit ngeluh pengen ketemu. Lemah banget jadi laki laki" Daniel kena semprot omongan Jane yang pedas.
"Kan wajar. Ve Istri Daniel, jadi Daniel berhak atas apapun"
"Ve juga menantu, Mommy. Kamu jangan egois dong, Ve juga pasti bosen liat muka kamu tiap hari. Iya kan, sayang?" Tanya Jane sambil menatap Valerine.
"MOM!"
Henry bergeleng kepala, dia lelah dengan perdebatan antara Istri dan Anak nya. Jane juga berubah, wanita itu semakin posesif dengan Menantu nya--Henry pun merasa jengah. Sedangkan Valerine tidak tau harus berbuat apa, jika tidak dilerai pertengkaran ini akan berlanjut sampai pagi.
"Sayang, sudah. Kasian Ve pasti lelah, biarkan mereka istirahat. Kau jangan mengganggu mereka"
Henry sedikit menarik tubuh Istri nya agar terlepas dari Menantu nya, dia merasa kasian melihat wajah masam Valerine.
"Iihhh, mas! Aku masih mau sama Ve, masih kangen" Bantah Jane yang memberontak dipelukan Henry.
"Kangen nya bisa besok, mereka butuh istirahat. Hugo, bawa Istri kamu ke kamar"
Daniel mengangguk. "Baik, Dad" Dia menarik Valerine agar mengikuti nya.
Jane yang mendengar nada tegas Suami nya tidak bisa berkutik, dia tau jika Henry sedang serius saat ini dan terpaksa dia menurut. Sementara itu Daniel membawa Valerine ke kamar mereka, dia mengunci pintu agar Jane tidak mengganggu mereka lagi.